Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Pirsus |
| Nama Inovasi | MAS DARTOH (MASYARAKAT SADAR TENTANG OBAT HIPERTENSI) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Sumarso |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 March 2019 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic dengan konsisten di atas 140/90 mmHg. Diagnosis hipertensi tidak berdasarkan pada peningkatan tekanan darah yang hanya sekali. Tekanan darah harus diukur dalam posisi duduk dan berbaring. Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah pada dinding pembuluh darah. Pengaturan tekanan darah adalah proses kompleks menyangkut pengendalian ginjal terhadap natrium dan retensi air, serta pengendalian system saraf terhadap tonus pembuluh darah (Baradero et al., 2008). Riskesdas 2018 menyatakan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1%), sedangkan terendah di Papua sebesar (22,2%). Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian (Kemenkes RI, 2019). Prevalensi berdasarkan riskesdas 2018, hipertensi pada penduduk Provinsi Kalsel yang berusia di atas 18 tahun adalah 44,1 % tertinggi di Indonesia, kebiasaan mengonsumsi makanan/ minuman berisiko seperti manis, asin dan berlemak , berpengawet, dibakar, daging dan gorengan , kurang sayur dan buah juga kurang aktifitas fisik disinyalir menjadi penyebabnya. Dinkes Prov. Kalimantan Selatan memandang perlu ditingkatkan sosialisasi faktor risiko PTM pada masyarakat. (Kalsel, 2019). Berdasarkan data bidang pengendalian dan pencegahan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kab. Balangan tahun 2017, data hipertensi di wilayah kabupaten balangan yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi laki-laki sebesar 3.974 jiwa dan perempuan sebesar 7.114 jiwa sehingga total sebesar 11.088 jiwa yang tersebar di masing-masing kecamatan dan 12 puskesmas yang ada (Dinkes Balangan, 2017). Ketidakpatuhan pada diri pasien dalam hal pengobatan merupakan masalah yang serius dan sering terjadi pada penyakit kronik seperti hipertensi. Menurut organisasi American College of Cardiology melaporkan kurang dari 50% pasien dengan kondisi kronis menggunakan obat dalam jangka waktu panjang. Indikator patuh dalam pengobatan hipertensi adalah patuh melakukan pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Ketidakpatuhan sendiri dapat menyebabkan kegagalan terapi yang dapat memburuk pada kualitas hidup pasien (Pujasari et al., 2015). Pilbox merupakan suatu wadah yang digunakan untuk mencoba meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan hipertensi. Wadah pillbox berisi obat masing-masing perhari supaya pasien akan lebih mudah meminum obat dan tidak lupa. Di dalam pillbox di beri nomor sehingga pasien akan lebih mudah mengingat. |
| Tujuan Inovasi | Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat masalah yaitu factor apa saja yang mempengaruhi ketidakpatuhan hipertensi di desa mihu wilayah kerja Puskesmas Pirsus? |
| Manfaat Inovasi | 1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang ada di desa Mihu di wilayah kerja puskesmas Pirsus II Sampel diambil dari seluruh populasi di desa mihu. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. 2. Cara Pengumpulan Data Peneliti melakukan pengumpulan data dengan melihat penderita hipertensi yang berobat setiap bulan ke fasilitas kesehatan dan dengan melakukan home care dengan perawat desa mihu. Data primer diperoleh dari wawancara dan kunjungan langsung ke tempat responden. Data yang diperoleh yaitu : 1. Umur 2. Jenis Kelamin 3. Tingkat Pendidikan 4. Tingkat Kepatuhan 5. Riwayat Penyakit penyerta 6. Asupan garam Kemudian responden diberikan Pil Box dan obatnya di gunting sampai 28 hari untuk melihat kepatuhan responden 3. Metode Pengolahan dan Analisis Data a. Pengolahan Data 1. Kuisioner editing Pengecekan jumlah kuisioner, kelengkapan data seperti identitas, kelengkapan isian, sehingga bila tidak lengkap maka akan dilengkapi kembali 2. Entry Kuisioner Memasukan data sesuai ke dalam table. 3. Entry Kepatuhan Setelah Pemberian Pil Box |
| Hasil Inovasi | Pasien patuh dalam pengobatan |