Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana
Nama Inovasi Perasaan di tangkis (Peta Persebaran Penyakit ISPA dan diare balita menggunakan aplikasi QGIS)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Utami Setyaningsih, S.K.M
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 01 March 2023
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Berdasarkan Permenkes RI No. 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit menularPenyakit Menular adalah penyakit yang dapat menular ke manusia yang disebabkan oleh agen biologi, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasit. Penanggulangan Penyakit Menular adalah upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan dan menghilangkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian, membatasi penularan, serta penyebaran penyakit agar tidak meluas antardaerah maupun antarnegara serta berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa/wabah. Penduduk yang mengalami permasalahan penyakit tentunya diperlukan sebuah alat bantu yang bisa membantu dan mempermudah mengetahui penyebaran penyakit. Berbagai penyakit yang dialami oleh masyarakat perlu dilakukan tindakan lanjut yang cepat untuk mengatasinya. Tindakan tersebut dapat berupa pencegahan dan pengobatan. Dalam pencegahan dan pengobatan perlu adanya pemetaan penyebaran penyakit disuatu wilayah agar penyakit tersebut tidak meluas ke daerah lain.

Tujuan Inovasi

Permasalahan yang terjadi di Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana adalah sistem pelaporan kasus ISPA dan Diare dan analisis data kurang optimal. Untuk mengatasi permasalahan diatas dilakukan langkah-langkah diantaranya dengan mengembangkan sistem pelaporan dan membuat mapping penyebaran penyakit kasus gigitan hewan penular rabies. Sistem informasi geografis dapat digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi dan memvisualisasikan data spasial (keruangan) dan sistem informasi digunakan diberbagai bidang. Salah satunya dibidang kesehatan yang digunakan sebagai penyedia data atribut dan spasial yang menggambarkan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit, distribusi unit-unit jumlah tenaga medis, pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukungnya. Melalui sistem pemetaan penyakit yang dibangun, diharapkan pengaksesan informasi tentang titik dan angka penyebaran penyakit dapat lebih mudah sehingga kedepannya bisa mendapatkan penanggulangan dari pihak-pihak yang bersangkutan.

Manfaat Inovasi

Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan PPKB melakukan pengolahan data penyakit ISPA dan Diare Balita sesuai dengan format yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini membuat analisis data yang dilakukan kurang optimal untuk kepentingan masyarakat. Karena data hanya tersampaikan oleh provinsi saja dan tidak terdesiminasikan oleh masyarakat luas.

Hasil Inovasi

Sebagai alat bantu yang bisa membantu dan mempermudah mengetahui penyebaran penyakit. Berbagai penyakit yang dialami oleh masyarakat perlu dilakukan tindakan lanjut yang cepat untuk mengatasinya. Tindakan tersebut dapat berupa pencegahan dan pengobatan. Dalam pencegahan dan pengobatan perlu adanya pemetaan penyebaran penyakit disuatu wilayah agar penyakit tersebut tidak meluas ke daerah lain.

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah Peraturan Kepala Daerah

Bukti Pendukung

No Surat  :  188.45/885/Kum TAHUN
Tanggal Surat    :  19/12/2022
Tentang   :  PENETAPAN INOVASI, PAMONG, ADMIN DAN INOVATOR INOVASI DAERAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN 2022
Dokumen  :  SK Bupati Perasaan Ditangkis.pdf

2 Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) 1-10 SDM

Bukti Pendukung

No Surat  :  090/273/ST/DINKES-BL
Tanggal Surat    :  1/3/2023
Tentang   :  Surat Perintah Tugas
Dokumen  :  SDM inovasi.pdf

3 Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project), perekayasaan, laboraturium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi di T-0 (Tahun Berjalan)

Bukti Pendukung

No Surat  :  DPA/A.1/1.02.2.14.0.
Tanggal Surat    :  29/12/2022
Tentang   :  DPA 2023 Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Dokumen  :  DPA 2023 PERASAAN DITANGKIS_compressed.pdf

4 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 6 hari keatas

Bukti Pendukung

Tentang   :  SOP Pelaksaan Perasaan di Tangkis
Dokumen  :  SOP Perasaan di tangkis.pdf

5 Kecepatan Inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah yang kompleks Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  Proposal Perasaan Ditangkis
Dokumen  :  PERASAAN DITANGKIS.pdf

6 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Memenuhi 3 atau 4 unsur substansi

Bukti Pendukung

Tentang   :  Thumnail Perasaan di Tangkis
Dokumen  :  Perasaan Ditangkis.jpg