Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata |
| Nama Inovasi | PESONAMU |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Dinas Pariwisata |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2019 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | PEngembangan Sarana dan prasarana Objek wisata Nuansa budaya lokal dan Alam dengan Masyarakat sebagai pelaku Utama Potensi objek-objek wisata alam dan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Balangan cukup banyak. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang, khusunya pemerintah daerah dalam melihat potensi yang memungkinkan dapat dioptimalkan sebagai kawasan strategis daya tarik wisata. Sejalan dengan beberapa fokus pemerintah Kabupaten Balangan, diantaranya meningkatkan atau mengembangkan pariwisata daerah yang bertujuan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Bumi Sanggam, khususnya yang berada dikawasan terkait. Kesadaran pentingnya potensi pariwisata di Kabupaten Balangan juga sejatinya telah dirasakan oleh setiap elemen terkait, baik dari pihak pemerintah, industri kreatif maupun masayarakat pada umumnya. Kekayaan alam yang telah disuguhkan seharusnya dapat menjadi pintu gerbang baru untuk menuju kemajuan Kabupaten Balangan. |
| Tujuan Inovasi | Beberapa daerah yang berada di Kabupaten Balangan memiliki daya tarik yang sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata, seperti yang telah dipaparkan pada latar belakang. Namun, dalam proses atau upaya pengembangannya tentu memiliki beberapa permasalahan krusial yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan destinasi wisata itu sendiri. Pertama, permasalahan dapat dilihat dari aspek pengelolaan pada objek-objek wisata alam yang ada belum dilakukan secara maksimal. Kurangnya perhatian dalam pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata yang sejatinya dapat dilakukan melalui kerja sama dengan SKPD lain agar dapat berkolaborasi dalam upaya mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Balangan. Kedua, kurangnya maksimalisasi pada keragaman budaya lokal yang sejatinya dapat dilestarikan dan menjadi daya tarik destinasi wisata daerah. |
| Manfaat Inovasi | Pengembangan Daya Tarik Wisata Berbasis pada Community Based Tourism (CBT) Pengembangan Daya Traik Wisata berpilar pada tiga sasaran utama yaitu kegiatan edukasi, konservasi dan pemberdayaan masayarakat secara berkelanjutan, hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip pariwisata. Pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Balangan memberikan peran yang signifikan terutama dalam sektor ekonomi. Mengingat dunia pariwisata saat ini telah memasuki jilid ke 4 dan dikenal dengan Pariwisata 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital dan internet. Adanya pariwisata 4.0 ini memungkinkan industri pariwisata hadir menjadi lebih cerdas dan memberikan kemudahan bagi wisatawan, pengusaha pariwisata dan pelaku pariwisata. Salah satu sistem yang dapat diterapakan dalam upaya atau strategi pengembangan Daya Tarik yang sejalan dengan prinsip Pariwisata 4.0 adalah Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata yang berbasis pada masayarakat. Adanya potensi alam yang beragam serta memiliki daya tarik yang mempesona menjadi pintu gerbang bagi sektor pariwisata di Kabupaten Balangan dan menjadi titik terang bagi industri ekonomi kreatif. Kekayaan budaya dan tradisi lokal masayarakat adat di Balangan menghadirkan keunikan yang dapat menjadi magnet wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Upaya pengembangan Daya Tarik Wisata yang optimal tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk peran serta masayarakat lokal. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Pengembangan pada Bidang Edukasi - Melibatkan masayarakat yang memiliki pengetahuan tentang sejarah dan budaya untuk turut serta dalam memberikan informasi dan edukasi kepada wisatawan - Menjalin kerja sama dengan pemuda-pemudi daerah untuk giat menulis terkait sejarah budaya serta berperan aktif dalam perkembangan teknologi - Mendeskripsikan benda-benda atau peninggalan sejarahyang ada di destinasi wisata dengan papan informasi 2. Pengembangan pada Bidang Konservasi - Berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan dengan menghargai dan mengikuti segala aturan yang berlaku di masyarakat - Bersama dengan masayarakat sekitar yang ada di destinasi wisata tertentu, untuk membuat peraturan bagi pengunjung agar tidak mengganggu nilai dan norma yang berlaku disekitar kawasan wisata - Memanfaatkan masayarakat lokal sebagai pengelola dan penjaga kawasan wisata terkait 3. Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan - Mendorong aktif peran serta masayarakat lokal sebagai pelaku utama dalam usaha pariwisata - Melakukan diskusi terbuka terkait pemahaman terkait dampak berkelanjutan dalam aspek ekonomi dengan adanya pengembangan daya tarik wisata daerah |
| Hasil Inovasi | Hal-hal yang telah dipaparkan pada strategi pengembangan daya tarik wisata yang berbasis pada CBT , merujuk pada dampak Tricle Down Effect atau yang dikenal dengan keuntungan ekonomi yang mengucur kebawah. Hal itu tentunya akan berdampak pada sektor ekonomi masayarakat lokal secara luas jika tiga pilar yaitu masyarakat, pemerintah dan industri melakukan kerja sama dalam upaya pengembangan daya tarik wisata khususnya yang ada di Kabupaten Balangan. |