Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Juai |
| Nama Inovasi | SELAMAT PAGI ( SENTRAL KESELAMATAN & PELAYANAN GIZI ) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | MA'RUP, AMG |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 December 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. (Kemenkes RI,2018). Indonesia saat ini mempunyai masalah triple burden, yaitu stunting dan wasting, obesitas dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Terdapat 3 diantara 10 balita stunting, 1 diantara 10 balita wasting, 1 diantara 10 balita obesitas dan 1 diantara 2 ibu hamil anemia serta 3 diantara 10 remaja anemia (Riskesdes 2013 -2018 ).Sebagai Negara berkembang yang berada di kawasan Asia memiliki beban ganda masalah gizi. Permasalahan ini dapat mengancam kesehatan anak dan remaja yang hidup di Indonesia. Beban ganda yang dihadapi Indonesia berupa permasalahan kurang gizi yaitu stunting dan kurus serta kelebihan gizi yaitu obesitas. Permasalahan ini perlu dibenahi sebab akan berbahaya bagi kemajuan Indonesia (WHO, 2018).
|
| Tujuan Inovasi | Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 tercatat sebesar 24,4%. Angka tersebut merupakan hasil dari SSGI 2021. Persentase Balita Pendek (TB/Umur) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021 mencapai 30%, dimana Kabupaten Balangan dengan penemuan kasus tertinggi yaitu 32,3%. Kabupaten Balangan merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Bulan februari 2022 persentase balita stunting berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat ( Eppgbm ) sebesar 18,72%, dan berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada bulan februari tahun 2022 UPT.PUSKESMAS JUAI Kabupaten Balangan balita stunting sebesar 16,6 %ada pun penyebab dari stunting seperti Penyebab tidak langsung masalah stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi pendapatan dan kesenjangan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, globalisasi, sistem pangan, jaminan sosial, sistem kesehatan, pembangunan pertanian, dan pemberdayaan perempuan. Penyebab langsung masalah gizi pada anak termasuk stunting adalah rendahnya asupan gizi dan status kesehatan. Penurunan stunting menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan), lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan), serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan). Keempat faktor tersebut mempengaruhi asupan gizi dan status kesehatan ibu dan anak. Intervensi terhadap keempat faktor tersebut diharapkan dapat mencegah masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Untuk mengatasi penyebab stunting, diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup: (a) Komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan; (b) Keterlibatan pemerintah dan lintas sektor; dan (c) Kapasitas untuk melaksanakan |
| Manfaat Inovasi | Upaya penanganan Program Stunting UPTD Puskesmas Juai yaitu dengan inovasi SELAMAT PAGI (SEntral keseLAMATan dan PelAyanan GIzi ) Kegiatan inovasi tersebut Pemberian PMT pada ibu hamil dan balita, Refresing kader dan Pengukuran Ulang. Inovasi SELAMAT PAGI ini digagas oleh Ma’rup,AMG berserta tim dan dapat menunjang penurunan angka stunting di wilayah UPTD. Puskesmas Juai. Selain itu inovasi ini dapat mengevaluasi faktor penyebab terjadinya stunting di Wilayah Puskesmas Juai dengan kegiatan yang dilakukan antara lain: Pemberian PMT pada Ibu Hamil dan Balita 1. Penjaringan balita dan bumil yang mempunyai masalah gizi 2. Mengajukan dana dari BOK atau dana lainnya 3. Distribusi PMT kepada sasaran 4. Evaluasi PMT Refresing kader 1. Mengajukan usulan di rembuk Stunting tingkat desa 2. Menjadwalkan kegiatan 3. Mengundang kader di wilayah UPTD. Puskesmas Juai 4. Pelatihan kader Posyandu Balita Hari Pertama : Materi Posyandu 5 meja, Buku Register dan Penunjang, SOP Pengukuran dan KMS Hari Kedua : Praktek Posyandu 5. Evaluasi 6. Tindak Lanjut Kegiatan Posyandu Pengukuran Ulang 1. Menjadwalkan kegiatan 2. Kunjungan rumah / mengundang sasaran 3. Mengukur ulang 4. Evaluasi Kegiatan ini merupahkan berkolaborasi Puskesmas dengan lintas program, Lintas sektor (linsek) dan PKK, yang berperan dalam kegiatan menurunkan angka stunting sehingga stunting dapat berkurang dari tahun ke tahun. |
| Hasil Inovasi | Manfaat inovasi SELAMAT PAGI 1. Menurunkan angka prevalensi stunting pada tahun 2023. 2. Meningkatkan keterampilan kader pengukuran panjang badan, tinggi badan dan pengisian SIP diwilayah kerja Puskesmas Juai 3. Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral dalam upaya penanganan masalah stunting melalui progrman inovasi SELAMAT PAGI ( sentral keselamatan program gizi ) 4. Peningkatan pemanfaatan pangan lokal untuk PMT 5. Terpenuhinya alat antopometri sesuai standar ditiap posyandu yang ada diwilayah kerja Puskesmas Juai 6. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
|