Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah |
| Nama Inovasi | SIMBA (SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Bappedalitbang |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 10 January 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Balangan Nomor 202 Tentang Pembentukan Tim Pengendalian Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2022 mengamanatkan bahwa untuk melancarkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Balangan perlu adanya dibentuk tim sehingga tercipta monitoring dan evaluasi yang berjenjang dan berkelanjutan (pertriwulanan) selama satu tahun agar dapat dilihat bagaimana tingkat capaian kinerja semua SKPD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. ISU STRATEGIS Proses monitoring dan evaluasi menjadi satu keharusan yang dilakukan pemerintah daerah sebagai bagian dalam proses kontrol pelaksanaan pembangunan, hal ini telah diamanatkan juga salah satunya dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Apalagi pada kondisi saat ini berbagai proses pekerjaan oleh pemerintah dituntut untuk berbasis digital sesuai Peraturan Presiden No. 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis ektronik (SPBE). Sehingga, berdasarkan pembahasan secara internal dengan melihat juga kondisi dan permasalahan yang terjadi berdasarkan permasalahan diatas, maka tercetuslah salah satu isu strategis untuk membuat sebuah inovasi yang dapat memudahkan proses input monitoring dan evaluasi oleh setiap SKPD hingga analisis Bappedalitbang sebagai bahan pengendalian pembangunan daerah. Pemilihan Inovasi SIMBA dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Data yang beragam dan banyak sehingga rentan untuk salah input b. Susah digunakan karena kolom excel yang kecil dan inputan yang banyak c. Rentan dalam kesalahan perhitungan capaian kinerja d. Proses analisis data belum efektif dan efisien |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN Monitoring dan evaluasi pembangunan merupakan bagian tidak terpisahkan dari tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Data hasil pemantauan ini digunakan sebagai bahan untuk melakukan pengendalian dan bahan bagi pelaksanaan evaluasi, baik evaluasi tahap pelaksanaan (ongoing), evaluasi hasil,-output-outcome (ex-post) maupun evaluasi pra-rencana (exante). Kebutuhan akan data secara sistematis akan sangat menentukan kualitas pengendalian dan hasil evaluasi. Kegiatan monitoring lebih terfokus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk mendapatkan informasi secara regular berdasarkan indikator tertentu, dengan maksud mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati. Indikator monitoring mencakup esensi aktivitas dan target yang ditetapkan pada perencanaan program. Apabila monitoring dilakukan dengan baik akan bermanfaat dalam memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya (sesuai pedoman dan perencanaan program). Juga memberikan informasi kepada pengelola program apabila terjadi hambatan dan penyimpangan, serta sebagai masukan dalam melakukan evaluasi. Sehingga untuk mengetahui dan menganalisis tingkat capaian dalam pembangunan daerah, memastikan bahwa visi, misi sasaran pokok, dan arah kebijakan telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Balangan maka monitoring dan evaluasi memang sangat diperlukan guna mengetahui dan menganalisis permasalahan yang terjadi yang nantinya akan dilakukan upaya perbaikan agar tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya bisa tercapai dengan baik. Melihat kondisi yang terjadi di kabupaten Balangan, monitoring dan evaluasi yang dulu dilakukan oleh Bappedalitbang adalah dengan mengumpulkan data secara elektronik sederhana berupa pengisian format excel yang dikirimkan oleh semua Kasubag Perencanaan di setiap SKPD hingga direkap dan di analisis oleh Bappedalitbang. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan monitoring dan evaluasi menjadi terhambat, kurang efektif serta efisien karena terkendala data yang beragam serta menggunakan format excel yang rentan untuk salah input. Atas permasalahan tersebut digagaslah inovasi SIMBA (SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN) yang dilakukan melalui aplikasi berbasis web dengan pengisian dan analisis data yang mudah, efektif dan efisien serta meminimalkan salah input data. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Kondisi Sebelum Inovasi Proses pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang berjalan dulu adalah dimulai dengan Kasubag Perencanaan di setiap SKPD menginput data melalui media elektronik sederhana berupa excel. Data tersebut merupakan hasil penyampaian dari setiap Bidang pelaksana di SKPD masing-masing yang dijadikan satu kemudian direkap dan disatukan dalam satu SKPD berupa laporan monev yang diserahkan ke Bappedalitbang per triwulanan. Selanjutnya data rekap tersebut diolah dan di analisis oleh Bappedalitbang hingga menjadi laporan Monev tingkat Kabupaten Balangan yang dapat menjadi acuan dalam proses pengendalian dan evaluasi serta perbaikan dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Berdasarkan proses monev tersebut ditemukan berbagai kendala yang terjadi diantaranya sering terjadi kesalahan dalam perumusan/perhitungan manual sehingga tingkat capaian menjadi tidak sesuai, proses input data yang dikumpulkan dari Bidang kemudian di rekap ulang rentan terjadi salah input, susah digunakan karena kolom excel yang kecil dengan inputan yang banyak. Sehingga karena masalah tersebut menjadikan proses selanjutnya yaitu analisis data monitoring dan evaluasi (monev) yang telah dikumpulkan menjadi kurang efektif dan efisien serta menjadikan data tersebut kurang valid. Akibatnya informasi yang diolah Bappedalitbang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan akan kurang mampu memberikan gambaran sebenarnya kondisi SKPD secara riil dalam pelaksanaan dan pencapaian kinerjanya padahal data tersebut berguna untuk berbagai pihak guna intervensi dan perbaikan kedepannya. Sehingga adanya inovasi SIMBA diharapkan mampu memberikan data monitoring dan evaluasi yang lebih akurat dan berkualitas. Kondisi Setelah Inovasi Kondisi setelah inovasi yang sudah berjalan selama ini menunjukkan pelaksanaan monev sudah lebih baik dan efektif karena berbasis website sehingga tahapan-tahapan proses monev yang awalnya lewat excel dengan kolom gabungan dan inputan data yang banyak menjadi lebih efisien dan efektif serta minim kesalahan input. Berikut kondisi yang terjadi setelah adanya inovasi SIMBA antara lain : 1. Sub menu di website monev (SIMBA) tersebut lebih terstruktur mulai dari isian per sub kegiatan hingga program sehingga memudahkan dan minim dalam kesalahan input data 2. Mudah digunakan karena sudah lebih terstuktur/tersistem dibanding melalui format excel 3. perumusan/perhitungan otomatis sehingga minim kesalahan perhitungan capaian kinerja 4. Proses analisis data bisa optimal karena penghimpunan dan pengisian data lebih cepat sehingga memudahkan dalam proses analisis data yang juga lebih cepat dan tepat
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan/kebaharuan inovasi SIMBA yaitu : 1. Minim kesalahan input data 2. Mudah digunakan karena lebih tersistem dibanding format excel 3. Minim kesalahan perhitungan karena otomatis 4. Analisis data lebih cepat dan tepat CARA KERJA INOVASI Cara kerja operasional inovasi SIMBA yaitu: Tahap Persiapan: a. Dilakukan pembentukan dan pemantapan tim sebagai pelaksana inovasi SIMBA b. Pembuatan aplikasi oleh pihak ketiga c. Penyebarluasan informasi aplikasi monev (SIMBA) pada semua SKPD d. Pelatihan operator di tiap SKPD untuk input data pada aplikasi monev (SIMBA) Tahap pelaksanaan inovasi SIMBA yaitu dapat diurakan sebagai berikut: a. Penginputan realisasi capaian kinerja SKPD per triwulanan b. Verifikasi dan Rekapitulasi hasil inputan monev oleh Bappedalitbang (Bidang P2EPD) c. Rapat monitoring dan evaluasi oleh bidang teknis d. Analisis hasil monev berupa laporan evaluasi RKPD pertriwulan selama satu tahun yang dilaporkan pada pimpinan |
| Hasil Inovasi | TUJUAN Tujuan dilakukan inovasi SIMBA adalah untuk membuat pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) perencananaan pembangunan daerah menjadi lebih efektif dan efisien mulai dari pengisian data hingga hasil analisis data yang sudah tersistem serta otomatis sehingga laporan hasil monev menjadi lebih akurat dan tepat MANFAAT Adanya inovasi SIMBA bermanfaat dalam menghasilkan analisis data yang lebih akurat dan tepat sehingga saat menjadi laporan monev nantinya mampu digunakan dalam pengambilan kebijakan/keputusan yang lebih tepat dalam rangka peningkatan, evaluasi dan perbaikan perencanaan pembangunan daerah HASIL/DAMPAK Hasil yang didapatkan melalui adanya inovasi SIMBA diantaranya : 1. Penginputan menjadi lebih mudah dan cepat 2. Perhitungan capaian kinerja tersistem dan otomatis sehingga minim kesalahan 3. Laporan monitoring dan evaluasi menjadi lebih akurat dan tepat serta menggambarkan kondisi real 4. Pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran karna ditunjang dengan laporan monev yang akurat |