Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Badan Penanggulangan Bencana Daerah |
| Nama Inovasi | SISI LOKBANA (Sistem Siaga Logistik Korban Bencana) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Bidang Kedaruratan dan Logistik |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 04 April 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Dalam upaya meningkatkan pelayanan di bidang kedaruratan dan logistik saat terjadi situasi tanggap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan meluncurkan program “SISI LOKBANA” (Sistem Siaga Logistik untuk Korban Bencana). Logistik mempunyai peran penting dalam upaya penanggulangan bencana, terutama pada saat pra bencana, kesiapsiagaan, dan respon penanganan bencana, untuk dapat memastikan tujuh tepat, yaitu: (1) tepat jenis bantuan barang; (2) tepat kuantitas; (3) tepat kualitas; (4) tepat sasaran; (5) tepat waktu; (6) tepat pelaporan; dan (7) tepat biaya. Pengelolaan logistik yang efektif, efisien, dan andal menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana, berdasarkan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828, Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pedoman Bantuan Logistik, Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 04 Tahun 2018 Tentang Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan, serta Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Inovasi Daerah. Bencana dan tindakan destruktif menuntut upaya logistik yang lebih tinggi dalam hal pengetahuan dan biaya karena kejadian bencana mendadak memerlukan respon yang sangat cepat di daerah-daerah yang rusak akibat bencana. Berbagai jenis bencana perlu dikelola dengan cara pendekatan solusi yang berbeda. Logistik adalah unsur yang paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan atau bantuan bencana dan bagaimana cara kita mengelola logistik bantuan kemanusiaan akan menentukan apakah operasi penanggulangan bencana tersebut sukses atau gagal. Dalam konteks bencana, tentu penting untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang efisien dan efektif, sehingga kebutuhan jenis bantuan kemanusiaan yang sesuai dan relawan dapat mencapai ke lokasi korban dengan cepat dan tepat. Optimalisasi kinerja logistik bantuan kemanusiaan mensyaratkan bahwa semua hubungan antara pihak atau pelaku yang terlibat dalam penanggulangan bencana dikelola melalui pendekatan terpadu secara efisien dan efektif dalam mengkoordinasikan kinerja antar lini penanganan kebencanaan. |
| Tujuan Inovasi | 1. Permasalahan Makro : a. Secara Geografis Indonesia merupakan Negara rawan bencana dengan tingkat kejadian bencana yang terus meningkat setiap tahunnya, termasuk didalamnya wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. b. Tingginya tingkat kejadian bencana membuat permintaan untuk pembagian logistik bagi korban terdampak juga menjadi lebih tinggi. Sedangkan disisi lain, selama ini masyarakat selalu bergantung kepada BNPB / BPBD sebagai leading sector dalam penanggulagan bencana. Padahal semestinya, bencana harus ditangani bersama oleh pihak – pihak lain yang berkepentingan selain BNPB / BPBD. 2. Permasalahan Mikro : a. Luasnya cakupan dan jangkauan wilayah Kabupaten Balangan dengan banyaknya kontur topografi pegunungan di beberapa wilayah Kecamatan membuat penanganan bencana yang terjadi terkadang kurang maksimal. Jauhnya lokasi terjadinya bencana dengan posko induk Tim Reaksi Cepat BPBD Balangan serta gudang induk penyimpanan logistik menjadi hambatan tersendiri dalam memberikan layanan yang prima mengenai proses penanggulangan bencana, utamnya saat pembagain logistik bagi korban terdampak bencana. b. Kecepatan dan ketepatan waktu dalam pendistribusian logistik saat tanggap darurat bencana menjadi hal yang harus dirumuskan guna memberikan rasa nyaman bagi warga masyarakat Kabupaten Balangan yang terdampak bencana. c. Data logistik dapat dianalisa untuk menjadi dasar dalam membuat kebijakan mengenai persediaan dan pendistribusian logistik kepada warga masyarakat terdampak. d. Masih belum memadainya anggaran BPBD perihal pengadaan stok barang logistik untuk kesiapan pemenuhan kebutuhan korban bencana. Bencana menjadi hal yang kini lumrah terjadi dalam kehidupan masyarkat Indonesia, sehingga masyarakat diharuskan untuk berkawan dengan bencana. Untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kawan yang selalu hadir tersebut juga diperlukan kesiapan dalam hal logistik kebencanaan yang dapat dibagikan kepada masyarakat terdampak dalam situasi tanggap darurat secara tepat, akurat dan efisien sesuai kebutuhan. Semakin meningkatnya intensitas bencana setiap tahun, serta masih minimnya kemampuan mandiri masyarakat Balangan dalam menghadapi situasi bencana membuat pelayanan dalam hal pembagian logistik bagi korban terdampak juga perlu dirumuskan. Mudahnya dan efektifnya pembagian logistik hingga sampai pada masyarakat terdampak, merupakan bentuk pelayanan di bidang kebencanaan yang dapat berimplikasi pada tidak terganggunya kinerja pemerintahan, produktivitas daerah dan kelangsungan hidup masyarakat luas. |
| Manfaat Inovasi | 1. Sebelum ada Inovasi SISI LOKBANA - Sistem pembagian logsitik bergantung kepada BPBD Kabupaten Balangan - Banyak masyarakat terdampak tidak tersentuh bantuan. - Sistem pencatatan logistik kurang maksimal - Kesiapan logistik daerah sebelum terjadinya bencana kurang dimaksimalkan 2. Setelah SISI LOKBANA di luncurkan - Sistem pembagian logistik tidak hanya bergantung kepada BPBD Balangan, tapi juga melibatkan SPKD lain, swasta dan relawan. - Pendistribusian logistik bagi masyarakat terdampak menjadi lebih efektif dan efisien. - Berkurangnya resiko munculnya korban susulan karena sistem pembagian logistik lebih dioptimalkan. - Sistem pencatatan logistik lebih efisien dan kebutuhan masyarakat terdampak mudah dianalisa. - Kesiapan logistik daerah lebih optimal SISI LOKBANA merupakan sistem manajemen penyelenggaraan logistik, yang meliputi koordinasi, pengadaaan, pencatatan sampai pembagian logisitik yang bertujuan untuk memudahkan pemberi / penerima logistik di bidang kebencanaan. Sistem ini hanya dijalankan oleh bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Balangan. Hal ini tentunya menjadi kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya dan dapat terus dikembangkan agar lebih bermanfaat dalam situasi darurat. Dengan hadirnya SISI LOKBANA di tengah kehidupan masyarakat Balangan, proses penanganan bencana dapat berjalan dengan cepat, tepat, efektif dan efisien. Sistem pembagian logistik kepada para korban bencana dapat dijalankan dengan efektif dan efisien sehingga tidak menimbulkan gejolak dan masalah di tengah masyarakat. Tujuan Inovasi 1. Meningkatkan kinerja BPBD Balangan khususnya di bidang kedaruratan dan logistik dalam penanganan bencana di wilayah Kecamatan di Kabupaten Balangan pada sisi kemudahan dan efektivitas dalam penyelenggaraan logistik kepada para korban bencana. 2. Memudahkan koordinasi terkait proses penanggulangan bencana dan kesiapan logistik serta penyalurannya di wilayah Kecamatan dan Desa. 3. Meningkatkan pelayanan dalam hal logistik kebencanaan, yakni memberikan kepastian dan keamanan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat Balangan yang menjadi korban dampak kebencanaan. 4. Meningkatkan kerjasama dan meningkatkan kekuatan pada proses penanganan bencana dan kesiapan logistik serta penyalurannya dengan pihak Adaro, Bank Kalsel, Kapdi, dan Basarnas 5. Meningkatkan kerjasama dan meningkatkan kekuatan pada proses penanganan bencana dengan simpul relawan lain seperti Damkar, Tim Adaro, Basarnas dan Relawan Desa. |
| Hasil Inovasi | 1. Meningkatkan kinerja tim BPBD Balangan dalam penyelenggaraan logistik, terutama dalam hal pencatatan dan pendistribusian logistik bencana. 2. Menciptakan iklim ramah bencana dengan kesiapan stok logistik di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Balangan. 3. Nihilnya jumlah korban jiwa susulan akibat bencana sejak SISI LOKBANA dilaksanakan dalam proses penanggulangan bencana. 4. Berhasil dinetralisirnya berita Hoax terkait kebencanaan di wilayah Kabupaten Balangan. 5. Dapat tertanganinya korban terdampak bencana dengan pendistribusian logistik yang cepat dan tepat serta efektif dan efisien. |