Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lampihong |
| Nama Inovasi | Rapor GIAT (Gigi Anak Sehat) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | drg. Muhammad Nor Adly Ramadhani |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 18 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota ada 12 jenis Standar Pelayanan Minimal yang mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan dengan orang terduga Tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan resiko terinfeksi HIV. Pada Standar Pelayanan Minimal yang sudah disebutkan diatas ada salah satunya pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar yang tentunya perlu adanya program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). ISU STRATEGIS Usaha Kesehatan Gigi Sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh peserta didik di sekolah binaan yang ditunjang dengan upaya kesehatan perorangan berupa upaya promotif, preventif, dan kuratif bagi individu (peserta didik) yang memerlukan perawatan kesahatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut anak adalah hal yang penting untuk diperhatikan karena berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dampak yang muncul apabila dokter gigi melupakan perannya dalam upaya promotif dan preventif maka angka karies setiap individu anak akan meningkat. Anak cenderung tidak mau mengunyah, bahkan makan. Hal ini akan menyebabkan anak kekurangan nutrisi sehingga berat badan menurun. Masalah ini menyebabkan anak menemui banyak kesulitan di sekolah. Beberapa anak cenderung sulit berkonsentrasi, tidak bisa aktif dalam kegiatan bahkan absen tidak masuk sekolah. Kemampuan belajar anak akan turun sehingga jelas akan berpengaruh pada prestasi belajar. |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN MIKRO Inovasi “RAPOR GIAT” (Gigi Anak Sehat) ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan selama ini apabila ada kegiatan pemeriksaan gigi dan mulut ke sekolah yang di periksa secara umum saja tidak detail, karena sarana informasi penghubung dari pemeriksa,guru dan orang tua murid tidak ada hal ini menyebabkan masih sedikit tindak lanjut orang tua murid untuk merawat gigi anaknya ke puskesmas di karenakan ketidak tahuan dalam permasalahan gigi anaknya. PERMASALAHAN MAKRO Tidak adanya pendidikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut di sekolah maupun dimasyarakat membuat tingginya angka karies dan angka kesakitan gigi dan mulut pada anak sekolah maupun orang dewasa. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tingginya angka karies dan kesakitan gigi pada anak sekolah saya berinisiatif dan mengusulkan kepada kepala puskesmas dan pemegang program UKS untuk membuat RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) untuk mengatasi permasalahan tersebut agar ke depannya informasi yang didapatkan dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui secara detail oleh guru dan orang tua murid sehingga dapat di tindak lanjuti. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya yang di lakukan Sebelum Inovasi Penerapan program UKS di Puskesmas Lampihong saat ini khususnya untuk program UKGS cuma dilakukan penjaringan pemeriksaan gigi dan mulut saja, hal ini tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga tidak adanya kepedulian dan ketahuan bagi guru dan orang tua murid, selama ini tidak ada juga tindak lanjut dari tenaga yang melakukan penjaringan Upaya yang di lakukan Setelah inovasi Dengan adanya inovasi RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) keinginan orang tua dan murid untuk merawat gigi anaknya semakin besar, tingkat kesadaran dalam mencegah terjadinya masalah pada gigi anak semakin tinggi, hubungan yang harmonis antara pihak puskesmas dan sekolah serta meningkatnya kunjungan pasien anak di poli gigi puskesmas.
Tahapan Inovasi 1.Perencanaan Sebelum melaksanakan Inovasi Rapor Giat ini, Tim innovator melakukan koordinasi dengan kepala puskesmas dan pihak terkait seperti perawat, bidan Serta pengelola jaminan kesehatan di UPT Puskesmas Lampihong untuk perencanaan anggaran pencetakan Rapor Giat dan tidak lupa koordinasi juga kepada pihak sekolah di kecamatan Lampihong untuk penyelenggaraan kegiatan. 2. Proses Pelaksanaan Proses pelaksanaan dilakukan setiap semester awal sekolah yaitu pada waktu penjaringan maupun berkala program UKS Pelaksanaan inovasi RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) meliputi : a. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut b. Melakukan Sikat Gigi Bersama (SIGIBER) c. Melakukan pemeriksaan gigi dan mulut dengan penerapan inovasi RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) d. Penyerahan RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) kepada guru dan anak. 3. Editing Proses penyusunan editing video agar lebih bagus dari pelaksanaan Inovasi Rapor Giat (Gigi Anak Sehat) di sekolah. 4. Publikasi Publikasi Inovasi Rapor Giat (Gigi Anak Sehat) dengan cara menyampaikan dari hasil inovasi melalui media sosial seperti instagram UPT Puskesmas Lampihong agar inovasi ini dapat di kenal masyarakat. |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI 1. Tujuan Umum Untuk mengatasi permasalahan tingginya angka karies dan kesakitan gigi anak sekolah. 2. Tujuan Khusus a) Sebagai sarana informasi yang efektif untuk guru dan orang tua murid. b) Untuk mempermudah mengetahui apa yang jadi permasalahan untuk dapat dirawat apabila anak dan orang tua datang ke puskesmas untuk perawatan gigi. c) Efisiensi waktu dalam pelayanan di poli gigi puskesmas. d) Untuk mempermudah membandingkan kesehatan gigi dan mulut anak pada waktu pemeriksaan berkala. e) Untuk mempermudah saya sebagai dokter gigi melakukan pemeriksaan gigi dan mulut pada anak. f) Kesehatan gigi dan mulut anak dapat dipantau secara akurat dalam setiap pemeriksaan berkala. MANFAAT DAN DAMPAK INOVASI 1. Manfaat bagi Organisasi Mempermudah pemeriksaan gigi apabila si anak berobat gigi ke puskesmas, 2. Manfaat bagi Pemerintah daerah Dengan Mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk pada anak karena kesehatan gigi dan mulutnya tidak terganggu akan membantu pemerintah daerah untuk menurunkan stunting dan gizi buruk, Dapat mencerdaskan anak bangsa karena bisa fokus belajar tidak terganggu oleh kesehatan gigi dan mulutnya. 3. Manfaat bagi Masyarakat Mempermudah orang tua dan guru untuk mengetahui kesehatan gigi dan mulut anak, Dengan adanya inovasi RAPOR GIAT (Gigi Anak Sehat) keinginan orang tua dan murid untuk merawat gigi anaknya semakin besar, tingkat kesadaran dalam mencegah terjadinya masalah pada gigi anak semakin tinggi, hubungan yang harmonis antara pihak puskesmas dan sekolah serta meningkatnya kunjungan pasien anak di poli gigi puskesmas.
HASIL INOVASI Tersedianya Rapor GIAT (Gigi Anak Sehat) di sekolah dasar yang memudahkan tenaga kesehatan untuk memantau perkembangan kesehatan gigi dan mulut pada anak |