Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Tebing Tinggi |
| Nama Inovasi | SARIHANDINI ( SELAMATKAN DARI PERNIKAHAN DINI) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | PUSKESMAS TEBING TINGGI |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 12 January 2018 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Fenomena Pernikahan DIni Bukanlah hal baru diindonesia, banyak nenek moyang terdahulu kita yang menikahkan gadis dibawah umur , bahkan jaman dahulu pernikahan diusia matang akan akan menimbulkan perseptif buruk dimata masyarakat. perempuan yag tidak menikah justru mendapat tanggapan miring dari masyrakat dan biasanya disebut perawan tua Kasus pernikahan dini di kalsel persentasinya 48,4 % sedangkan di wilayah kerja puskesmastebing tinggi tahun 2017 terdapat 9 kasus hamil yang tidak diiinginkan, 5 dianatarnya berstatus sebagai pelajar, 18 kasus persalinan remaja dan 27 kasus pernikahan dini . ( sumber data KB Wilayah Tebing Tinggi ) |
| Tujuan Inovasi | Melihat banyaknya kasus kehamilan yang tidak diinginkan dilingkungan sekolah dan membuat mereka harus putus sekolah maka petugas dan kepala sekolah menggalakkan inovasi sarihandini |
| Manfaat Inovasi | Metode yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan pemeriksaan sampel urin pelajar yang menjadi sasaran. bekerja sama dengan pihak sekolah, stategisnya dengan melibatkan pihak sekolah untuk melakukan inovasi dengan pemeriksaan sampel urin dan sebagai efek jera untuk tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah |
| Hasil Inovasi | 1. Tidak adanya lagi siswa yang hamil diluar niah dan harus melakukan pernikahan dini 2. siswa terpapar informasi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini 3. menekan jumlah kasus hamil diluar nikah bagi kalangan pelajar 4. memberikan efek jera kepada siswa yang hamil diluar nikah. |