Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lampihong |
| Nama Inovasi | Optimalisasi Pemantuan Pertumbuhan Balita dalam Bentuk Catatan Gizi Balita |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Raudatujanah, A.Md.Gz |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 21 March 2021 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Data Global Nutrition Report menunjukkan Indonesia menjadi 1 dari 117 negara berkembang yang memiliki lebih dari dua masalah gizi, yaitu stunting, wasting dan overweight. Saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah gizi yang cukup tinggi. Masalah gizi pada balita dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan yang mengakibatkan balita menjadi malas melakukan aktivitas terkait dengan produksi tenaga, terganggunya sistem imunitas balita sehingga mudah terserangnya penyakit infeksi, terhambatnya pertumbuhan otak yang optimal, serta perubahan perilaku yang ditunjukkan balita seperti tidak tenang, mudah menangis dan dampak berkelanjutan adalah perilaku apatis. |
| Tujuan Inovasi | Pemantauan pertumbuhan adalah proses memantau garis pertumbuhan anak yang dibandingkan dengan standar secara berkala. Pemantauan pertumbuhan ditujukan untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan untuk mencegah munculnya tanda-tanda kekurangan gizi pada anak, selain itu untuk mengidentifikasi perlambatan pertumbuhan atau kegagalan pertumbuhan pada tingkat individu, yang membantu memperbaiki masalah dengan tepat. Pemantauan pertumbuhan berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur, yang selanjutnya hasil pengukuran tersebut di-plot ke garis pertumbuhan. Jika hasil plot menunjukkan pertumbuhan tidak normal maka petugas kesehatan dan keluarga akan bertindak agar terjadi perbaikan status gizi dan kesehatan anak. Terkadang pemantauan pertumbuhan digunakan sebagai bagian dari promosi kesehatan, untuk membahas pemberian makan, kebersihan, dan aspek lain. Pemantauan pertumbuhan ini berperan sebagai isyarat dini terhadap gangguan pertumbuhan anak, agar tidak sampai terjadi gizi buruk dan mengurangi tingkat kematian bayi. Pemantauan pertumbuhan ditingkat masyarakat yang sering dilakukan di Posyandu adalah pengukuran berat badan per umur (BB/U) saja, padahal indikator panjang badan menurut umur (PB/U), berat badan menurut panjang badan (BB/PB), intake makanan dan penyakit penyerta juga penting untuk dipantau. Namun, karena adanya keterbatasan berbagai faktor pendukung, maka kegiatan tersebut belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih kurang prasarana sebagai alat memantau pertumbuhan balita. |
| Manfaat Inovasi | 1. Melakukan konsultasi dengan Mentor tentang kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan. 2. Mendata dan menginventarisasi bahan/referensi balita 3. Menyusun konsep awal buku catatan pemantauan balita 4. Membuat buku catatan pemantauan pertumbuhan balita 5. Membuat manual book pemantauan pertumbuhan balita 6. Melakukan sosialisasi penggunaan buku catatan pemantauan pertumbuhan balita 7. Pengaplikasian buku catatan pemantauan pertumbuhan balita 8. Melakukan evaluasi seluruh proses kegiatan |
| Hasil Inovasi | 1. Mengatasi permasalahan gangguan pertumbuhan untuk mencegah munculnya tanda-tanda kekurangan gizi pada anak. 2. Mengidentifikasi perlambatan pertumbuhan atau kegagalan pada anak. 3. Mengurangi kesalahan dalam pengukuran dan perhitungan tinggi badan anak. |