Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana
Nama Inovasi SEDIAAN ANTISEPTIK TANGAN EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE LINN)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 22 May 2020
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Mikroorganisme dapat menyebabkan banyak bahaya dan kerusakan. Hal itu Nampak dari kemampuannya menginfeksi manusia, hewan, serta tanaman, menimbulkan penyakit yang berkisar dari infeksi sampai kematian. Mikroorganisme dapat mencemari makanan dan menimbulkan perubahan – perubahan kimiawi di dalamnya, membuat makanan tersebut tidak dapat dimakan atau bahkan beracun. Karena itu pertumbuhan dan kontaminasi oleh mikroba perlu dikendalikan, yaitu dengan menghambat, membasmi, atau menyingkirkan mikroorganisme, salah satu caranya dengan menggunakan bahan kimia antara lain antiseptik (Pelczar, 2008: 447).

Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menghambat atau mematikan mikroorganisme pada jaringan hidup, yang mempunyai efek membatasi dan mencegah infeksi agar tidak menjadi parah (Djide, 2008: 349). Pemakaian antiseptic tangan dalam bentuk sediaan gel di kalangan masyarakat sudah menjadi gaya hidup. Beberapa sediaan paten antiseptic tangan dapat dijumpai di pasaran. Cara pemakaiannya yaitu dengan diteteskan pada telapak tangan, kemudian diratakan pada permukaan tangan. Konsumen tidak perlu membersihkan tangan dengan air dan sabun. Respon yang positif terhadap tangan barangkali berkaitan dengan paradigm bersih itu sehat, serta pemakaiannya yang praktis (Sari, 2006:2).

Meningkatnya keinginan masyarakat untuk menggunakan bahan alam atau “back to nature” terbukti dengan banyaknya produk-produk topical berbahan aktif tanaman untuk untuk perawatan kesehatan, kosmetik dan pencegahan penyakit. Seperti yang telah dilakukan oleh Retno Sari dan Dewi Isadiartuti Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya yang melakukan penelitian tentang sediaan gel Hand sanitizer dari ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.) dengan efektifitas sama dengan gel Hand sanitizer berbahan aktif etanol dan triklosan (Sari, 2006: 2).

 

Tujuan Inovasi

1.    Diketahui bahwa daun sirih dari tanaman Piper betle linn. Telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk misalnya sebagai obat kumur dan pengobatan luka.

2.    Penggunaan sediaan antiseptic untuk tangan meningkat karena terjadinya penyakit-penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri dan virus, seperti SARS dan flu burung.

3.    Sebagai pencegahan alami dan alternatif untuk pengganti cuci tangan kimia dalam pencegahan Covid-19.

Manfaat Inovasi

1.     Pelaksanaan di fokuskan ke 1 desa (Mantuyan) kemudian  dilanjutkan di 7 Desa wilayah UPT Puskesmas Uren.

2.     Sosialisasi dan peragaan pembuatan Antiseptik berbahan daun sirih

Hasil Inovasi

 

1.     Mencegah, menghambat, membasmi mikroorganisme dengan menggunakan hand sanitizer dari daun sirih (Piper Betle Linn.).

2.     Manfaat yang diharapkan dari produk Hand Sanitizer dari daun sirih (Piper Betle Linn.) menjadi alternative produk farmasi yang berasal dari alam.

3.     Meningkatkan ekonomi masyarakat

 

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung