Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana |
| Nama Inovasi | PASTI BLA (PANTAU RESIKO TINGGI BAYI BALITA) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Maya Sari, SKM |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 - 2024 ditetapkan 3 indikator utama bidang kesehatan yang diharapkan dapat memberikan gambaran tentang status kesehatan masyarakat secara menyeluruh yaitu Angka Kematian (AKI, AKB, Kekurangan Gizi dan Stunting) begitu pun Target RPJMD, Target RPJMD 2021, kematian ibu 221/100.000 KH atau 7 orang, sedang capaian 309/100.000 KH, Target AkB (Angka Kematian Bayi) 15/1000 KH atau 30 orang, pencapaian 13,2/1000 KH, dan Target Presentasi Stunting 21%, pencapaian 17,9, berdasarkan data tahun 2022 Eppgbm presentasi stunting 14,7% dan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) 29,8%, untuk presentasi stunting tahun 2024 14%, perlunya kerja keras untuk mencapai taget tersebut, kalau di lihat dari target SSGI.
Penyebab stunting antara lain dari faktor gizi yaitu rendahnya asupan makanan bergizi pada anak, kurangnya keragaman menu makanan, pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makanan pada anak, sedangkan dari faktor ibu yaitu kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan sehingga ibu mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak, masih terbatas nya layananan kesehatan termasuk layanan Antenatal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), masih kurangnya akses kepada makanan bergizi dan kurangnya akses air bersih dan sanitasi |
| Tujuan Inovasi | Angka kematian ibu, Angka kematian bayi dan stunting merupakan isu startegis dalam meujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dengan upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui menurunakan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kualitas SDM (Sumber daya manusia) melalui menurunkan stunting, Salah satu strategi yang di yang di lakukan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. |
| Manfaat Inovasi | Banyak upaya yang dilakukan dalam upaya menurunkan angka kematian bayi (AKB), dan Stunting pemeriksaan kehamilan sesuai standar, skrining deteksi risiko oleh bidan atau tenaga kesehatan, kelas ibu hamil, kelas ibu bayi, kelas ibu balita. |
| Hasil Inovasi | 1. Terdeteksi bayi balita serta tumbuh kembang 2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan 3. Mendekatkan Akses pada sasaran atau bayi dan balita berisiko 4. Meningkatkan pengetahuan bidan dan dokter puskesmas sehungan dengan bayi, balita stunting 5. Menjalin komunikasi antara dokter spesialis, dokter umum dan bidan di wilayah kerja puskesmas.
|