Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana |
| Nama Inovasi | Aplikasi Data Dasar Pernikahan dan Kehamilan Usia Muda (Astar Premium) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Nor Anisa Safitri, S.K.M. |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 23 May 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Penanganan permasalahan Stunting harus dilakukan secara paripurna, komprehensif, terpadu dan bersifat multisektoral dengan mengintensifkan pendampingan terhadap keluarga yang berisiko melahirkan bayi beresiko Stunting. Pendampingan ini fokus dilakukan mulai pada periode remaja serta calon pengantin, pada masa kehamilan dan pada masa pascapersalinan, serta terus didampingi hingga anak berusia 5 tahun. Pendampingan pada masa-masa tersebut merupakan upaya agar segenap intervensi sensitif maupun intervensi spesifik yang diberikan dapat dipastikan sampai kepada penerima manfaat dan mempunyai dampak nyata dengan menurunnya angka prevalensi Stunting 14% pada tahun 2024 sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Presiden dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting serta memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan kedua, target 2.2.1 Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun/balita. Dengan ini diperlukan data dasar terkait remaja dengan rentang usia 15-19 tahun yang sudah terikat pernikahan dan atau perempuan usia 15-19 tahun yang hamil. |
| Tujuan Inovasi | Diperlukan data dasar terkait remaja dengan rentang usia 15-19 tahun yang sudah terikat pernikahan dan atau perempuan usia 15-19 tahun yang hamil. Dengan data ini akan didapatkan angka ASFR (Age Spesific Fertility Rate) yang merupakan indikator kelahiran yang memperhitungkan perbedaan fertilitas dari wanita usia subur menurut umurnya. Karena angka ASFR 15-19 tahun menjadi fokus dalam pencegahan resiko stunting juga tolak ukur jumlah pernikahan usia muda. |
| Manfaat Inovasi | Angka ASFR (Age Spesific Fertility Rate) yang merupakan indikator kelahiran yang memperhitungkan perbedaan fertilitas dari wanita usia subur menurut umurnya yang dalam hal ini pada rentang usia 15-19 tahun dalam mewujudkan remaja yang produktif, berkualitas dan menyelesaikan usia pendidikan hingga perkuliahan sehingga mampu menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas, memantau jumlah kehamilan pada remaja serta mencegah kelahiran dengan resiko stunting, Salah satu strategi yang di yang di lakukan adalah meningkatkan akses data untuk sasaran yang lebih tepat sebagai dasar rencana tindak lanjut pencegahan resiko stunting. Upaya yang dilakukan pada saat ini adalah Sosialisasi penggunaan Astar Premium kepada koordinator kecamatan Penyuluh Keluarga Berencana di Balangan, pengoptimalan penggunaan Astar Premium oleh Penyuluh Keluarga Berencana di Balangan, perbaikan aplikasi Astar Premium dan pengumpulan data pernikahan dan kehamilan usia 15-19 tahun. |
| Hasil Inovasi | Keunggulan dari Inovasi ini adalah mampu mengetahui jumlah remaja usia 15-19 tahun yang sudah menikah maupun yang hamil. Sehingga manfaat dari inovasi ini yaitu terdeteksi remaja yang menikah dan hamil secara real time dan meningkatkan Kualitas data terkait jumlah remaja usia 15-19 tahun |