Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Nama Inovasi Gerakan Tanaman Asuh Untuk Membentuk Kepedulian Warga Sekolah Terhadap Lingkungan
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 01 October 2019
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Berdasarkan Peraturan Bupati Balangan Nomor 66 Tahun 2017 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas, Dinas Pendidikan memiliki tugas membantu Bupati  melaksanakan urusan pemerintahan di bidang manajemen pendidikan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, bahasa dan sastra, kebudayaan, kesenian tradisional, sejarah, cagar budaya dan permuseuman serta tugas pembantuan ang diberikan kepala daerah. Berdasarkan Peraturan Bupati yang sama, Bidang Pembinaan SMP (BPSMP) mempunyai tugas mengkoordinasikan, membina, mengatur dan mengendalikan pembinaan kurikulum dan sistem pengujian, peserta didik serta kelembagaan dan sarana prasarana SMP. Dari uraian tersebut diatas, secara sederhana BPSMP memiliki tugas, pokok dan fungsi membina SMP dalam hal kurikulum, peserta didik serta kelembagaan an sarana prasarana di sekolah. Idealnya, pelaksanaan kurtikulum dalam pembelajaran, pembinaan peserta didik, dan pembinaan sarana prasarana terlaksana dengan baik, sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar yang tergambar dari peningkatan capaian prestasi siswa yang terus meningkat, baik segi akademik maupun non akademik, karakter peserta didik terbentuk sesui dengan karakter luhur bangsa, serta sarana prasarana sekolah mendukung capaian tujuan pembelajaran sebagaimana mestinya.

Namun demikian, dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut, BPSMP mendapati bahwa pembinaan khususnya dalam hal peserta didik, serta sarana dan prasarana di SMP belum maksimal. Hal ini antara lain tergambar dari kondisi lingungan yang masih belum bisa dijadikan rumah kedua bagi warga sekolah. Pengelolaan lingkungan hayati di sekolah belum maksimal. Lingkungan hayati ini meliputi keberadaan pohon dan tanaman di sekolah. Dari pengamatan langsung di 24 SMP Negeri se Kabupaten Balangan, perawatan tanaman hanya dibebankan kepada petugas kebun yang jumlahnya tidak sebanding dengan tanaman yang ada di tiap sekolah. 75 % dari pohon dan tanaman tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Penanaman dan perawatan hanya dibebankan pada tukang kebun. Hal ini diperparah lagi dengan fakta empiris bahwa ragwa sekolah (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa) kurang atau bahkan tidak peduli terhadap keberadaan dan arti penting pohon atau tanaman. Padahal, pohon atau tanaman yang terawat akan membuat lingkungan sekolah menjadi segar, sejuk, dan indah yang akan berdampak pada kenyamanan warga sekolah khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan. 

Selain itu, Kabupaten Balangan sebagai daerah penghasil tambang batubara dan akibat kegiatan pertambangan tersebut telah banyak merusak hutan yang mengakibatkan menurunnya kualitas udara, maka kepedulian untuk meningkatkan kembali kualitas udara melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman perlu dibiasakan sejak dini bagi siswa-siswi.

Berdasarkan uraian singkat di atas, BPSMP menyakini bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, maka sekolah akan kehilangan salah satu fungsinya, yaitu sebagai rumah kedua bagi warga sekolah dalam melaksanakan proses pembelajaran. Perlu sebuah inovasi atau gagasan baru untuk memperbaiki kondisi ini. Bessant (2009) mengemukaan bahwa inovasi adalah membuat sesuatu yang baru, untuk merubah. Oleh karena itu, BPSMP melakukan terobosan untuk melaksanakan inovasi “Gerakan Tanaman Asuh” (GTA).

Secara sederhana, GTA adalah gerakan yang dilaksanakan di sekolah, dimana semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa) diwajibkan memiliki satu atau beberapa pohon atau tanaman yang menjadi tanggungjawabnya. Gerakan ini bertujuan melatih kepedulian warga sekolah terhadap keasrian dan hijaunya lingkungan serta menanamkan karakter tanggung jawab terhadap lingkungan itu sendiri. Selain itu, sekolah yang melaksanakan gerakan ini akan meringankan beban penjaga kebun yang mengurus tanaman, toga, dan pepohonan di lingkungan sekolah.

Pada pelaksanaan inovasi ini, nantinya pohon atau tanaman yang sudah ada di lingkungan sekolah didata dan diinventarisir oleh pelaksana program di sekolah. Selanjutnya, tanaman tersebut dilabel dengan nama pengasuh sebagai pengasuhnya. Pengasuh ini bertanggung jawab penuh terhadap pohon atau tanaman, baik menyiram maupun merawatnya. Apabila mati, pengasuh wajib mengganti pohon atau tanaman serupa atau bisa pohon lain yang terlebih dahulu didata oleh kepanitiaan gerakan pohon asuh. Melalui gerakan ini, lingkungan hayati di sekolah diharapkan dapat terawat dengan baik.

Tujuan Inovasi

a.   Kondisi lingkungan sekolah yang masih belum bisa dijadikan rumah kedua bagi warga sekolah.

b.   Pengelolaan lingkungan hayati di sekolah belum maksimal.

c.    Warga sekolah (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa) kurang atau bahkan tidak peduli terhadap keberadaan dan arti penting pohon atau tanaman.

Perawatan tanaman hanya dibebankan kepada petugas kebun yang jumlahnya tidak sebanding dengan tanaman yang ada di tiap sekolah

Manfaat Inovasi

Inovasi Gerakan Tanaman Asuh (GTA) adalah gerakan yang dilaksanakan di sekolah, dimana semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa) diwajibkan memiliki satu atau beberapa pohon atau tanaman yang menjadi tanggungjawabnya. Inovasi ini bertujuan melatih kepedulian warga sekolah terhadap keasrian dan hijaunya lingkungan serta menanamkan karakter tanggung jawab terhadap lingkungan itu sendiri. Selain itu, sekolah yang melaksanakan gerakan ini akan meringankan beban penjaga kebun yang mengurus tanaman, toga, dan pepohonan di lingkungan sekolah.

              Pada pelaksanaan inovasi ini, nantinya pohon atau tanaman yang sudah ada di lingkungan sekolah didata dan diinventarisir oleh pelaksana program di sekolah. Selanjutnya, tanaman tersebut dilabel dengan nama pengasuh sebagai pengasuhnya. Pengasuh ini bertanggung jawab penuh terhadap pohon atau tanaman, baik menyiram maupun merawatnya. Apabila mati, pengasuh wajib mengganti pohon atau tanaman serupa atau bisa pohon lain yang terlebih dahulu didata oleh kepanitiaan gerakan pohon asuh. Melalui inovasi ini, lingkungan hayati di sekolah diharapkan dapat terawat dengan baik.

Hasil Inovasi

a. Organisasi Kerja

Manfaat yang didapat oleh BPSMP yaitu terealisasinya tugas pokok dan fungsi bidang antara lain pada penyusunan program, koordinasi,  pembinaan, pengaturan, dan pengendalian peserta didik SMP serta kelembagaan dan sarana prasarana SMP. Selain itu, tanaman di sekolah terpelihara dengan baik karena adanya GTA dan sekolah menjadi wahana yang nyaman untuk pelaksanaan proses belajar mengajar.

 

b. Pemerintah Daerah

Inovasi gerakan tanaman asuh ini akan meningkatkan capaian nilai bagi pemerintah daerah untuk meraih penghargaan adipura, dimana tanaman yang terawat dengan baik di sekolah pelaksana GTA dapat dijadikan titik pantau penilaian adipura.

 

c. Masyarakat

Meningkatnya kepedulian warga sekolah terhadap tanaman di sekolah akan berdampak juga pada kepedulian mereka terhadap tanaman di sekitar tempat tinggal mereka di masyarakat. Warga sekolah saat berada di masyarakat dapat menjadi duta perubahan untuk memberikan contoh akan pentingnya kepedulian terhadap tanaman di lingkungan masyarakat itu sendiri.

 

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung