Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Nama Inovasi I-MOSI (Informasi Promosi Investasi)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Windayani Fachria Santi, S.Sos, MM
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 15 January 2023
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

I-MOSI (Informasi Promosi Investasi)

Posisi Strategis Kabupaten Balangan memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah (sebagai keunggulan komparatif). Didukung oleh situasi daerah yang relative lebih aman serta adanya kemauan keras Pemerintah Daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif (keunggulan kompetitif), menjadikan Kabupaten Karimun sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang potensial dan menarik untuk berinvestasi.

Beberapa keunggulan (Komparatif dan Kompetitif) yang menjadi andalan Kabupaten Karimun antara lain adalah :

  1. Keanekaragaman Sumber Daya Alam,
  2. Ketersediaan Lahan yang terhampar luas;
  3. Posisi geografisnya yang strategis dengan tingkat aksesibilitas (antar daerah dalam dan luar negeri) yang tinggi;
  4. Iklim dan keamanaan investasi yang cukup kondusif;
  5. Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sejalan dengan geliat pembangunan wilayah Kabupaten Karimun;
  6. Daya dukung Pemerintah melalui alokasi anggaran pembangunan baik pusat maupun daerah;
  7. Komitmen dan peran serta Pemerintah dan Masyarakat dalam mendukung masuknya investasi;
  8. Implementasi teknologi informasi yang mutakhir sejalan dengan perkembangan zaman.

Keunggulan yang dimiliki Kabupaten Balangan, sejauh ini telah mampu menggerakkan roda pemerintahan dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi pada sebagian besar wilayah Kabupaten Balangan. Namun demikian, pemerintah menyadari bahwa pemanfaatan dan pengelolaan potensi unggul yang ada di Kabupaten Balangan melalui masuknya investasi (PMA dan PMDN) belum optimal.

Kegiatan promosi terhadap potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Balangan dalam rangka meningkatkan masuknya investasi, menjadi salah satu concern kebijakan pembangunan di Kabupaten Balangan. Upaya tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui berbagai kegiatan promosi dan pemanfaatan media informasi.

Untuk menarik perhatian investor menanamkan modalnya di Kabupaten Balangan salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah kabupaten adalah menyediakan data yang tepat dan akurat mengenai sektor-sektor unggulan yang ada di Kabupaten Balangan.

Dengan tersedianya data-data yang terkait dengan sektor unggulan perekonomian Kabupaten Balangan maka akan mempermudah investor untuk melihat secara utuh potensi apa saja yang terkandung di dalam Kabupaten Balangan untuk kemudian dikelola. Selain berguna bagi investor, data-data tersebut juga akan sangat berguna bagi Pemerintah Daerah guna kebutuhan perencanaan, implementasi maupun evaluasi kebijakan-kebijakan yang terkait dengan sektor-sektor unggulan perekonomian Kabupaten Balangan tersebut.

Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Transmigrasi & Tenaga Kerja(DPMPTSPTTK) Kabupaten Balangan sebagai salah satu instansi yang berwenang dalam hal perijinan dan penanaman modal daerah memerlukan suatu dokumen yang berisikan gambaran Potensi Investasi Daerah di Kabupaten Balangan guna peningkatan promosi dan kerjasama investasi di Kabupaten Balangan.

Untuk itu, dilakukan kegiatan Pendataan Potensi Investasi Kabupaten Balangan guna mendorong percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat Kabupaten Balangan dengan pengelolaan potensi-potensi di sektor unggulan perekonomian Kabupaten Karimun melalui penanaman modal dari investor baik dalam maupun luar negeri.

 

Tujuan Inovasi

Permasalah (Hulu), antara lain :

1. Daya tarik iklim usaha dan investasi nasional masih kurang baik dibanding Kabupaten lain. Padahal, keduanya adalah materi promosi investasi utama yang menjadi faktor penentu terbesar dalam keberhasilan promosi investasi. Oleh karena itu diharapkan adanya perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini.

2. Tidak adanya koordinasi antara fungsi promosi dan fungsi realisasi investasi di Indonesia. Antar lembaga jalan masing-masing, koordinasi dengan pelaku usaha lemah dan menyebabkan Indonesia sering gagal menarik calon investor. Di dalam negeri, tidak ada pihak yang menyambut investor agar minat investasi berlanjut hingga terealisasi. "Padahal, di negara pesaing (China dan Vietnam khususnya), kedua fungsi ini bisa dikatakan seamless sehingga investor asing merasa sangat disambut untuk berinvestasi di negara tersebut," tegas Shinta kepada Bisnis beberapa waktu lalu. Ketiga, ketidaksiapan sebagian besar pelaku usaha nasional untuk bermitra dengan pelaku usaha asing. Shinta menjabarkan sebetulnya hampir tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara promosi investasi dalam era industri 4.0 dan sebelumnya. Hal ini lantaran faktor penentu utama keberhasilan promosi investasi masih sangat tergantung pada keterbukaan, level kepastian berusaha, daya saing iklim usaha dan investasi Indonesia dibanding negara lain. Namun belakangan masalah transparansi informasi, simplifikasi, dan fasilitasi investasi menjadi trend baru dalam promosi investasi dunia saat ini. Shinta menjelaskan negara-negara yang memiliki volume inbound investasi tinggi di kawasan seperti Singapura, Vietnam, dan China semuanya melakukan strategi yang sangat service-oriented itu. "Jadi, investor merasa sangat disambut dan dipermudah dalam merealisasikan investasinya," imbuhnya. Untuk itu, dia berharap ke depan Indonesia juga harus mengadopsi dan mengembangkan strategi yang sama kalau mau menarik lebih banyak investasi.

Manfaat Inovasi

Kerangka Strategi Promosi Investasi
Apa Fungsi Utama Lembaga Promosi Investasi?
Fungsi utama sebuah lembaga promosi investasi adalah mengembangkan dan menerapkan strategi
promosi investasi efektif untuk negara atau wilayah tertentu. Ini juga berlaku dalam fungsi investasi ke
dalam (inward investment) dari organisasi pembangunan ekonomi yang lebih luas.
Untuk melakukan hal tersebut, lembaga promosi investasi memerlukan pemahaman yang jelas dan
komprehensif mengenai konteks kebijakan nasional dan internasional dan bagaimana konteks ini
mempengaruhi potensi negara untuk menarik kualitas dan kuantitas penanaman modal asing (PMA) yang
diinginkan, sebagaimana ditetapkan oleh kebijakan. Ini juga membutuhkan identifikasi sektor sasaran
utama untuk investasi ke dalam. 1
Apa Itu Strategi Promosi Investasi?
Strategi promosi investasi pada dasarnya adalah promosi, penargetan, dan fasilitasi investasi aktif bagi
suatu negara atau wilayah oleh lembaga promosi investasi atau organisasi pembangunan ekonomi.
Isi strategi ini berkisar pada pertanyaan tentang apa yang harus dipromosikan dan, di satu sisi tergantung
pada keseimbangan antara daya saing bisnis dan daya tarik peluang investasi suatu negara, serta persepsi
investor dan minat mereka untuk berinvestasi di sisi lainnya.
Tujuan strategi promosi investasi harus secara khusus menjabarkan jumlah, jenis, sektor dan lokasi suatu
PMA (sesuai kriteria kualitas tertentu, termasuk keberlanjutan) yang harus diperoleh dalam kurun waktu
tertentu. Seyogyanya, tujuan strategi ini harus terhubung dengan tujuan keseluruhan dari kebijakan
investasi suatu negara, yang pada gilirannya terkait dengan tujuan pembangunan secara umum.
Sebuah strategi promosi investasi tidak sama dengan kebijakan investasi, dan tujuan keduanya berada
di tingkat yang berbeda. Kebijakan investasi umumnya bertujuan meningkatkan iklim investasi secara
keseluruhan, sementara strategi promosi investasi memiliki tujuan yang lebih terukur yang mengacu
pada jumlah target PMA yang hendak diperoleh suatu negara atau wilayah dalam waktu tertentu. Dengan
kata lain, strategi promosi investasi tidak mencakup kebijakan; namun lebih mencakup modalitas dan
perangkat yang nyata untuk mempromosikan, menarik, dan memfasilitasi PMA. 2
Strategi promosi investasi yang berhasil memiliki sepuluh komponen utama. 3 Bab-bab dalam panduan ini
disusun berdasarkan komponen-komponen utama berikut ini:
1. visi dan misi
2. sasaran strategis
3. tolok ukur dan pengembangan citra
4. strategi sektor dan pasar
5. pemasaran dan promosi
6. pengembangan produk: kegiatan meningkatkan iklim investasi lokal
7. alokasi anggaran dan sumber daya
8. pengelolaan sumber daya: diagram kelembagaan yang menunjukkan fungsi, staf dan tanggung jawab
tiap departemen
9. indikator kinerja utama untuk pemantauan dan evaluasi
10. rencana aksi: tindakan jangka pendek, menengah dan panjang yang diperlukan untuk mencapai tiap
target dan sasaran, menguraikan perangkat dan anggaran untuk promosi investasi
Setelah strategi promosi investasi dirumuskan, kemudian strategi tersebut diterapkan oleh lembaga
promosi investasi atau organisasi pembangunan ekonomi.

Hasil Inovasi

Manfaat Tidak Langsung PMA bagi Pembangunan Ekonomi
PMA dapat memiliki manfaat positif bagi perekonomian. Dampak tidak langsung, limpahan (spillover), atau
pengganda (multiplier) dari PMA terutama dicapai melalui hubungan rantai pasokan, peningkatan daya
beli konsumen, dan peningkatan pendapatan pajak terkait PMA, yang semuanya memberikan dorongan
tambahan bagi ekonomi. Dampak tidak langsung dari PMA didasarkan pada tinjauan WAVTEQ terhadap
bukti dan hal-hal umum berikut: 8
• $1 dalam PMA berujung pada $1 dalam investasi domestik
• satu pekerjaan manufaktur PMA menghasilkan tiga pekerjaan tidak langsung pada ekonomi lokal
• proyek alih daya (outsourcing) memiliki dampak pengganda lebih besar terhadap ekonomi
Dampak aktual tidak langsung PMA bersifat spesifik tergantung perusahaan, proyek dan lokasi, dan
akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah negara tuan rumah yang mendorong investor asing
melakukan lebih banyak hal di negara tersebut.
Tiga Jenis PMA Utama
OECD menyatakan:
“Penanaman modal asing mencerminkan tujuan perusahaan residen di satu negara (investor langsung)
untuk membangun minat yang kekal dalam suatu perusahaan (perusahaan investasi langsung) yang
merupakan residen di negara selain dari negara tempat investor langsung tersebut. Minat yang kekal
menyiratkan adanya hubungan jangka panjang antara investor langsung dan perusahaan investasi
langsung dan tingkat pengaruh yang signifikan terhadap manajemen perusahaan. Kepemilikan langsung
atau tidak langsung dari 10% atau lebih dari hak suara suatu perusahaan di satu negara oleh investor
residen di negara lain adalah bukti hubungan tersebut.” 9
Bisnis internasional terlibat dalam banyak jenis PMA dan sering mempertimbangkan beragam jenis
sekaligus ketika mempertimbangkan cara memasuki pasar baru. Dengan menggunakan definisi luas,
jenis-jenis PMA adalah:
• greenfield dan ekspansi:
– operasi fisik baru
– brownfield (di lokasi yang ada, biasanya oleh perusahaan baru)
– ekspansi/reinvestasi (dari operasi yang sedang berjalan)
• investasi ekuitas:
– merger dan akuisisi (M&A)
– usaha patungan (joint venture/JV)
• bentuk investasi baru (new forms of investment/NFI) atau tidak menggunakan modal (non-equity
mode/NEM):
– subkontrak, perizinan, bagi hasil
– waralaba, manajemen dan proyek turnkey

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung