Detil Inovasi SINOVDA

Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok UPT Puskesmas Uren
Nama Inovasi BEKAL AKROBAT (BErikan LAbel, Awasi KadaluaRsa OBAT)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah apt. Rahmi Safitri, S.Farm
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 09 May 2022
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Adanya pandemi Covid 19 yang terjadi menyebabkan menurunnya kunjungan pasien di beberapa Puskesmas di Kabupaten Balangan, salah satunya adalah Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Uren, Kabupaten Balangan. Hal ini menjadi salah satu penyebab persediaan obat-obatan tidak bergerak secara optimal sehingga terjadi kondisi deathstock obat (stok obat tidak bergerak), sedangkan persediaan obat mempunyai batas kadaluwarsa. Apabila tidak dilakukan pengawasan dan pengelolaan dengan baik maka dapat menyebabkan banyak sediaan obat yang kadaluwarsa. Obat yang kadaluwarsa berpotensi membahayakan pasien dan Puskesmas.

Berdasarkan hasil riset Kesehatan Dasar 2018, dinyatakan bahwa 47% masyarakat masih suka untuk menyimpan obat dari dokter yang tersisa jika belum habis digunakan. Dari 47% tersebut, sebanyak 32,1% obat yang disimpan masih layak dikonsumsi dan sisanya sebanyak 42,2% disimpan untuk persediaan. Tentu hal ini akan memiliki resiko akan keamanan obat tersebut jika digunakan dirumah. Padahal, obat yang telah dibuka dari kemasannya, diracik, dicampur atau dilarutkan akan memiliki tanggal kadaluarsa yang berbeda dari kemasan (tanggal kadaluarsa dari pabrik). Obat yang telah melewati masa kadaluarsa akan kehilangan potensi manfaatnya, yang artinya obat tersebut tidak lagi ampuh untuk mengatasi gejala penyakit. Lebih dari itu, obat yang  kadaluarsa juga bisa menimbulkan masalah kesehatan serius dan keracunan yang mengancam nyawa. 

Kondisi kadaluwarsa obat juga dapat terjadi sebelum tanggal expired date yang tertulis  di kemasan. Kondisi ini dinamakan dengan Beyond Use Date (BUD). Tanggal atau waktu BUD ditentukan sejak obat dibuka dari kemasan primernya, diracik, dicampur atau dilarutkan. Banyak masyarakat yang belum mengetahui akan hal ini, sehingga masih banyak masyarakat yang menyimpan sisa obat dari pengobatan sebelumnya untuk digunakan kembali.

Mengingat BUD tidak selalu tercantum pada kemasan produk obat, maka penting untuk memberikan informasi kepada pasien untuk dapat menggunakan obat dengan tepat dan aman yakni dengan pemberian etiket (label). Adanya pemberian label ini, dapat menjamin mutu dan stabilitas obat serta dapat menjamin keamanan penggunaan obat secara mandiri dirumah oleh pasien, sehingga akan terwujud mutu pelayanan kesehatan yang optimal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Mengingat akan bahaya dan kerugian yang mungkin akan terjadi, , maka UPTD Puskesmas Uren menganggap perlu untuk melakukan pengawasan terhadap obat kadaluwarsa ini. Pengawasan akan obat kadaluarsa ini juga dilakukan terhadap obat yang masih dalam penyimpana  di Apotek Puskesmas. Pengawasan dilakukan dengan penandaan warna label pada kemasan obat di Apotek Puskesmas dan dikontrol dengan “Kartu Akrobat” untuk mempermudah seleksi obat yang mendekati tanggal kadaluwarsa.

Pengawasan terhadap masa kadaluwarsa obat ini ,oleh UPTD Puskesmas Uren diwujudkan dengan inovasi yang diberi nama BEKAL AKROBAT atau Berikan Label, Awasi Masa Kadaluwarsa Obat. Inovasi ini akan memberikan pengawasan baik terhadap obat-obatan yang disimpan di Puskesmas untuk menjaga agar obat kadaluwarsa tidak lolos ke Pasien dan memberikan pengawasan terhadap obat-obatan pasien yang digunakan secara mandiri di rumah. Sehingga masyarakat dipastikan akan mendapatkan obat-obatan yang masih terjamin mutu dan keamanannya.

Tujuan Inovasi

Pengelolaan Obat dan BMHP (Bahan Obat Habis Pakai) di Puskesmas merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Sediaan Farmasi dan BMHP yang efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan. Dalam pelayanan kefarmasian pemantauan terhadap masa kadaluarsa obat penting dilakukan untuk menjamin keamanan dan mutu penggunaan sediian farmasi dalam mewujudkan mutu pelayanan yang optimal. Kegiatan pemantauan masa kadaluarsa obat ini merupakan bagian kegiatan pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP yang erat kaitannya dengan kegiatan penerimaan, penyimpanan dan distribusi serta sangat berkaitan erat dengan kegiatan pelayanan resep.

Pada pengelolaan obat dan BMHP dalam pengawasan terhadap masa kadaluarsa terdapat kendala-kendala yang dihadapi di Puskesmas Uren Kabupaten Balangan, yaitu:

1.    Pemantauan masa kadaluarsa di proses penyimpanan yang masih manual

2.    Kondisi sediaan obat yang banyak dan petugas yang sedikit, membuat waktu yang lebih lama jika harus melakukan pengecekan

3.    Tidak terdapat penanda waktu kadalursa ditempat penyimpanan sehingga obat kadaluarsa bisa tidak terawasi secara khusus khawatir diserahkan ke pasien

4.    Pengetahuan pasien akan masa kadaluarsa obat yang masih rendah menyebabkan pasien penyimpan obat secara mandiri dirumah untuk kebutuhan berulang

5.    Masih rendahnya anggaran sehingga belum terdapat penandaan yang mencukupi baik untuk obat yang tersimpan di Apotek Puskesmas maupun untuk obat yang akan diserahkan kepada pasien.

Untuk mengatasi belum optimal pengelolaan ini, perlu dilakukan pengawasan yang lebih mudah agar memudahkan petugas dalam melakukan seleksi obat sesuai masa kadaluarsanya dalam tahap penyimpanan obat dan untuk lebih efektif juga diberikan informasi kepada pasien untuk menggunakan obat yang dalam kondisi stabil dan mutu terbaik (tidak kadaluarsa). Salah satu inovasi yang dapat mengoptimalkan kegiatan ini adalah dengan melakukan pemberian label baik di tahap penyimpanan (saat obat disimpan di Apotek) dan tahap pemberian obat dari resep kepada pasien untuk prnggunaan obat dirumah. Dimana dengan pemberian label ini dapat memudahkan tim Farmasi mengawasi obat di Apotek Puskemas Uren dan memudahkan pasien dalam mengetahui akan keamanan obat yang merekan gunakan dirumah.

Manfaat Inovasi

Upaya yang Dilakukan Sebelum Inovasi

Pengelolaan Obat dan BMHP di Puskesmas Uren belum optimal, masih tersimpannya obat yang telah kadaluarsa atau sudah expidered date di tempat penyimpanan obat yang akan membuat resiko fatal yaitu obat yang telah kadaluarsa diberikan kepada pasien saat penyerahan obat dari resep. Tidak adanya informasi pengingat masa kadalaursa obat pada etiket obat yang diberikan kepada pasien juga akan menimbulkan resiko penggunaan obat kadaluarsa oleh pasien dirumah karena masa simpan obat dirumah yang tidak sesuai aturan BUD (Beyond Use Date).

Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi

Pemberian label untuk mengawasi masa kadalursa obat dan BMHP merupakan bentuk inovasi untuk menjamin keamanan dan mutu penggunaan obat dan BMHP baik saat obat masih di Apotek Puskesmas maupun saat obat tersebut sudah digunakan oleh pasien dirumah. Dengan adanya ini, selain untuk menjamin keamanan penggunaan dan mutu obat juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan pelayanan kesehatan dasar khususnya di wilayah kerja Puskesmas Uren yang kondisi kepercayaan akan pelayanan kesehatan medisnya masih rendah, karena pada daerah terpencil masih banyak yang mempercayakan pengobatan kesehatan meraka pada pengobatan tradisional. 

Inovasi Bekal Akrobat ini dilakukan dari bulan Juni 2022 sebagai bentuk kegiatan untuk mempermudah pengawasan obat di Apotek Puskesamas Uren Kabupaten Balangan. Diharapkan dengan inovasi ini, dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas karena obat-obatan adalah bagian yang tidak terpisahkan pada kegiatan pelayanan kesehatan dan merupakan tahap terpenting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang optimal dan bermutu. Karena kesalahan atau kekeliruan dalam menggunakan obat dapat membuat kegagalan dalam terapi yang dijalani dan membuat kepercayaan akan pelayanan kesehatan akhirnya dapat menurun.

Hasil Inovasi

Terjaminnya mutu dan kualitas obat-obatan yang ada di Puskesmas, terjaminnya keamanan obat-obatan saat digunakan oleh masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat akan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Uren sehingga terwujud pelayanan kesehatan yang optimal.

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah Peraturan Kepala Daerah

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/305-1/Dinkes,PPK
Tanggal Surat    :  30/11/2022
Tentang   :  SK Kadis - Penetapan Program Inovasi di UPTD Puskesamas Uren Kabupaten Balangan
Dokumen  :  ya SK Dinkes_compressed.pdf

No Surat  :  188.45/885/Kum Tahun
Tanggal Surat    :  19/12/2022
Tentang   :  Surat Keputusan Bupati Balangan - Penetapan Inovasi, Pamong, Admin dan Inovator Daerah Tahun 2022
Dokumen  :  bekal akrobat_compressed y.pdf

2 Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) Lebih dari 30

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/305-1/Dinkes,PPK
Tanggal Surat    :  30/11/2022
Tentang   :  SK KADIS - Penetapan Program Inovasi UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan
Dokumen  :  2. SDM UPLOAD.pdf

3 Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project), perekayasaan, laboraturium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi di T-0, T-1 dan T-2

Bukti Pendukung

No Surat  :  1.02.02.2.02
Tanggal Surat    :  31/08/2021
Tentang   :  RKA 2021
Dokumen  :  1. RKA 2021 HL.pdf

No Surat  :  DPA/A.1/1.02.2.14.0.
Tanggal Surat    :  29/12/2022
Tentang   :  DPA 2023
Dokumen  :  DPA 2023.aau_compressed.pdf

No Surat  :  5..1.02.01.01.0024
Tanggal Surat    :  9/12/2022
Tentang   :  RKA Anggaran JKN 2023 ( Pelabelan di Anggarkan pada ATK)
Dokumen  :  RKA 2023 JKN PUSKESMAS UREN.pdf

No Surat  :  1.02.02.2.01.21
Tanggal Surat    :  31/08/2022
Tentang   :  RKA 2022
Dokumen  :  RKA 2022 OBAT.pdf

No Surat  :  rka jkn 2023
Tanggal Surat    :  3/1/2023
Tentang   :  rka JKN 2023
Dokumen  :  RKA 2023 JKN PUSKESMAS UREN (1).pdf

4 Alat Kerja Alat kerja yang digunakan dalam pelaksanaan inovasi yang mudah diakses oleh pengguna misalnya pemanfaatan platform digital untuk media sosialisasi, pemberian layanan inovasi, dan peroleh data/informasi dan lain-lain Pelaksanaan kerja sudah didukung sistem

Bukti Pendukung

Tentang   :  Penggunaan IT pada Inovasi Bekal Akrobat
Dokumen  :  BUKTI PENGGUNAAN IT PADA INOVASI DARI AWAL - SISTEM.pdf

5 Bimtek Inovasi Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daearah Dalam 2 tahun terakhir pernah lebih dari 2 kali bimtek (Bimtek, Training dan TOT)

Bukti Pendukung

No Surat  :  073/953-LID/Bapeddal
Tanggal Surat    :  29/05/2023
Tentang   :  Pendampingan Pembuatan Berita Inovasi Daerah
Dokumen  :  Bimtek (29 Mei 2023) Pendampingan Pembuatan Media Berita.pdf

No Surat  :  073/154/Bapeddalitba
Tanggal Surat    :  8/5/2023
Tentang   :  Bimtek "Membangun Lingkungan dan Budaya Inovasi Menuju Balangan Maju dan Sejahtera"
Dokumen  :  Bimtek (8 Mei 2023) Aria Barito.pdf

No Surat  :  073/354/Bapeddalitba
Tanggal Surat    :  8/3/2023
Tentang   :  Pendampingan Penyususunan Profil dan Data Dukung Inovasi
Dokumen  :  Rabu, 08 Maret 2023. pendampingan penyusunan profil dan data dukung inovasi-compressed.pdf

No Surat  :  073/067/Bapeddalitba
Tanggal Surat    :  9/1/2023
Tentang   :  Sosialisasi dan Penjaringan Inovasi Daerah
Dokumen  :  Sosialisasi dan Penjaringan Inovasi Daerah(2)_compressed.pdf

No Surat  :  073/1549/Bappedalitb
Tanggal Surat    :  1/8/2023
Tentang   :  Pemberitahuan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah
Dokumen  :  31. Pemberitahuan Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah_compressed (1).pdf

6 Program Dan Kegiatan inovasi Perangkat Daerah dalam RKPD Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah Pemerintah daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RKPD T-1, T-2 dan T-0

Bukti Pendukung

No Surat  :  32
Tanggal Surat    :  19/07/2021
Tentang   :  RKPD-P 2021
Dokumen  :  6. P-RKPD 2021 BEKAL_compressed (1).pdf

No Surat  :  Nomor 34 Tahun 2021
Tanggal Surat    :  1/7/2021
Tentang   :  RKPD 2022
Dokumen  :  1. RKPD KAB. BALANGAN TAHUN 2022_compressed.pdf

No Surat  :  RKPD 2021
Tanggal Surat    :  22/07/2021
Tentang   :  RKPD 2021
Dokumen  :  RKPD 2021 - AKROBAT.pdf

No Surat  :  34
Tanggal Surat    :  1/7/2021
Tentang   :  RKPD 2022
Dokumen  :  6. RKPD KAB. BALANGAN TAHUN 2022 BEKAL_compressed (1).pdf

No Surat  :  65
Tanggal Surat    :  6/7/2022
Tentang   :  RKPD 2023
Dokumen  :  6. RKPD TAHUN 2023 BEKAL_compressed.pdf

7 Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2) Inovasi melibatkan lebih dari 5 aktor

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/305-1/Dinkes,PPK
Tanggal Surat    :  30/11/2022
Tentang   :  SK Kadis Penerapan Program Inovasi UPTD Puskesmas Uren dan Lampiran TIM Pelaksana Inovasi Bekal Akrobat
Dokumen  :  7. Aktor Inovasi di Highlight.pdf

8 Pelaksana inovasi daerah Penetapan tim pelaksana inovasi daerah Ada pelaksana dan ditetapkan dengan surat penugasan atau surat perintah kepala SKPD atau yang setara

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/305-1/Dinkes,PPK
Tanggal Surat    :  30/11/2022
Tentang   :  SK Kadis - Penetapan Program Inovasi UPTD Puskesmas Uren dan Lampiran Penetapan TIM Inovasi Bekal Akrobat
Dokumen  :  2. SDM UPLOAD.pdf

9 Jejaring Inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) Inovasi melibatkan 5 Perangkat Daerah atau Lebih

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/305-1/Dinkes,PPK
Tanggal Surat    :  30/11/2022
Tentang   :  SK Kadis - Lampiran Penetapan TIM Program Inovasi Bekal Akrobat
Dokumen  :  7. Aktor Inovasi di Highlight.pdf

10 Sosialisasi Inovasi Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Media Berita

Bukti Pendukung

Tentang   :  Rangkuman Sosialisasi yang dilakukan terhadap inovasi bekal akrobat
Dokumen  :  SOSIALISASI INOVASI BEKAL AKROBAT.pdf

Tentang   :  Kemudahan untuk pasien mendapatkan informasi tentang masa kadaluarsa obat yang mereka konsumsi dapat dilakukan via wa, email, ig, fb dari Puskesmas Uren
Dokumen  :  BROSUR BUD_page-0001.jpg

Tentang   :  SOSIALISASI BEKAL AKROBAT
Dokumen  :  BEKAL AKROBAT.jpeg

11 Pedoman Teknis Ketentuan dasar penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book Telah terdapat Pedoman teknis berupa buku yang dapat diakses secara online atau berupa video tutoria

Bukti Pendukung

Tentang   :  BUKU PETUNJUK / PEDOMAN INOVASI
Dokumen  :  MANUAL BOOK.pdf

Tentang   :  Manual Book Akses Online
Dokumen  :  Pedoman secara electronik akrobat.pdf

12 Kemudahan informasi Layanan Kemudahan mendapatkan Informasi layanan melalui metode sebagai berikut: 1. Manual, seperti : tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi 2. Hotline, seperti : layanan email/telp 3. Media Sosial, seperti : instagram/facebook/whatsapp. dsb 4. Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios) Informasi Layanan Diperoleh Melalui 2 dari 4 Metode

Bukti Pendukung

Tentang   :  Layanan Media Sosial FB, WA dan IG
Dokumen  :  LAYANAN MEDIA SOSIAL UPTD PUSKESMAS UREN.pdf

Tentang   :  Kemudahan dalam medapatkan Informasi Layanan
Dokumen  :  BROSUR BUD_page-0001.jpg

13 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 1 hari

Bukti Pendukung

Tentang   :  SOP BEKAL AKROBAT - PELABELAN BUD DENGAN WAKTU PELAYANAN
Dokumen  :  SOP BUD DENGAN WAKTU PELAYANAN.pdf

Tentang   :  SOP BEKAL AKROBAT - PELABELAN MASA KADALUARSA OBAT
Dokumen  :  SOP ED DENGAN WAKTU PELAYANAN.pdf

14 Penyelesaian layanan pengaduan Rasio penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir >= 91%

Bukti Pendukung

Tentang   :  Rekap penyelesaian Pengaduan dan Rasionya
Dokumen  :  REKAP PENGADUAN INOVASI.pdf

Tentang   :  Pengaduan Bekal Akrobat
Dokumen  :  REKAP PENGADUAN INOVASI KOP TTD.pdf

15 Layanan Terintegrasi Inovasi dibangun secara terpadu dengan mengedepankan prinsip integrasi dan interoperabilitas layanan. Prinsip integrasi bermaksud menggabungkan beberapa layanan terpisah kedalam satu platform atau dalam satu siklus berkelanjutan, sedangkan interoperabilitas bermakna menghubungkan data antar layanan Ada dukungan melalu informasi digital dalam satu portal unit organisasi bersangkutan (Digital)

Bukti Pendukung

Tentang   :  penggunaan web dalam mengelola masa kadaluarsa obat
Dokumen  :  Kemudahan Informasi akan masa kadaluarsa obat ini dapat kita dapatkan melalui web.pdf

16 Replikasi Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 sampai dengan T-1) Pernah 3 Kali direplikasi mandiri antar SKPD dengan daerah lain

Bukti Pendukung

No Surat  :  070/390-Litbang/Bape
Tanggal Surat    :  26/12/2022
Tentang   :  Surat Keterangan Replikasi Inovasi Daerah - Banjarmasin / Balangan
Dokumen  :  1. Replikasi BLG-BJM_compressed.pdf

No Surat  :  050/026/LB-Bappelitb
Tanggal Surat    :  26/12/2022
Tentang   :  Surat Kesepakatan Replikasi Inovasi Daerah - Balangan dan Batola
Dokumen  :  2. Replikasi Batola dan Blg.pdf

No Surat  :  000.9.1/251/Bappeda/
Tanggal Surat    :  28/02/2023
Tentang   :  Surat Keterangan Replikasi Inovasi Daerah - Balangan dan Tanah Laut
Dokumen  :  3. Replikasi Tala - Balangan.pdf

17 Kecepatan Inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah yang kompleks Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  PROPOSAN INOVASI BEKAL AKROBAT
Dokumen  :  PROPOSAL INOVASI DAERAH - Kecepatan Inovasi Bekal Akrobat.pdf

18 Kemanfaatan Inovasi Kemanfaatan inovasi yang diukur berdasarkan satuan ukur yang sesuai target inovasi yang dipilih : satuan orang (pegawai, peserta didik, pasien, dsb), satuan unit (OPD/UPTD/Desa/RT/RW/Kampung/KK/Organisasi, dsb), satuan biaya (Rupiah), satuan pendapatan (rupiah), satuan hasil produk/satuan penjualan Jumlah Pengguna 501 Orang Keatas / Unit Diatas 50% / Efisiensi Belanja 20,01% - 30%

Bukti Pendukung

Tentang   :  BUKTI PENERIMA MANFAAT INOVASI
Dokumen  :  REKAP JUMLAH PENERIMA MANFAAT DARI INOVASI DAERAH SIZ.pdf

19 Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Hasil laporan monev internal PD

Bukti Pendukung

Tentang   :  Monev - SKPD Dinkes
Dokumen  :  monev dinkes.pdf

20 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Memenuhi 5 unsur substansi

Bukti Pendukung

Tentang   :  THUMBNAIL
Dokumen  :  THUMBNAIL AKROBAT.png