Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Paringin |
| Nama Inovasi | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAJU DAUR ULANG SAMPAH (BADUSA) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Santy Ermasari, AMKL |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2017 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Sampah plastic di Indonesia mencapai 5,4 juta ton per tahun. Indonesia Solid Waste Association ( InSWA )mengajak masyarakat untuk menggunakan plastic ramah lingkungan karena keberadaan plastic saat ini sangat mengkhawatirkan. Sampah plastic menjadi masalah lingkungan berskala global. Plastic banyak dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Penggunaan plastic dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat. Pengingkatan pemanfaatan plastic ini terjadi karena plastic bersifat ringan, praktis, ekonomis dan dapat menggantikan fungsi dari barang – barang lain. Sifat praktis dan ekonomis ini menyebabkan plastic sering dijadikan barang sekali pakai, sehingga semakin banyaknya penggunaan perlengkapan dari bahan plastic terutama dalam penggunaan kemasan air minum, menyebabkan semakin banyak pula sampah – sampah plastic. Salah satu factor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi PR besar bagi Indonesia adalah factor pembuangan sampah plastic. Perlu diketahui kestabilan unsure fisika – kimia dalam struktur plastic sangatlah kuat, struktur plastic berupa polimer dengan unsur utama karbon dan hydrogen, dimana polimer merupakan rantai unsur dan karbon adalah anak rantai dari unsure polimer yang sangat mengikat erat dan sulit dicerai beraikan. Oleh karena itu diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk sampah bekas plastic itu agar benar – benar terurai secara alamiah. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negative sampah plastic ternyata sebesar fungsinya juga. Oleh karena itu jika sampah tersebut dibiarkan begitu saja akan menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi kelangsungan hidup mahluk hidup di alam ini. Pandemi atau epidemi global mengindikasikan infeksi COVID – 19 yang sangat cepat hingga hampir tak ada Negara atau wilayah di dunia yang absen dari virus corona termasuk Indonesia. Peningkatan kasus terjadi sangat cepat hingga membutuhkan penanganan secepatnya. Kalimantan Selatan pun tak luput dari kasus ini, bahkan berada di zona merah. Begitu pula kabupaten Balangan juga berada di zona merah, angka kejadian selalu meningkat. salah satu cara untuk mencegah penularan CIVID – 19 adalah dengan cara penyemprotan dan mencuci tangan pakai sabun, sehingga penambahan tumpukan sampah plastic juga meningkat bekas cairan desinfektan dan sabun untuk mencuci tangan |
| Tujuan Inovasi | Pada rapat bulanan Kepala Puskesmas Paringin membentuk tim kelompok kerja UKM, menyampaikan bahwa di desa-desa permasalahan sampah sangat merusak kebersihan lingkungan, maka dari itu kami tim sepakat untuk melakukan MMD ke desa-desa. pada musyawarah masyarakat desa (MMD) di Desa Paran, Januari 2017, Kepala Desa Paran menyampaikan permasalahan tentang tumpukan sampah yang ada di desanya. masyarakat masih banyak yang membuang sampah ke sungai, tumpukan sampah dimana-mana sehingga menimbulkan bau dan mencemari lingkungan. setelah melalui proses diskusi & musyawarah akhirnya dibuat kesepakatan perlunya pembinaan mendaur ulang sampah plastik yang dihasilkan rumah tangga. Berangkat dari momentum tersebut, muncul gagasan untuk membentuk kegiatan yang bisa mengurangi timbulan sampah & mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Maka munculah kesepakatan menamai kegiatan ini dengan Baju Daur Ulang Sampah (BADUSA). |
| Manfaat Inovasi |
|
| Hasil Inovasi |
|