Detil Inovasi SINOVDA
Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Uren |
| Nama Inovasi | PERI GIGI DESI (PEnyuluhan PERtumbuhan GIGI DEngan animaSI) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | drg. Renita Rahmad |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 09 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Menurut PP Nomor 47 Tahun 2016 fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan atau masyarakat. Seiring dengan peningkatan pengetahuan, teknologi, dan pendapatan, tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan juga semakin meningkat. Namun, masih banyak institusi pelayanan kesehatan yang terperangkap dalam rutinitas pelayanan seperti biasa. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan persentase masalah gigi dan mulut sebesar 57,6 %. Hasil ini meningkat dari hasil Riskesdas tahun 2013 dengan persentase sebesar 25,9%. Masalah kesehatan gigi dan mulut di Sumatera Barat pada tahun 2013-2018 juga mengalami peningkatan dari 22,2% menjadi 58,5%. Pengetahuan sangat penting dalam mendasari terbentuknya sikap dan perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Terutama dalam hal ini, pengetahuan orang tua sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan gigi anaknya. Pertumbuhan gigi sulung sangat berguna sebagai panduan pertumbuhan gigi tetap, terutama pada masa usia sekolah dasar sebab pada masa-masa ini terjadi pergantian dan pertumbuhan gigi anak. Inovasi yang dapat digunakan sebagai media penyuluhan adalah dengan menggunakan animasi sehingga lebih mudah dipahami dan lebih menarik. Berdasarkan hal tersebut Puskesmas Uren membuat Inovasi yaitu PERI GIGI DESI (PEnyuluhan PERtumbuhan GIGI DEngan animaSI). |
| Tujuan Inovasi | UPTD Puskesmas Uren merupakan kategori Puskesmas Terpencil, wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren meliputi 7 desa, termasuk di antaranya adalah 6 dusun terpencil (yaitu Dusun Libaru Sungkai, Dusun Andamai, Dusun Kurihai, Dusun Sawang, Dusun Ambata dan Dusun Tanjungan Jalamu) yang topografinya bergunung-gunung, dan tidak dapat diakses dengan sarana transportasi. Hal tersebut menyebabkan Usaha Promotif mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat masing kurang maksimal. Minimnya pengetahuan orang tua mengenai fase pertumbuhan gigi menyebabkan tingginya tingkat persistensi gigi anak di wilayah kerja puskesmas Uren. |
| Manfaat Inovasi | Menyampaikan penyuluhan kepada orang tua dengan media video animasi dan leaflet kepada orang tua yang memiliki anak di Usia Fase pergantian gigi yaitu usia 7-11 tahun. Penyuluhan bisa dilakukan di puskesmas, posyandu maupun di sekolah. penyuluhan yang dilakukan di sekolah bisa bekerjasama dengan program UKGS. Animasi dibuat semenarik mungkin dan ditampilkan menggunakan proyektor agar bisa ditonton dengan lebih maksimal. Kemudian tenaga kesehatan memberikan penjelasan dan membagikan leaflet lalu melakukan follow up hasil penyuluhan. |
| Hasil Inovasi | Manfaat bagi Inovator: -Penelitian ini sebagai wadah bagi inovator untuk mengaplikasikan Ilmu Kedokteran Gigi yang telah didapatkan. Manfaat Untuk Puskesmas: -Hasil inovasi ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai gambaran hubungan pengetahuan ibu tentang pertumbuhan gigi dengan kasus persistensi pada anak di wilayah kerja Puskesmas Uren. -Inovasi ini diharapkan dapat menurukan angka prevalensi masalah gigi dan mulut yang disebabkan oleh persistensi gigi di Puskesmas Uren. Manfaat Untuk Masyarakat: -Orang tua mendapatkan pengetahuan tentang pertumbuhan gigi dan hubungannya dengan kasus persistensi gigi sehingga ibu diharapkan turut serta mengurangi kasus persistensi gigi sulung di Wilayah kerja Puskesmas Uren |