Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Halong |
| Nama Inovasi | Peningkatan capaian vaksinasi coronavirus disease 2019 (covid-19) dosis kedua pada anak usia 6-11 tahun melalui pemberdayaan guru serta wali murid di unit pelaksana teknis Puskesmas Rawat Inap Halong Kabupaten Balangan |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Erwinda Safitri, S.K.M. |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 10 November 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Peraturan Meteri Kesehatan Nomor 08 Tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat Bidang Kesehatan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan kesehatan diperlukan upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang terintegrasi dan bersinergi dengan bidang lainnya sesuai kewenangan di berbagai tingkat pemerintahan, salah satunya dengan penyelenggaraan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya membantu masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya sendiri sehingga bebas dan mampu mengatur masalah dan mengambil keputusannya secara mandiri. Pemberdayaan guru dan wali murid salah satu bentuk dari pemberdayaan masyarakat dalam dunia kesehatan khususnya terkait vaksinasi anak. Hal ini selaras dengan Permenkes Nomor 8 tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Pemberdayaan guru dan wali murid memiliki peran yang penting dalam capaian vaksinasi anak agar tersedia informasi yang valid untuk menghindari hoax yang beredar tentang vaksinasi pada anak yang kemudian membuat orang tua atau wali murid tidak khawatir jika anaknya mendapatkan vaksinasi. Sehingga sangat diperlukan komitmen bersama guru dan wali murid dengan tenaga kesehatan khususnya UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong untuk saling mendukung guna terlaksananya vaksinasi Anak. Oleh karena itu dibuatlah inovasi Pemberdayaan guru dan wali murid dalam capaian vaksinasi anak agar menghasilkan kerjasama dalam bentuk Mou antara semua pihak yang terlibat. |
| Tujuan Inovasi | Permasalahan terkait inovasi: 1. Makro Vaksinasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai risiko penyakit. Selama 2 tahun terakhir sejak tahun 2020-2021 cakupan vaksinasi anak sekolah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan cakupan vaksinasi anak sekolah diakibatkan imbas dari pandemi covid-19. 2. Mikro Vaksinasi anak sekolah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong belum memenuhi cakupan sasaran vaksinasi anak. Hal ini dikarenakan masih banyak informasi yang tidak bersumber atau hoax tentang vaksinasi anak sekolah . |
| Manfaat Inovasi | Metode pembaharuan inovasi: 1. Kondisi Sebelum Inovasi Untuk capaian vaksinasi covid-19 pada anak usia 6-11 tahun dalam laporan bulanan pelaksanaan vaksinasi covid-19 dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong sampai dengan Maret 2022 hanya mencapai 977 orang dengan sasaran sebanyak 1.896 orang atau 51,53%. 2. Kondisi Setelah Inovasi Setelah berjalannya Inovasi selama tahun 2022 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong persentase capaian vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun mengalami peningkatan menjadi 59,38%. strategi inovasi: Sebelum ada Inovasi Pemberdayaan guru dan wali murid dalam capaian vaksinasi covid-19 dosis kedua pada anak usia 6-11 tahun, jumlah anak yang mendapatkan vaksinasi masih sedikit. Hal tersebut dikarenakan masih banyak informasi yang tidak bersumber dan berita hoax yang beredar terkait vaksinasi anak dimasyarakat khususnya orang tua atau wali murid. Setelah adanya inovasi ini memberikan informasi yang valid kepada para guru dan wali murid tidak perlu khawatir jika anaknya mendapatkan vaksinasi anak. Dan menjawab segala kerisauan serta membantah segara isu hoax yang beredar. Sehingga kemudian terjadi peningkatan jumlah anak yang mendapatkan vaksinasi anak di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong. |
| Hasil Inovasi | Manfaat inovasi ini antara lain sebagai berikut : a. Terlaksananya kegiatan vaksinasi anak sekolah tanpa terkendala izin dari orang tua atau wali murid b. Meningkatkan persentasi capaian vaksinasi anak sekolah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong |