Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Awayan |
| Nama Inovasi | GEROBAK SAPI ( GERAKAN OBATI TB SAMPAI ELIMINASI ) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | dr. Winphy Prasetyo |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2023 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Peraturan Presiden RI No 67 Tahun 2021 tentang penangggulangan Tuberkolosis bahwa Tuberkolosis masih menjadi permasalahan kesehatan di indonesia yang menimbulkan masalah yang sangat komplek, Target dan strategis Nasional Eliminsasi Tuberkulosis tahun 2030 penurunan angka kejadian menjadi 65/100.000 penduduk dan penurunan angka kematian TBS menjadi 6/100.000,- penduduk menurut Permenkes No 67 tahun 2016 Tentang penanggulangan TBC adanya strategis nasional penanggulangan TB yang harus dijalankan sejalan dengan Strategi nasional Penanggulangan TB sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas: a. penguatan kepemimpinan program TB; b. peningkatan akses layanan TB yang bermutu; c. pengendalian faktor risiko TB; d. peningkatan kemitraan TB; e. peningkatan kemandirian masyarakat dalam Penanggulangan TB; dan f. penguatan manajemen program TB. ISU STRATEGIS World Health Organization (WHO) telah merilis laporan tentang tuberkulosis (TBC) skala global tahun 2021 termasuk di dalamnya laporan tentang keadaan TBC di Indonesia dalam dokumen Global Tuberculosis Report 2022. Dalam laporannya, pandemi Covid-19 masih menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya capaian. Terutama pada penemuan kasus dan diagnosis, akses perawatan hingga pengobatan TBC. Kemajuan-kemajuan yang telah dibuat pada tahun-tahun sebelumnya terus melambat bahkan terhenti sejak tahun 2019. Target capaian bebas TBC secara global saat ini benar-benar berada pada “luar jalur” atau off track dari yang telah direncanakan. Lalu, bagaimana dengan kasus TBC di Indonesia? Pada tahun 2021 pula menjadikan TBC sebagai penyakit menular paling mematikan pada urutan kedua (2) di dunia setelah Covid-19. Dan berada pada urutan ke tiga belas (13) sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kasus TBC Secara Global WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta (60,3%) orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta (39,7%) orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. Indonesia sendiri berada pada posisi KEDUA (ke-2) dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Republik Demokratik Kongo secara berutan. Pada tahun 2020, Indonesia berada pada posisi ketiga dengan beban jumlah kasus terbanyak, sehingga tahun 2021 jelas tidak lebih baik. Kasus TBC di Indonesia diperkirakan sebanyak 969.000 kasus TBC (satu orang setiap 33 detik). Angka ini naik 17% dari tahun 2020, yaitu sebanyak 824.000 kasus. Insidensi kasus TBC di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang di antaranya yang menderita TBC. Di Kalimantan Selatan sendiri 0,2% penduduknya merupakan penderita TB Paru. Pada tahun 2018 ditemukan 2.838 kasus baru TB Paru dengan BTA + dan telah mengalami peningkatan pada tahun 2019 menjadi 2.425 kasus. Sedangkan pada tahun 2020 menjadi 3.225 kasus. Penemuan dan pengobatan pasien baru dan kambuh tahun 2018 sebanyak 386 kasus (100%). Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, kegiatan pengendalian penyakit menular langsung dengan anggaran RP 218.800.000,- dan anggaran khusus untuk pencegahan dan pengendalian TB Rp 127.591.000,- yang dilaksanakan oleh seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular antara lain : a. Monitoring dan evaluasi TB dan validasi data antara pengelola program TB dengan petugas TB puskesmas b. Belanja Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi penduduk dan petugas TB yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. c. Penemuan kasus dengan cara active case finding yaitu daya pelacakan suspek TB di desa maupun suspek yang berkunjung ke pelayanan.
|
| Tujuan Inovasi | Menurut Prof. Tjandra Yoga, sedikitnya ada 3 faktor yang menyebabkan tingginya kasus TB di Indonesia. Waktu pengobatan TB yang relatif lama (6 – 8 bulan) menjadi penyebab penderita TB sulit sembuh karena pasien TB berhenti berobat (drop) setelah merasa sehat meski proses pengobatan belum selesai. Selain itu, masalah TB diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat). Masalah lain adalah adanya penderita TB laten, dimana penderita tidak sakit namun akibat daya tahan tubuh menurun, penyakit TB akan muncul. Penyakit TB juga berkaitan dengan economic lost yaitu kehilangan pendapatan rumah tangga Menurut WHO, seseorang yang menderita TB diperkirakan akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 3 – 4 bulan. Bila meninggal akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 15 tahun. |
| Manfaat Inovasi | UPAYA YANG DILAKUKAN SEBELUM INOVASI Pihak Puskesmas masih mengalami kendala di lapangan sehingga penemuan kasus TBC masih sulit untuk dilakukan. Kendala itu seperti pasien TBC yang sudah datang ke fasilitas kesehatan terkadang tidak dianggap mengidap TBC oleh tenaga kesehatan yang memeriksa sehingga pemeriksaan diagnostik tidak dilakukan. Hal itu karena tenaga kesehatan masih terlalu mengandalkan skrining gejala untuk mengidentifikasi terduga TBC. Terdapat pula masalah terkait ditemukannya kasus-kasus TBC ekstra paru yang diagnosisnya lebih kompleks. selain penemuan kasus kesulitan juga dihadapi Dengan relatif lamanya pengobatan TB ( 6 - 8 Bulan) menjadi penderita TB Sulit sembuh karena pasien TB berhenti berobat perubahan yand dihasilkan setelah berjalannya inovasi Gerobak Sapi adalah 1. peningkatan penemuan kasus TB sesuai target 2. penanganan kasus TB Paru yang menjalani pengobatan bisa tuntas 3. mengurangi kasus drop out 4. meingkatkan pelayanan Tb Paru di puskesmas KEUNGGULAN / KEBAHARUAN Keunggulan dari Inovasi Gerobak Sapi adalah peningkatan screning kasus di duga TB untuk percepatan penemuan kasus dan peningkatan angka kesebuhan Tb paru |
| Hasil Inovasi | MANFAAT ATAU DAMPAK ( MINIMAL 50 KATA) TUJUAN INOVASI Menemukan lebih banyak kasus TB Paru diwilayah Puskesmas Awayan dan mengurangi anka DO Pengobatan TB MANFAAT INOVASI Memudahkan dalam penaganan TB Paru dengan penemuan lebih cepat HASIL INOVASI 1. Menemukan kasus TB Paru lebih banyak lagi 2. Memberikan pelayanan penderita TB Paru lebih maksimal 3. Pengawasan Pasien TB Paru lebih Maksimal 4. Mengurangi angka DO Pengobatan TB Paru 5. Memberikan layanan lebih terstandart
|