Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Paringin Selatan |
| Nama Inovasi | Ultramen Tr (Untuk Mengurangi kejadian missfile (kesalahan letak) Rekam Medis Menggunakan Tracer (Petunjuk Keluar) Rekam Medis) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Nisa Maulida,A.Md.Kes |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Dalam Permenkes No. 43 Tahun 2019 bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 Tahun 2008 Tentang Rekam Medis, rekam medis adalah dokumen yang berisi catatan-catatan serta dokumen-dokumen yang berisi mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan serta pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Sedangkan rekam medis Puskesmas merupakan berkas atau dokumen yang berisi catatan-catatan serta dokumen-dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan serta pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien serta berisi informasi lengkap mengenai data-data rekam medis pasien rawat jalan, rawat inap serta gawat darurat di Puskesmas. Rekam medis yang baik adalah rekam medis yang memiliki data yang berkesinambungan dari pasien datang ke institusi pelayanan kesehatan hingga pasien diijinkan pulang oleh dokter, perawat maupun petugas lain yang melayani pasien. Dalam penelitian Handoyo (2014) ketersedian berkas rekam medis secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan pasien, oleh karena itu masalah penyimpanan berkas rekam medis merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena jika sistem penyimpanan berkas rekam medis yang dipakai kurang baik maka akan timbul masalah-masalah yang dapat mengganggu ketersediaan berkas rekam medis secara tepat dan cepat. Filing merupakan suatu kegiatan atau suatu proses penyimpanan (storage) maupun penataan berkas rekam medis di ruang penyimpanan berkas rekam medis (Rustiyanto dan Rahayu, 2011). Fasilitas yang 3 terdapat pada ruang filing rekam medis yaitu ruangan, alat penyimpanan serta tracer (Budi, 2011). Dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan sangat dibantu oleh adanya ketersediaan berkas rekam medis yang cepat, tepat dan akurat. Jika terdapat masalah dalam penyimpanan berkas rekam medis dapat mengakibatkan penurunan dalam mutu pelayanan pasien pada institusi pelayanan kesehatan. |
| Tujuan Inovasi | Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas rekam medis di UPT Puskesmas Paringin Selatan tanggal 11 April 2022, terjadinya berkas tidak ditemukan kurang lebih 10 perbulan karena missfile pada ruang penyimpanan berkas rekam medis pasien. Missfile merupakan kesalahan dalam menata serta menempatkan kembali berkas rekam medis di bagian filing rekam medis pada institusi pelayanan kesehatan. ISU STRATEGIS Terjadinya Missfile menyebabkan dokter ataupun tenaga kesehatan menjadi kesulitan dalam mengambil tindakan lanjutan terutama bila pasien tersebut harus mendapatkan penanganan yang cepat. Selain itu, dimasa mendatang bila terjadi masalah misalnya ada pasien yang merasa dirugikan oleh pihak Puskesmas karena pelayanan yang didapatkan mungkin saja dirasa tidak sesuai prosedur, pihak Puskesmas akan kesulitan dalam membuktikan pelayanan apa yang telah diberikan, padahal dalam pelaksanaan penanganan dokter dan tenaga kesehatan telah melaksanakan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hilangnya data rekam medis pasien juga berdampak pada masalah hukum yang lain. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis. |
| Manfaat Inovasi | Upaya yang dilakukan sebelum inovasi Pelayanan pengambilan rekam medis dari rak penyimpanan dilakukan secara terjadwal yang setiap harinya berbeda dan tracer (petunjuk keluar) yang digunkan menggunakan kertas F4 bahan buffalo. Upaya yang dilakukan setelah inovasi Adanya petugas khusus yang ditugaskan untuk pengambilan status rekam medis, namun juga dilakukan sosialisasi kepada petugas lainnya agar semua petugas mengetahui dan dapat menngantikan apabila petugas khusus berhalangan. Adapun inovasinya membuat tracer(petunjuk keluar) dari bahan yang lebih tebal dan tersedian bon peminjaman serta buku peminjaman rekam medis.
|
| Hasil Inovasi |
TUJUAN Mengurangi angka kejadian missfile rekam medis di penyimpanan UPTD Puskesmas Paringin Selatan MANFAAT Terwujudnya pelayanan Bidang kesehatan Perekam Medis yang maksimal dan bermutu salah satunya dengan Optimalisasi ruang penyimpanan rekam medis dalam mengurangi angka kejadian missfile rekam medis. |