Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lok Batu |
| Nama Inovasi | Optimalisasi Edukasi Instruksi Pasca Tindakan Ekstraksi Gigi Melalui Media Cetak Di Poli Gigi Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Lok Batu Kabupaten Balangan |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | drg. Sujiatmini Cahyawati |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 07 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemerintah Daerah dapat melakukan inovasi untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inovasi daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan penilaian terhadap penerapan hasil inovasi daerah untuk memberikan penghargaan dan/atau insentif kepada Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah ini membuka kesempatan bagi daerah untuk berkreasi dan menciptakan terobosan baru (inovasi). Penilaian inovasi daerah ini merupakan proses penilaian terhadap semua bentuk inovasi daerah menggunakan indikator indeks inovasi daerah. Lebih lanjut tentang penilaian dan pemberian penghargaan dan/atau insentif inovasi daerah dijelaskan di Permendagri Nomor 104 Tahun 2018. ISU STRATEGIS Hasil penelitian Eszwara pada tahun 2016 mengenai gambaran pemberian instruksi pasca ekstraksi gigi di praktik dokter gigi di Kota Medan yang dilakukan pada 100 orang responden, yaitu sebesar 52% memberikan kombinasi jenis instruksi verbal dan nonverbal, 46% memberikan instruksi secara verbal, dan 2% memberikan instruksi secara nonverbal. Dalam hal ini responden merasakan bahwa kombinasi antara instruksi verbal dan nonverbal lebih dipahami dan mudah untuk diingat oleh pasien sehingga pasien lebih patuh terhadap instruksi dokter gigi dan tujuan akhir perawatan tercapai. Hal ini sesuai dengan penelitian Shantipriya Reddy et al pada tahun 2012 mengenai daya ingat dan kepuasan pasien pasca ekstraksi gigi. Berdasarkan penelitian tersebut kelompok yang diberikan kombinasi instruksi secara verbal dan nonverbal memiliki daya ingat dan tingkat kepuasan yang lebih baik dibandingkan kelompok yang hanya diberikan instruksi secara verbal saja. |
| Tujuan Inovasi | MAKRO Pencabutan gigi merupakan pelayanan yang sering dilakukan di puskesmas. Pencabutan gigi ini merupakan tindakan pengambilan gigi dari dalam soket gigi di dalam tulang alveolar. Menurut data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan skor DMF-T di Indonesia mencapai 4,85 atau 5 gigi yang dicabut karena mengalami karies. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, masyarakat datang ke dokter gigi jika keluhan penyakit gigi dan mulut yang dialami sudah berada pada tingkat lanjut, sehingga tindakan pencabutan gigi dipilih sebagai perawatannya MIKRO Berdasarkan observasi edukasi yang dilakukan mengenai instruksi pasca tindakan ekstraksi gigi dalam pelayanan di poli gigi saat ini memang masih belum optimal karena masih sebatas secara verbal saja. Hal ini tentunya berpengaruh dengan pemahaman dan kepatuhan pasien-pasien di poli gigi dalam melaksanakan instruksi pasca tindakan ekstraksi gigi. Komplikasi yang dapat terjadi apabila instruksi pasca tindakan ekstraksi gigi tidak dilaksanakan oleh pasien, yaitu: perdarahan; nyeri; edema; dry socket; delay healing; infeksi; dan trismus yang persisten. Kendala yang sering terjadi di dalam poli gigi terbatas edukasi kepada pasien karena adanya antrian pasien yang menunggu. |
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang Dilakukan Sebelum Inovasi Sebelum terciptanya inovasi ini tentang edukasi instruksi pasca tindakan ekstraksi, pelayanan pencabutan gig di puskesmas hanya sebatas tindakan saja dan edukasi terbatas. oleh sebab itu pasien kurang paham tentang hal-hal yang diperbolehkan atau yang tidak diperbolahkan setelah dilakukan tindakan pencabutan gigi. Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Dengan adanya inovasi pengoptimalan edukasi pasca tindakan ekstraksi gigi melalui media cetak di puskesmas Lok Batu dapat memberikan edukasi yang tepat dan bermanfaat dan dapat mencegah terjadinya komplikasi setelah tindakan pencabutan. Dengan adanya keterbatasan penerima informasi atau pasien dalam memahami instruksi setelah tindakan cabut maka diberikan pamflet tentang instruksi pasca cabut agar pasien mudah mengingat dan memahami instruksi dari dokter gigi setelah cabut gigi. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari inovasi ini adalah untuk mengurangi komplikasi yang akan terjadi setelah pencabutan gigi yang diakibatkan kurang pahamnya masyarakat dalam menerima informasi.
TAHAPAN INOVASI
Tahapan dari Klinik Inovasi Balangan adalah : 1. Persiapan Tahapan pertama dari inovasi ini adalah pembentukan tim dan membuat surat keputusan Tim Inovasi Optimalisasi Edukasi Instruksi Pasca Tindakan Ekstraksi Gigi Melalui Media Cetak Di Poli Gigi Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Lok Batu Kabupaten Balangan.
2. Penetapan Di Tahun 2023 ditetapkan Tim Inovasi Optimalisasi Edukasi Instruksi Pasca Tindakan Ekstraksi Gigi Melalui Media Cetak Di Poli Gigi Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Lok Batu Kabupaten Balangan yang termuat dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan tentang Penunjukan Tim Inovasi. 3. Pelaksanaan Pelaksanaan Inovasi ini terdiri dari a. Membangun jejaring dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal b. Membangun komunikasi dengan baik kepada pasien secara verbal tentang edukasi pasca tindakan pencabutan gigi. c. Pemberian leaflet yang berisi edukasi tentang informasi pasca tindakan ekstraksi gigi. d. Pelaksanaan evaluasi dengan kuisioner yang akan diberikan kepada pasien untuk mengetahui pemahaman pasien tentang edukasi yang sudah diberikan e. Pelaksanaan survey kepuasan masyarakat. |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Inovasi ini bertujuan: a. Meningkatkan pemahaman kepada pasien tentang edukasi pasca tindakan pencabutan gigi dan komplikasi yang memungkin dapat terjadi. b. Meningkatkan kesadaran pasien tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut c. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
MANFAAT INOVASI Manfaat atau dampak Hilir adalah meningkatkan pemahaman pasien tentang hal-hal yang diperbolehkan setelah tindakan pencabutan, mengurangi resiko atau komplikasi yang terjadi setelah tindakan pencabutan gigi, meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat |