Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Halong |
| Nama Inovasi | TANGAN PEDAS (Pejuang Desa) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | MARIA OLFA, AM.KL |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 28 January 2018 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Dalam Menuju Desa ODF Desa Liyu mendapatkan CSR dari Yayasan Adaro Bangun Negri (YABN). bentuk CSR/Bantuan ini tidak berwujud materi ataupun stimulan, tetapi berupa pelatihan-pelatihan. YABN mengadakan pelatihan untuk kader kesehatan, berupa pelatihan PHBS, Pelatihan Pemicuan dan Pelatihan Pembuatan Jamban Sehat. Ada dua (2) orang perwakilan masyarakat dilatih menjadi kader kesehatan yang dianggap mau dan mampu menajdi kader di desanya. Usai mengikuti pelatihan, kader kesehatan tersebut pada bulan april 2018 bersama dengan Kepala Desa, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Sanitarian dan Faskab STBM melakukan Sosialisasi STBM Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kampanye CTPS, dan Pemicuan STBM dengan harapan masyarakat tahu dan mampu untuk ber-PHBS sehingga derajat kesehatannya dapat meningkat. Pendekatan yang menjunjung tinggi adat istiadat, kekeluargaan, kebersamaan tanpa menyinggung masalah agama, suku dan ras. Sehingga semua warga terpicu untuk merubah perilakunya dari BABS ke SBS dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan. |
| Tujuan Inovasi | Desa Liyu merupakan desa yang terletak di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Berbatasan dengan Kabupaten Tabalong, berada di daerah pegunungan yang diapit oleh sungai, terdiri dari 4 RT dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 128 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 438 jiwa. Dari jumlah 128 KK yang ada , yang masih berperilaku Buang Air Besar sembarangan (BABS) sebanyak 48 KK (37,5%), seperti BABS di kebun belakang rumah dan sungai. Menurut sebagian masyarakat perilaku tersebut “tidak mengganggu lingkungan” karena mereka BAB di pekarangan sendiri dan di sungai yang langsung hilang karena langsung dimakan ikan. Namun ada sebagian masyarakat yang merasa perilaku tersebut mengganggu lingkungan karena bau. Apalagi setelah ada masyarakat yang mencari ikan di sungai begitu ikan itu di bersihkan terdapat kotoran manusia yang masih terlihat di dalam perut ikan tersebut. Dari kejadian tersebut masyarakat merasa bahwa kebiasaan BAB sembarangan ini mengganggu. |
| Manfaat Inovasi | Metode yang dipakai untuk inovasi ini adalah : 1. Penyuluhan Kesehatan Tentang STBM 2. Pemicuan Rasa Ingin Memiliki Jamban Sehat |
| Hasil Inovasi | Tujuan umum dari inovasi ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan sebagai bahan pembelajaran untuk membuat program inovasi yang berkoordinasi dengan program kesehatan lainnya juga sebagai kontributor serta referensi untuk pelaksanaan program inovasi di puskesmas.
Sedangkan tujuan khusus sebagai bahan pengembangan inovasi dalam program sanitarian di puskesmasHalong.
Manfaat dari program inovasi ini sebagai berikut : 1. Bagi Dinas Kesehatan Sebagai bahan masukan program inovasi di puskesmas 2. Bagi Puskesmas Untuk meningkatkan dan memotivasi kegiatan di puskesmas agar lebih terkoordinir, terpadu dan terarah. 3. Bagi Sanitarian Sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja Program 4. Bagi Sasaran Tercapainya perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik untuk mencapai ODF. |