Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Paringin |
| Nama Inovasi | Baju Daur Ulang Sampah ( BADUSA) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | AMKL / Santy Ermasari |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 05 November 2017 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Sampah plastik di Indonesia mencapai 5,4 ton per tahun, Indonesia Solid Waste Association ( InSWA ) mengajak masyarakat untuk menggunakan plastik ramah lingkungan karena keberadaan plastik saat ini sangat mengkhawatirkan. Sampah plastik menjadi masalah lingkungan berskala global. Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari - hari. Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat, peningkatan pemanfaatan plastik ini terjadi karena plastik bersifat ringan, praktis, ekonomis dan dapat menggantikan fungsi dari barang-barang lain. Perlu diketahui kestabilan unsur fisika-kimia dalam struktur plastik sangatlah kuat, struktur plastik berupa polimer dengan unsur utama karbon dan hydrogen jadi sangat sulit untuk hancur. Berdasarkan hasil MMD Desa paran permasalahan utama dalah masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan seperti kebelakang rumah dan sungai. karena itu munculah ide pemanfaatan sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna. kader kesling bersama ibu PKK desa beserta aparat dan di dukung oleh kepala desa untuk membentuk pemberdayaan masyarakat pemanfaatan kembali sampah plastik, dan kegiatan ini diberi nama Baju Daur Ulang sampah ( BADUSA ). |
| Tujuan Inovasi | Plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan - bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah dari plastik sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami, oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat bagi lingkungan apabila di gunakan tanpa batasan tertentu. Di Desa Paran perilaku masyarakatnya sangat kurang baik karena masih membuang sampah sembarangan, tanpa di olah dan langsung di buang di sekitar rumah dan sungai. sehingga timbulan sampah di Desa Paran sangatlah banyak dan berserakan. sangat menggangu kebersihan lingkungan, |
| Manfaat Inovasi | Pembentukan struktur pemberdayaan masyarakat desa Paran, mengenalkan inovasi ini ke lintas sektor dan rapat - rapat di kecamatan Paringin. kemudian membuat proposal ke PT ADARO Indonesia untuk meminta bantuan mesin jahit dan pelatihan menjahit. setelah kader dan ibu PKK desa menjahit mereka mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna lg. kemudian sampah - sampah plastik diolah menjadi baju, keranjang, karpet, bunga, tas dll, hasil olahan di ikutkan pameran di Banjarmasin dan pernah ikut lomba Fashion show sampah 3R. |
| Hasil Inovasi | Dengan adanya inovasi BADUSA ini masyarakat desa Paran sudah merubah perilaku yang tadinya membuang sampah sembarangan menjadi memanfaatkan sampah untuk di daur ulang. Timbulan sampah semakin sedikit bahkan sudah tidak ada lagi. Hasil olahan sampah plastik pun sangat beragam seperti tas, keranjang, bunga, baju, dan karpet. kegiatan inovasi ini sudah pernah mengikuti pameran di Banjarmasin, fashion show sampah 3R di Balangan. Dengan adanya inovasi ini selain terciptanya lingkungan yang bersih juga bisa mendatangkan nilai rupiah karena produk olahan dijual dan di sewakan. |