Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lampihong |
| Nama Inovasi | MADU ASLI (ANC Terpadu, Ibu Hamil Sehat, Persalinan dan Bayi Selamat) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Siti Rukama, A.Md.Keb |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 17 July 2023 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, Dan Pelayanan Kesehatan Seksual, Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap wanita mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan terjangkau, serta memenuhi prinsip keselamatan, kemanan, kualitas, kontinuitas, dan kepatuhan terhadap hak asasi manusia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup. Meskipun telah terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, angka AKI ini masih tergolong tinggi. Sementara itu, angka kematian bayi (AKB) di Indonesia adalah 8 per 1.000 kelahiran hidup. Meskipun juga terjadi penurunan, angka AKB ini masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya |
| Tujuan Inovasi | Permasalahan yang ada di Indonesia terkait kesehatan ibu dan bayi adalah masih tingginya angka kematian ibu dan bayi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2019 masih mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi masih mencapai 20 per 1.000 kelahiran hidup. |
| Manfaat Inovasi | Tahapan dari pembangunan aplikasi Madu Asli (ANC Terpadu, Ibu Hamil Sehat, Persalinan dan Bayi Selamat) adalah: 1. Persiapan Koordinasi dengan stakeholder untuk persiapan dan pelaksaan inovasi, mengumpulkan informasi tentang Ibu dan anak, hal ini bertujuan untuk konten yang akan disajikan dalam aplikasi, melakukan observasi kebeberapa ibu hamil dan anak usia dini mengenai penyakit yang sering dialami. Menyusun nilai pakar untuk sistem metode Certainty Factor atau sistem diagnosa dini. 2. Developer Setelah proses persiapan selesai, maka proses pembuatan aplikasi dilakukan bekerjasama dengan vendor pembuatan aplikasi berbasis Android dan web. Dalam hal ini pembuatan aplikasi akan dilakukan selama 3-4 bulan. 3. Uji Coba Uji coba akan dilakukan dalam scoop kecil untuk melihat apakah aplikasi ini sudah berjalan dengan baik atau masih perlu ada perbaikan. 4. Evaluasi Evaluasi aplikasi dilakukan berkala setelah uji coba, evaluasi mencakup kemampuan aplikasi, kemudahan (user friendly), dan menerima masukan dari pengguna 5. Sosialisasi dan Publikasi Setelah semua tahapan selesai maka aplikasi siap untuk di publikasikan dan di sosialisasi. Sosialisasi aplikasi akan dilakukan oleh bidan desa dan atau tenaga kesehatan baik saat melaksanakan posyandu maupun konsultasi secara langsung. 6. Penerapan ? Pada Ibu Aplikasi dapat digunakan sesuai dengan fitur-fitur yang diberikan diantaranya, diagnosa awal pada ibu hamil dengan cara mengisi form yang disediakan, menbaca dan mencari tips dan informasi seputar kehamilan, persalinan,bayi dan anak.
? Pada Bidan atau Tenaga kesehatan Bidan dapat memantau form diagnosa awal yang diisi oleh ibu hamil, Bidan juga bisa mencatat kondisi kesehatan ibu dan bayi. |
| Hasil Inovasi | MANFAAT INOVASI 1. Pelayanan ANC optimal dan tercatat 2. Memberikan informasi dengan cepat 3. Ibu lebih peka terhadap gejala-gejala penyakit ibu dan anak 4. Tenaga kesehatan dapat mengambil langkah yang baik,cepat dan tepat berdasarkan hasil dari evaluasi diagnosa dini. |