Detil Inovasi SINOVDA
Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan |
| Nama Inovasi | Si KADO (Sistem Kalkulator Dosis) Herbisida |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Muamar Kadafi, A.Md.P. |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 19 November 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 Tentang Perlindungan Tanaman menyebutkan bahwa Pestisida adalah zat atau senyawa kimia, zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta organisme renik atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman. Pada Pasal 15 (1) Penggunaan pestisida dalam rangka pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dilakukan secara tepat guna. (2) Penggunaan pestisida dalam rangka pengendalian organisme pengganggu tumbuhan yang mempunyai dampak terhadap kesehatan manusia dilakukan dengan memperhatikan persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pendaftaran Pestisida menyebutkan bahwa pestisida merupakan bahan beracun yang memiliki potensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati, menyebabkan resistensi, resurjensi, timbulnya hama baru, serta gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga harus dikelola dengan penuh kehati-hatian.
ISU STRATEGIS Pada perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut setiap orang harus mampu beradaptasi, termasuk para pelaku dibidang pertanian. Saat ini di daerah setempat belum ditemukan sebuah inovasi yang memudahkan para petani dalam penggunaan dosis herbisida. Kurangnya ketepatan dalam penggunaan obat pertanian khususnya herbisida dapat memberikan beberapa kerugian pada kegiatan pertanian yang dilakukan oleh petani atau kelompok tani baik dari segi biaya yang dikeluarkan maupun bagi lingkungan. Penggunaan obat pertanian harus menggunakan prinsip tepat yaitu tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara. Kebanyakan dari petani dalam menggunakan obat pertanian biasanya tidak memperhatikan dosis anjuran yang tertera pada label kemasan dan efek samping dari penggunaan dengan dosis tidak tepat. |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN Penggunaan herbisida untuk pengendalian gulma harus tepat, namun pada kenyataannya penggunaan herbisida sering tidak memperhatikan label yang tertera pada kemasannya, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati, menyebabkan resistensi, resurjensi, timbulnya hama baru, serta gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Petani dalam pengendalian gulma sering kali menginginkan hasil yang cepat dan praktis. Penggunaan herbisida dalam dosis tinggi atau tidak sesuai dapat menyebabkan dampak negatif. Selain itu juga jenis dan kapasitas alat semprot yang berbeda menyebabkan perbedaan konsentrasi herbisida yang diaplikasikan. Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan sebuah inovasi berupa aplikasi berbasis android yang dapat menghitung penggunaan dosis herbisida yang kemudian di beri nama “Si KADO (Sistem Kalkulator Dosis) Herbisida. Sehubungan dengan adanya aplikasi ini diharapkan dalam penggunaan herbisida petani dapat mematuhi dosis anjuran. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Kondisi Sebelum Inovasi Penggunaan herbisida untuk pengendalian gulma kebanyakan masih menggunakan anjuran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dasarnya karena berbagai faktor. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi tanaman, lingkungan, pengguna maupun orang lain. Kondisi Setelah Inovasi Perubahan yang dihasilkan setelah adanya aplikasi Si KADO (Sistem Kalkulator Dosis) Herbisida adalah :
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan dari aplikasi Si KADO adalah kemudahan dalam menghitung dosis herbisida sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan dan mengurangi risiko dampak negatif yang timbul dari penggunaan herbisida. Aplikasi bersifat offline atau tidak memerlukan akses internet untuk menggunakannya. TAHAPAN INOVASI Tahapan inovasi pada Si KADO (sistem Kalkulator Dosis) Herbisida adalah sebagai berikut:
|
| Hasil Inovasi | Memberikan kemudahan untuk menghitung dosis herbisida agar sesuai dengan dosis anjuran. Sebelum melakukan kegiatan pengendalian gulma dengan herbisida petani terlebih dahulu melakukan kalibrasi alat semprot sehingga petani lebih memperhatikan kondisi alat semprot yang dimiliki. |