Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan |
| Nama Inovasi | Diseminasi informasi pertanian melalui bahan penyuluhan dalam format digital |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Theresya Fitriana, SP |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 03 November 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Dasar Hukum: Menurut Peraturan Menteri Pertanian nomor 52 tahun 2009 tentang Metode Penyuluhan Pertanian, metode penyuluhan pertanian adalah cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka tahu, mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodolan, sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Isu Strategis: Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tak terkecuali di bidang pertanian maka mucul lah berbagai teknologi dan inovasi baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh sebab itu itu dibutuhkan penyuluh-penyuluh yang kompeten, adaftif dan inovatif. Dalam menjalankan tugasnya. Penyuluh diharapkan mampu menyebarluaskan informasi pertanian dengan cara-cara yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Belum optimalnya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam diseminasi informasi pertanian pada BPP Awayan merupakan isu prioritas yang harus diselesaikan karena apabila isu ini terus dibiarkan maka dapat berdampak pada kurang efektif dan efisiennya proses diseminasi informasi pertanian akibatnya proses penyampaian informasi ke petani menjadi lambat, terbatas oleh ruang, waktu dan biaya serta kurang menarik. |
| Tujuan Inovasi | Permasalahan Makro : Tantangan para penyuluh dalam memberikan penyuluhan sangat beragam mulai dari jarak yang harus ditempuh, sulitnya medan jalan di lapangan yang harus dilalui untuk menemui para petani secara langsung, ketidakpastian kesibukan petani kapan mereka berada di rumah, di lahan atau ke tempat lain serta kesulitan para petani untuk menyimpan dan membuka kembali materi penyuluhan saat dibutuhkan kembali. Permasalahan Mikro: Selama ini para penyuluh khususnya yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Awayan pada umumnya hanya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi berupa handphone dan sosial media WhatsApp sebatas untuk menghubungi para petani belum memanfaatkannya sebagai media diseminasi informasi. Pembuatan materi dan media penyuluhan pertanian sebagian besar pun masih menggunakan media cetak seperti brosur dan lefleat, belum menggunakan format digital. Hal ini membuat diseminasi informasi pertanian menjadi kurang efektif dan efisien dalam memberikan bahan penyuluhan dan informasi pertanian.
|
| Manfaat Inovasi | Sebelum Inovasi: Bahan penyuluhan hanya tersedia dalam bentuk fisik seperti lefleat, penyuluh harus mengeluarakan biaya untuk mencetak lefleat dan tidak semua petani bisa kebagian lefleat karena keterbatasan dana, selain itu sebagian besar petani kesulitan dalam menyimpan lefleat karena mudah hilang, rusak dan tercecer sehingga petani sulit menemukan materi penyuluhan yang telah diberikan saat dibutuhkan kembali. Sesudah Inovasi: Bahan penyuluhan selain tersedia dalam bentuk fisik juga tersedia dalam format digital baik berupa video, infografis, dan power point. Keunggulan/Kebaharuan: Dengan tersedianya bahan penyuluhan dalam format digital akan memudahkan para penyuluh melakukan diseminasi informasi pertanian secara efektif efisien dan para petani dapat lebih mudah untuk memperoleh, menyimpan dan membagikan informasi pertanian tersebut. Tahapan Inovasi: 1. Melakukan analisis materi tema materi penyuluhan apa yang dibutuhkan 2. Melaksanakan pembuatan materi penyuluhan dalam format digital (video, infografis, power point) 3. Membuat akun google drive untuk menyimpan bahan penyuluhan dalam format digital 4. Melaksanakan pengunggahan informasi pertanian pada akun sosial media Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Awayan 5. Melakukan sosialisasi kepada petani mengenai tersedianya bahan penyuluhan dalam format digital dan cara mengaksesnya 6. Melakukan evaluasi hasil kegiatan |
| Hasil Inovasi | Tujuan: Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam diseminasi informasi pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Awayan dengan membuat bahan penyuluhan format digital dalam bentuk video penyuluhan, infografis dan power point yang berisi informasi pertanian Hasil/Dampak: Dampak yang diharapkan dari adanya inovasi ini adalah petani dapat memiliki bahan/materi penyuluhan yang mudah diperoleh, disimpan dan disebar luaskan. |