Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Pirsus |
| Nama Inovasi | KAPUS LEBAI (KArtu stok PUSkesmas LEbih BAIk) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | apt. Rakhmat Fauzi, S. Farm |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Dasar Hukum Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 76 tahun 2016, Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Dalam pengelolaan kefarmasian, didalam nya ada termasuk bagian administrasi. Administrasi meliputi pencatatan dan pelaporan terhadap seluruh rangkaian kegiatan dalam pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai, baik Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang diterima, disimpan, didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau unit pelayanan lainnya. Tujuan pencatatan dan pelaporan adalah: bukti bahwa pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai telah dilakukan; sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian; dan sumber data untuk pembuatan laporan (Permenkes No. 76, 2016). Stok obat yang sangat banyak ataupun sangat sedikit dapat mengakibatkan sebuah masalah pada puskesmas. Apabila stok obat kurangataupun habis,maka akan menimbulkan kekecewaan pada masyarakat yang datang ke puskesmas ingin berobat tetapi obatnya habis. Sedangkan stok barang lebih juga akan berpengaruh kepada obat yang akan kadaluwarsa. Proses pengelolaan obat manual yang dilakukan oleh apoteker. Pengecekan obat ini dilakukan untuk mengetahui apakah persediaan obat baik secara fisik dan komputer/excel memiliki jumlah yang sama. (Waidah et al., 2021).
Isu Strategis
Berdasarkan PerMenPan RB Nomor: 377/MENKES/PER/V/ 2009 tentang jabatan fungsional apoteker, salah satu tugas apoteker ahli pertama adalah pengelolaan perbekalan farmasi di puskesmas. Selama menjalankan tugas sebagai apoteker ahli pertama di UPT Puskesmas Pirsus II Juai Kabupaten Balangan, dari hasil pengkajian dan data yang didapatkan, terdapat isu yang sangat penting mengenai belum optimal nya pencatatan harian stok obat yang ada di puskesmas. Setelah dikaji, didapati isu tersebut yang yang perlu dicarikan jalan keluar pemecahannya di Puskesmas Pirsus. Kemudian dilihat dan diamati tentang masalah apa yang paling mendesak, paling serius juga harus segera dibahas, dan memiliki kemungkinan buruk yang muncul apabila tidak segera diselesaikan. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk membuat inovsi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) di UPTD Pirsus Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
|
| Tujuan Inovasi | Metode stock opname di Puskesmas Pirsus Kecamatan Juai masih menggunakan metode pencatatan periodik, hanya melakukan perhitungan fisik barang tanpa mencatat keluar masuknya barang tersebut. Petugas melakukan perhitungan fisik (Stock Opname) satu bulan sekali pada akhir bulan. Menghitung satu bulan sekali memang lebih mudah, tapi obat tidak dapat dipantau pengeluaran hariannya,maka obat berpotensi selisih atau hilang akan lebih besar. Tahun 2022 didapatkan data obat 383 item, tetapi hanya 205 item obat yang memiliki kartu stok (Data Farmasi Puskesmas Pirsus, 2022)., sehingga ini mempersulit petugas dalam melakukan perhitungan fisik laporan bulanan, hal ini menjadi perhatian bagi UPTD Puskesmas Pirsus terutama unit Farmasi, sehingga terciptalah inovasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk).
|
| Manfaat Inovasi | Upaya yang dilakukan Sebelum Inovasi Sebelum adanya inovasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk), unit farmasi UPTD Puskesmas Pirsus melakukan perhitungan fisik barang tanpa mencatat keluar masuknya barang, tidak semua unit menggunakan kartu stok, hanya gudang obat yang menggunakan kartu stok, sedangkan apotek tidak menggunakan, sehingga pelaporan sering terjadi selisih antara obat masuk dan keluar. Upaya yang Dilakukan Setelah Inovasi Upaya yang dilakukan setelah berjalannya inovasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) dengan cara memberi kartu stok pada setiap item obat, baik pada gudang obat ataupun apotek di UPTD Puskesmas Pirsus, dengan melibatkan petugas pengelola ruangan, tenaga kesehatan yang bersangkutan yang memerlukan obat-obatan untuk program luar gedung seperti Pusling, posbindu PTM, Posyandu Lansia, serta bidan desa yang memerlukan obat-obatan. Menjelaskan kepada petugas kesehatan lain agar setiap meminta obat untuk mencatat di dalam kartu stok obat masuk ataupun obat keluar, agar pelaporan obat tidak ada mengalami selisih. Keunggulan Keunggulan dari KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) pencatatan dan pelaporan obat lebih optimal, tidak mengalami selisih antara obat masuk ataupun obat keluar, penyususnan obat lebih rapi dan tertata. Tahapan Inovasi 1. Perencanaan Sebelum melaksanakan inovasi mutar ini, tim inovator melakukan koordinasi dengan kepala puskesmas dan pihak terkait seperti perawat, bidan, pengelola Jaminan Kesehatan Nasional di UPT Puskesmas Pirsus untuk rancangan anggaran pembelian fotocopy kartu stok obat. 2. Proses Pelaksanaan Proses pelaksanaan dilakukan setiap hari, setiap obat yang keluar dari resep setiap hari harus dicatat pada kartu stok, begitupun jika ada obat masuk dari gudang farmasi harus tercatat jumlah, tanggal, kadaluarsa obat, seta diberi tanda tangan petugas yang melaporkan pada kartu stok 3. Editing Proses penyususnan editing video agar hasil dari pelaksanaan KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) 4. Publikasi Publikasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) dengan cara menyampaikan hasil dari inovsi melalui sosial media seperti instagram UPTD Puskesmas Pirsus, agar inovasi ini lebih dikenal masyarakat. |
| Hasil Inovasi | Tujuan Inovasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) merupakan pelaksanaan pencatatan dan pelaporan inovasi melalui kartu stok obatdengan tujuan agar obat yang masuk dan keluar tidak ditemukan selisih. Manfaat Inovasi 1. Manfaat bagi Organisasi a. Pencatatan obat teratur b. Pemeriksaan obat jadi leih mudah 2. Manfaat bagi Pemerintah Daerah a. Pelaporan stok obat keluar dan masuk yang tepat tanpa adanya selisih dalam pelaporan b. Pelaporan dapat diterima lebih cepat dan tepat 3. Manfaat bagi Masyarakat Lebih mudahnya memberikan resep kepada pasien karena setiap item obat memiliki kartu stok masing-masing, sehingga dalam pelayanan pemberian resep kecil terjadi kemungkinan dalam tertukarnya obat.
Hasil Hasil dari inovasi KAPUS LEBAI (KArtu stok PUskesmas LEbih BAIk) ditemukan hasil semua obat yang ada di gudang obat ataupun apotek UPTD Puskesmas Pirsus suda mempunyai kartu stok obat per item, sehingga tidak ditemukan selisih antara obat masuk dan keluar setiap hari. |