Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Halong |
| Nama Inovasi | PUSAKA LOKAL |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | M. FATKHUL HADI MUSLIH, S.Kep,Ns |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 24 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Sebagai implementasi dari UU Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 dan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009. Bunyi UU Kesehatan tersebut yakni "Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi". Selain itu juga sebagai implementasi dari Permenkes No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Perpres Nomor 14 Tahun 2021. Keberadaan PUSAKA LOKAL juga diperkuat dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Nomor : 443/ 172.1 / SK /DINKES, PPKB -BLG/ 2022 Tentang Kebijakan Inovasi Pusaka Lokal ( Puskesmas Bergerak Bersama Menuju Halong Kebal ). ISU STRATEGIS Isu Strategis tentang Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyerang Global diseluruh negara di dunia termasuk Indonesia sejak awal Januari 2020, yang sebelumnya berawal dari Wuhan ( China ) akhir tahun 2019 yang sangat banyak menelan Korban Jiwa. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Virus dapat menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui partikel cairan kecil ketika orang tersebut batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bernapas. Partikel ini dapat berupa droplet yang lebih besar dari saluran pernapasan hingga aerosol yang lebih kecil. Vaksinasi Covid-19 menjadi sebuah program kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan, kematian akibat Covid-19 dan tercapainya kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) serta melindungi masyarakat dari penyakit Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Vaksinasi dan imunisasi adalah suatau prosedur untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh yang dilakukan untuk memicu sistem imun tubuh, sehingga ada imunitas terhadap suatu penyakit tertentu. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang sangat handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi Herd immunity adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya. Herd immunity dapat dicapai ketika suatu populasi telah mencapai ambang cakupan imunisasi tertentu. Kondisi herd immunity tercapai apabila sebagian besar populasi atau penduduk telah mendapatkan vaksinasi sehingga memiliki dampak untuk dapat menurunkan jumlah keseluruhan virus yang dapat menyebar. Hal ini membantu untuk memastikan bahwa kelompok yang rentan namun tidak bisa menerima vaksinasi dapat tetap aman. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian Covid-19, sebagai garda terdepan dalam mengatasi permasalahan akibat rendahnya cakupan vaksinasi covid-19 dan imunisasi rutin berupaya melakukan berbagai upaya inovatif untuk melindungi masyarakat. Meskipun beberapa obat telah digunakan untuk mengobati pasien COVID-19 yang parah, tidak ada terapi khusus yang disetujui oleh Food and Drug Administration AS. Oleh karena itu vaksinansi menjadi strategi kunci untuk mengendalikan kejadian Covid-19 yakni melalui Inovasi PUSAKA LOKAL. |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN
SECARA MAKRO Adanya Wabah / Pandemi Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyerang Global diseluruh negara di dunia termasuk Indonesia sejak awal Januari 2020, yang sebelumnya berawal dari Wuhan ( China ) akhir tahun 2019 yang sangat banyak menelan Korban Jiwa. Cakupan vaksinasi di Kalimantan selatan masih sangat rendah yakni belum mencapai 70% , sedangkan Target Nasional adalah 70%.
SECARA MIKRO Cakupan vaksinasi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong masih rendah, hal ini disebabkan karena latar belakang masyarakat yang heterogen. Permasalahan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendidikan, budaya, dan agama. Kendala yang terjadi baik imunisasi rutin maupun vaksinasi covid-19 disebabkan karena perbedaan dalam penerimaan dan penyaringan informasi. Banyaknya simpang siur berita dan informasi menyebabkan banyak kesalahpahaman di masyarakat Halong tentang vaksin ini bahkan menjurus ke arah penolakan. UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong sebagai fasilitas kesehatan primer di Kecamatan Halong memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian Covid-19. Puskesmas sebagai garda terdepan dalam mengatasi permasalahan akibat rendahnya cakupan vaksinasi covid-19 dan imunisasi rutin berupaya melakukan berbagai upaya inovatif untuk melindungi masyarakat. Oleh karena itu vaksinansi merupakan strategi kunci untuk mengendalikan kejadian Covid-19. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong sebelum dilakukan Inovasi PUSAKA LOKAL hasilnya adalah Cakupan Vaksinasi Covid-19 masih rendah yakni Vaksin ke-1 ( 75% ) dan Vaksin ke-1 ( 34% ) . Hal ini disebabkan karena latar belakang masyarakat yang heterogen, faktor pengetahuan, pendidikan, budaya, dan agama, perbedaan dalam penerimaan dan penyaringan informasi, banyaknya simpang siur berita dan informasi menyebabkan banyak kesalahpahaman di masyarakat Halong tentang vaksin ini bahkan menjurus ke arah penolakan.
Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Dengan adanya Inovasi PUSAKA LOKAL, cakupan vaksinasi covid-19 di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong dapat meningkat dan diharapkan derajat kesehatan pada masyarakat meningkat dan dapat tercapainya herd immunity di wilayah kecamatan Halong Perubahan yang telah dicapai dengan inovasi Pusaka Lokal antara lain Pada Program Vaksinasi Covid -19 adalah sebelumnya Capaiannya Vaksin ke-1 ( 75% ) menjadi 89,75% dan pada Imunisasi Rutin yaitu sebelumnya 34% menjadi 69,88 % pada Bulan Agustus 2022.
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari Inovasi PUSAKA LOKAL adalah realisasi dan capaian kinerja atau cakupan Vaksinasi Covid-19 dapat yang masih rendah dapat ditingkatkan. Keunggulan atau kebaharuan lain adalah adanya kerjasama dengan seluruh Sektor terkait baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten sehingga terjalin Sinergisitas.
TAHAPAN INOVASI Adapun Tahapan Inovasi PUSAKA LOKAL (Puskesmas Bergerak Bersama Menuju Halong Kebal ) adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Pra Kerja ( Pra vaksinasi ) Melakukan persiapan Kegiatan yaitu : a. Melakukan koordinasi baik secara Lintas Program di Puskesmas maupun Lintas Sektor lainnya seperti berkoordinasi dengan pihak Tim Gugus Kecamatan Halong , Kepala desa, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat , Pihak sekolah untuk menentukan jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 maupun Imunisasi Rutin. b. Menyiapkan tim dan peralatan vaksinasi. Menyusun Jadwal Petugas ( Tim Vaksinasi ) dan Peralatan yang diperlukan untuk Vaksinasi / Imunisasi rutin.
2. Tahapan Kerja ( Vaksinasi ) Melakukan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 atau Imunisasi Rutin antara lain : a. Petugas berangkat menuju tempat vaksinasi Berangkat ke lokasi vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan seperti ke desa A dan B , ke sekolah B , Pesantren C. b. Petugas melakukan pendaftaran terhadap peserta vaksinasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan secara manual dengan mengisi Formulir yang telah disediakan maupun secara online di Aplikasi Geogle Form vaksinasi. c. Petugas mencocokkan identitas pasien dengan kartu identitas Melakukan validasi Data dengan mengecek Data sesuai kartu dan Identitas NIK yang ada. d. Petugas melakukan skrining kesehatan Melakukan Skrining kesehatan oleh Dokter maupun Petugas yang telah ditunjuk / didelegasikan sesuai dengan Formulir skrining yang telah disediakan, apakah seseorang dinyatakan Sehat ( Lolos Skrining ) atau Tidak Sehat ( Ditunda ) atau perlu dirujuk ke Spesialis karena Indikasi Medis penyakit tertentu. e. Petugas mempersilahkan pasien yang lolos skrining untuk dilakukan vaksinasi. Pasien yang Sudah lolos Skrining atau dinyatakan sehat , dilakukan Vaksinasi covid-19 atau Imunisasi rutin yang sesuai, misalnya Vaksinasi Dosis ke-2 ( Jenis vaksin Sinovac ) , Vaksinasi Dosis ke-3 / Booster ( Jenis Vaksin Pfizer ). f. Petugas Melakukan Entri data P care dan Hasil Vaksinasi ke dalam Aplikasi P care BPJS sesuai dengan Data Riwayat vaksinasi. g. Petugas menyiapkan vaksin yang diberikan h. Petugas melakukan penyuntikkan vaksinasi i. Petugas melakukan pencatatan terhadap vaksin yang diberikan j. Petugas mempersilahkan pasien untuk istirahat dan dilakukan observasi selama 15-30 menit Sambil melakukan Observasi, Petugas memberikan penyuluhan / Pendidikan kesehatan tentang Vaksinasi Covid-19 ( definisi, tujuan, manfaat, efeksamping, tanda & Gejala paska vaksinasi dan cara penanganannya ) k. Petugas melakukan entry data dan melakukan Print Out Hasil Vaksinasi Covid-19 Petugas mempersilahkan pasien untuk pulang setelah selesai dilakukan observasi setelah vaksinasi dan menjelaskan waktu vaksinasi berikutnya l. Petugas melakukan rekap yang data yang tervaksin dan vaksin yang digunakan setelah kegiatan Petugas membereskan seluruh perlengkapan vaksinasi |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Tujuan adanya Inovasi PUSAKA LOKAL adalah : 1. untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pemberian vaksinasi Covid-19 2. sebagai upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong. 3. Menjalin kerjasama dan Sinergisitas dengan seluruh sektor terkait.
MANFAAT INOVASI Manfaat yang diperoleh dengan adanya Inovasi PUSAKA LOKAL adalah : 1. Manfaat bagi Organisasi a. Optimalnya cakupan program imunisasi dan vaksinasi b. Peningkatan dan pencapaian kinerja instansi 2. Manfaat bagi Pemerintah Daerah a. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat b. Membantu pengendalian pandemi covid-19 c. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
3. Manfaat bagi Masyarakat a. Lebih mudah dalam memahami informasi terkait dengan vaksinasi covid-19 b. Informasi yang didapatkan akurat dan dapat dipercaya, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tujuan vaksinasi Covid-19 c. Mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan vaksinasi Covid-19
HASIL INOVASI Terlaksananya Inovasi PUSAKA LOKAL yang diterapkan untuk Peningkatan Cakupan Vaksinasi Covid-19 yakni Vaksin ke-1 ( 75% ) menjadi 89,75% dan Vaksin ke-2 sebelumnya 34% menjadi 69,88 % dan Booster 15,60%. |