Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok UPT Puskesmas Lok Batu
Nama Inovasi BUCIN MENONTON TV (Budaya Cuci Tangan Menggunakan Tontonan Teknik Visual)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Norhidayati Rahmi, SKM
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 09 May 2022
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Sebagai seorang ASN yang bekerja di ujung tombak pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk dapat menampilkan kinerja terbaik, menjunjung tinggi kepuasan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

       Pelayanan kesehatan dapat maksimal dilaksanakan bila ASN menjalankan tugas berdasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 tanggal 26 Agustus 2021 telah ditetapkan ASN branding, yakni: Bangga Melayani Bangsa, dengan nilai-nilai dasar operasional BerAkhlak meliputi: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif serta memiliki kemampuan Smart ASN dan Manajemen ASN.

       Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang saat ini menjadi perhatian dunia karena permasalahan praktik perilaku cuci tangan yang buruk tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di Negara maju di mana sebagian besar masyarakatnya masih lupa untuk mencuci tangan. Akibatnya angka kejadian diare masih tinggi di negara-negara seperti Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 15 Oktober 2008, persatuan bangsa-bangsa menetapkan hari ini sebagai hari cuci tangan pakai sabun sedunia yang berfokus pada anak sekolah sebagai “agen perubahan” (Kementrian Kesehatan Republik indonesia, 2015).

       Cuci tangan pakai sabun merupakan cara mudah dan tidak perlu biaya mahal. Karena itu, membiasakan CTPS sama dengan mengajar anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Anak usia sekolah pada umumnya belum paham betul akan kebersihan bagi tubuhnya, anak usia sekolah bila jam istirahat tiba, mereka bermain dan makan sehingga lupa untuk mencuci tangan.

       Banyak penyakit yang bisa bersarang dalam tubuh bila lalai mencuci tangan, misalnya tifus, infeksi jamur, polio disentri, diare, kolera, cacingan, ISPA dan hepatitis A, Apa lagi sejak dunia dihebohkan dengan munculnya wabah Covid-19 yang berawal dari wuhan china pada desember 2019, hingga kini virus ini masih menjadi pandemi global.

       Salah satu penularan Covid-19 dan penyakit lainnya terjadi karena virus atau bakteri yang menempel pada tangan. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan tersebut. Direktur Kesehatan Lingkungan Vensya Sitohang mengatakan mencuci tangan dengan sabun adalah cara termurah dan paling efektif untuk menghentikan penularan Covid-19 dan akan tetap menjadi tindakan pencegahan. Selain Covid-19, CTPS dapat menurunkan penyakit diare hingga 30% dan ISPA hingga 20%. Dua penyakit tersebut merupakan penyebab utama kematian anak Balita di Indonesia. Untuk menghentikan penularan Covid-19 dan mencegah wabah di masa depan, semua orang di manapun harus melakukan praktik CTPS. (Kemenkes. 2021)

       Perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap, dan tindakan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Bukti bukti telah ditemukan bahwa praktik - praktik menjaga kesehatan dan kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan/ buang air besar/ kecil, dapat mengurangi tingkat infeksi hingga 25%.

       Anak usia sekolah dikelompokan dalam usia rentan karena perilaku anak yang dapat mempengaruhi kesehatan khususnya selama berada di sekolah saat tidak bersama dengan orang tua seperti jajanan yang tidak sehat dan kebiasaan tidak mencuci tangan saat makan. Perilaku mencuci tangan yang tidak tepat dapat menjadi agen pembawa kuman yang dapat menyebabkan pathogen berpindah melalui kontak baik langsung maupun tidak langsung sehingga terjadinya diare dan ISPA.

Dari data Puskesmas Lok Batu dalam 3 bulan terakhir, ISPA merupakan penyakit yang banyak terjadi dan selalu masuk dalam daftar 10 penyakit terbesar . Masih banyak siswa-siswi Sekolah Dasar Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat terutama mencuci tangan pakai sabun. Upaya Puskesmas Lok Batu untuk meningkatkan Promotif dan Preventif serta menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA dan Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Batu yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan program Promkes diantaranya Penyuluhan CTPS, demonstrasi CTPS dan menerapkan dikehidupan sehari-hari.

Berdasarkan latar belakang tersebut terbentuklah Inovasi BUCIN MENONTON TV (Budaya Cuci Tangan Menggunakan Tontonan Teknik Visual) melalui inovasi ini di harapkan  dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama siswa-siswi di sekolah.

Tujuan Inovasi

Kegiatan ini belum terlaksana di seluruh sekolah wilayah kerja Puskesmas Lok Batu, hanya beberapa sekolah yang sudah dilaksanakan edukasi diantaranya SDN Munjung, SDN Karuh dan SDN Lok Batu. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sosialisasi kegiatan kepada Pihak Sekolah terkait inovasi tersebut sehingga Sekolah masih belum  bisa mengadakan Sosialisasi tentang budaya CTPS. Sarana dan alat untuk menunjang kegiatan masih belum lengkap.

Manfaat Inovasi

Sosialisasi inovasi melalui kegiatan Lintas Sektor, kegiatan Skrining Kesehatan pada Anak Usia Sekolah dan Remaja, Guru UKS di sekolah, Kader Remaja dan Dokter Kecil.

Hasil Inovasi

Dengan adanya inovasi BUCIN MENONTON TV, dapat meningkatkan  Promotif dan Preventif Kesehatan yang di berikan kepada siswa-siswi untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan, melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan serta adanya peran serta dari pihak sekolah ( Guru ) yang ikut terlibat  dalam  Pelaksanaan BUCIN MENONTON TV .

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah Peraturan Kepala Daerah

Bukti Pendukung

No Surat  :  188.45/885/Kum TAHUN
Tanggal Surat    :  19/12/2022
Tentang   :  PENETAPAN INOVASI, PAMONG, ADMIN DAN INOVATOR INOVASI DAERAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN 2022
Dokumen  :  SK.pdf

2 Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) Lebih dari 30

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/ 230 /DINKES,PP
Tanggal Surat    :  2/1/2023
Tentang   :  TIM PELAKSANA INOVASI BUCIN MENONTON TV
Dokumen  :  SK TIM I BUCIN.pdf

3 Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project), perekayasaan, laboraturium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi di T-0, T-1 dan T-2

Bukti Pendukung

No Surat  :  1
Tanggal Surat    :  2/1/2023
Tentang   :  RKA
Dokumen  :  RKA PKM LOKBATU.pdf

4 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 1 hari

Bukti Pendukung

Tentang   :  SOP BUCIN MENONTON TV
Dokumen  :  SOP BUCIN MENONTON TV.pdf

5 Kecepatan Inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah yang kompleks Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  Proposal BUCIN MENONTON TV (Budaya Cuci Tangan Menggunakan Tontonan Teknik Visual)
Dokumen  :  PROPOSAL BUCIN MENONTON TV_.pdf

6 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Memenuhi 3 atau 4 unsur substansi

Bukti Pendukung

Tentang   :  THUMBNAIL BUCIN MENONTON TV
Dokumen  :  THUMBNAIL BUCIN MENONTON TV.jpeg

Tentang   :  Link Video BUCIN MENONTON TV
Dokumen  :  Link Video BUCIN MENONTON TV.pdf