Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok UPT Puskesmas Uren
Nama Inovasi MAKAN APEL (MARI KITA NYALAKAN ALARM PERSALINAN)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Susilawati, Amd. Keb
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 03 February 2018
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Untuk menjamin terpenuhinya hak hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk penduduk miskin dan tidak mampu, pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, AKI 228 per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi baru lahir (AKN) 19 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Develoment Goals/MDGs 2000) pada tahun 2015, diharapkan angka kematian ibu menurun dari 228 pada tahun 2007 menjadi 102 dan angka kematian bayi menurun dari 34% pada tahun 2007 menjadi 23%.


Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah pasalinan yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi pueperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetric 5%, emboli 3%, dan lain-lain 11%(SKRT2001).

pemerintah masih menghadapi tantangan lima isu strategis yang menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan 5 tahun ke depan (2020-2024).

Kelima isu utama tersebut telah diidentifikasi dalam Rakerkesnas (Rapat Kerja Nasional) tahun 2019 yakni angka kematian ibu atau angka kematian neonatal yang masih tinggi, stunting, tuberculosis (TBC), Penyakit Tidak Menular (PTM), dan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Oleh sebab itu, katanya, salah satu kunci untuk menjawab tantangan lima persoalan tersebut ialah dengan penelitian dan pengembangan kesehatan.

Sesuai dengan Keputusan Bupati Balangan Nomor  188.45/576/Kum Tahun 2017, Tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama   Pemerintah Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2017 dalam Meningkatkan    Kualitas    Sumber   Daya   Manusia   Melalui Pembangunan Pendidikan Dan Kesehatan dalam bidang kesehatan Indeks Kesehatan Umum (IKU) kabupaten Balangan di Fokuskan pada Meningkatnya Kualitas Kesehatan antara lain :

1.             Usia Harapan Hidup

2.             Angka Kematian Ibu (Per 100.000 Kelahiran)

3.             Angka Kematian Bayi (Per 1000 Kelahiran)

4.             Prevalensi Kekurangan Gizi.

Kematian ibu juga diakibatkan beberapa faktor resiko keterlambatan (Tiga Terlambat), di antaranya terlambat dalam pemeriksaan kehamilan (terlambat mengambil keputusan), terlambat dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan, dan terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat dalam keadaan emergensi. Salah satu upaya pencegahannya adalah melakukan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, sesuai dengan Standar Pelayanan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Tujuan Inovasi

Berdasarkan identifikasi Masalah dengan merumuskan  sistem SWOT dan Isikawa Fishbone Kemudian menetapkan Prioritas  hasil analisis denngan  METODE USG (URGENCY, SERIOUSNESS, GROWTH)  masalah yang dihadapi oleh Ibu hamil di desa marajai yang paling menonjol adalah : 

a.    Rendahnya Pemantuan Bumil dan pemeriksaan Kehamilan di faskes

b.    Tidak adanya Sarana dan Prasarana  di Faskes ( Tidak Ada Poskesdes Desa Marajai tahun 2019 )

c.    kurangnya Kesadaran masyarakat tentang kehamilan

d.    Geografi Terpencil dan akses untuk Ibu hamil

Untuk menjawab masalah prioritas diatas maka terciptalah program inovasi untuk desa marajai yaitu “ MAKAN APEL (Mari Kita Nyalakan Alarm Persalinan)”.

 

Manfaat Inovasi

fokus utama inovasi ini adalah mencoba mengembangkan metode sesuai dengan kondisi dan dapat diaplikasikan ke masyarakat sekitar,dengan cara mengontrol pemantauan ibu hamil tentang jadwal periksa, karena tidak adanya poskesdes (pos kesehatan desa) di desa marajai , kurangnya kesadaran masyarakat tentang masalah  kehamilan dan kondisi geografis Yang sulit dan tidak ada sinyal handphone di wilayah desa Marajai . dengan cara mensetting jam alarm sebagai pengingat ketika waktu yang ditentukan tiba  untuk pemeriksaan kehamilan dan mendekati proses kelahiran jam alam akan berbunyi agar segera melakukan pemeriksaan kehamilan dan untuk ibu yang hampir melahirkan agar segera turun dari daerah terpencil

Hasil Inovasi

penurunan angka kematian ibu dan bayi akibat 3 T (Tiga Terlambat), di antaranya terlambat dalam pemeriksaan kehamilan (terlambat mengambil keputusan), terlambat dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan, dan terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat dalam keadaan emergensi. diharapkan dengan metode meminjamkan alat berupa jam alarm persalinan tersebut akan menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian balita 

terutama untuk di desa marajai dan sebagai contoh untuk desa yang lain diwilayah kerja UPT Puskesmas Uren yang rata-rata letak geografisnya sulit dan tidak terjangkau sinyal HP,  bahkan sebagai inovasi untuk Bisa diaplikasikan dan dikembangkan untuk daerah biasa memakai Pengingat Jam HP android dan daerah terpencil memakai Jam Alarm di wilayah kabupaten Balangan pada umumnya 

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi / Kebijakan yang ditetapkan untuk mendukung Inovasi Daerah Perkada

Bukti Pendukung

No Surat  :  188.45/576/Kum Tahun
Tanggal Surat    :  5/9/2017
Tentang   :  Sesuai dengan Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/576/Kum Tahun 2017, Tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2017 dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pembangunan Pendidikan Dan Kesehatan dalam bidang kesehatan Indeks Kesehatan Umum (IKU) kabupaten Balangan di Fokuskan pada Meningkatnya Kualitas Kesehatan antara lain : 1. Usia Harapan Hidup 2. Angka Kematian Ibu (Per 100.000 Kelahiran) 3. Angka Kematian Bayi (Per 1000 Kelahiran) 4. Prevalensi Kekurangan Gizi.
Dokumen  :  SK IKU Kabupaten Balangan Tahun 2017.pdf

2 Ketersediaan SDM Terhadap Inovasi Jumlah SDM yang melaksanakan inovasi daerah ini. jumlahnya ada berapa orang 1-10 SDM

Bukti Pendukung

Tentang   :  Makalah tentang Inovasi Makan Apel Kader Posyandu 7 Orang dan 1 Orang Bidan Desa
Dokumen  :  INOVASI Makan Apel DOc.docx

3 Dukungan Anggaran Anggaran untuk inovasi daerah dituangkan dalam APBD Anggaran untuk inovasi dalam tahapan sudah dilaksanakan dan sudah di evaluasi

Bukti Pendukung

No Surat  :  Perda NO.03 Tahun 20
Tanggal Surat    :  30/01/2018
Tentang   :  RPJMD Kabupaten Balangan 2016-2021
Dokumen  :  RPJMD.pdf

4 Penggunaan IT Penggunaan alat elektronik, teknologi dan sistem informasi dalam inovasi daerah Pelaksanaan kerja di lingkungan pemerintah daerah menggunakan perangkat elektronik

Bukti Pendukung

Tentang   :  jam alarm bantuan PT. Adaro TBK
Dokumen  :  IMG_20200321_163111_513.jpg

5 Bimtek Inovasi Suatu kegiatan yang diberikan pengguna inovasi daerah kepada pelatihan yang bermanfaat dalam meningkatkan inovasi daerah Pernah 1 tahun 2 Kali melakukan Bimtek

Bukti Pendukung

Tentang   :  grup wa Genoekologi dan obsetri pengunaan Alarm persalinan oleh seluruh bidan di Kabupaten balangan sebagai langkah penurunan AKI dan AKABA
Dokumen  :  WhatsApp Image 2021-04-07 at 2.31.14 AM.jpeg

Tentang   :  Pelaksanaan Bimtek dan supervisi Bidan Desa Marajai dan Pelaksanaan Rapat Bulanan Rutin Penurunan KIA
Dokumen  :  bimtek dan rapat bulanan bidan.pdf

6 Program dan Kegiatan di Renstra SKPD Inovasi Daerah masuk dalam program dan kegiatan Renstra OPD Pemerintah daerah sudah menuangkan pengembangan inovasi ke dalam Resntra dan telah dilaksanakan

Bukti Pendukung

Tentang   :  MoU untuk Pelaksanaan Inovasi Daerah di Balangan
Dokumen  :  Bupati-Balangan-Lakukan-MoU-untuk-Pelaksanaan-Inovasi-Daerah-di-Balangan.pdf

Tentang   :  RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021(Peningakatan Kualitas Kesehatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi)
Dokumen  :  RPJMD.pdf

7 Jejaring Inovasi Interaksi antar pelaku inovasi daerah. misalkan antar OPD, antar Pemda, atau melibatkan pelayanan publik Inovasi hanya berjalan 2 OPD

Bukti Pendukung

Tentang   :  proposal bersama konservasi buah, pemerdayaan masyarakat desa marajai sekaligus pemberian bantuan alarm persalinan untuk desa marajai kepada PT. Adaro indonesia TBK cabang Kabupaten Balangan
Dokumen  :  opload data.pdf

8 Pedoman Teknis/SOP Ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana inovasi daerah harus dilakukan

Bukti Pendukung

No Surat  :  444/316/2020
Tanggal Surat    :  16/03/2020
Tentang   :  percepatan penurunan angka kematian ibu dengan alarm persalinan baik jam alarm untuk daerah terpencil dan handphone untuk daerah biasa
Dokumen  :  WhatsApp Image 2021-04-07 at 7.51.29 AM.jpeg

9 Pengelola Inovasi Pengelola inovasi ditetapkan dengan Surat Keputusan

Bukti Pendukung

No Surat  :  aaaa
Tanggal Surat    :  12/4/2021
Tentang   :  penunjukan admen inovasi daerah
Dokumen  :  Data Admin Inovasi.pdf

10 Ketersediaan Layanan Inovasi Kesiapan informasi layanan untuk dapat digunakan Informasi melalui datang langsung

Bukti Pendukung

No Surat  :  NO. 4445/0108/A-TU/I
Tanggal Surat    :  12/9/2018
Tentang   :  Kotak saran Desa Marajai
Dokumen  :  kotak saran desa marajai.jpg

No Surat  :  NOMOR : 445/018/SK/B
Tanggal Surat    :  5/4/2019
Tentang   :  MEDIA KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP KELUHAN MASYARAKAT ATAU SASARAN KEGIATAN UKM DI UPT PUSKESMAS UREN
Dokumen  :  BAB 4 .EP 4.2.6.1 SK MENANGKAP KELUHAN.docx

11 Penyelesaian Layanan Pengaduan Penyelesaian informasi/ pemberitahuan yang disampaikan oleh pengguna tentang inovasi daerah Terdapat "call center" layanan pengaduan pengguna

Bukti Pendukung

Tentang   :  MEDIA KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP KELUHAN MASYARAKAT ATAU SASARAN KEGIATAN UKM DI UPT PUSKESMAS UREN
Dokumen  :  kotak saran desa marajai.jpg

12 Tingkat Partisipasi Stakeholder Tindakan pihak pihak tertentu dalam mengambil bagian pada kegiatan inovasi daerah Inovasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat

Bukti Pendukung

Tentang   :  aparat Desa Marajai, PT Adaro Indonesia TBK Cabang Paringin, BKKBN Kabupaten Balangan, UPPKS Tunas Muda Desa Marajai
Dokumen  :  data foto Alarm Persalinan.jpg

Tentang   :  aparat Desa Marajai, PT Adaro Indonesia TBK Cabang Paringin, BKKBN Kabupaten Balangan, UPPKS Tunas Muda Desa Marajai
Dokumen  :  data foto Alarm Persalinan.jpg

Tentang   :  KOMITMEN BERSAMA TINGKAT KECAMATAN HALONG DUKUNGAN INOVASI
Dokumen  :  PENGALANGAN KOMITMEN INOVASI.jpeg

13 Kemudahan Informasi Layanan Tidak memerlukan banyak tenaga untuk memperoleh informasi layanan Layanan Email/Media Sosial

Bukti Pendukung

Tentang   :  grup wa kabpaten
Dokumen  :  WhatsApp Image 2021-04-07 at 2.31.14 AM.jpeg

14 Kemudahan Proses Inovasi Yang Dihasilkan Tidak memerlukan banyak tenaga untuk melakukan inovasi Hasil inovasi dapat dilakukan dalam waktu 1-2 hari

Bukti Pendukung

Tentang   :  hanya mememerlukan settingan beberapa menit jam alarm untuk 9 bulan kedepan baik pemeriksaan dan waktu tafsiran persalinan bisa dikontrol oleh bidan yang bersangkutan
Dokumen  :  jam alarm susi.jpg

15 Online Sistem Jaringan prosedur yang dibuat secara daring Ada dukungan melalui informasi website atau sosial media

Bukti Pendukung

Tentang   :  jam alarm ini dapat juaga dapat diaplikasikan melaui pengingat alarm dismart phone
Dokumen  :  WhatsApp Image 2021-04-07 at 2.31.14 AM.jpeg

16 Kecepatan Inovasi Proses yang digunakan untuk mengakses inovasi daerah dalam satuan waktu. yang dimaksud sangat lambat (waktunya pengerjaanya kurang dari 6 bulan) yang dimaksud cukup cepat (waktunya pengerjaanya kurang dari 12 bulan) yang dimaksud lambat (waktunya pengerjaanya lebih dari 12 bulan) Proses inovasi dapat dilakukan dalam waktu hitungan 3-7 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  grup kabupaten yang bersumber pada alarm persalinan desa marajai
Dokumen  :  WhatsApp Image 2021-04-07 at 2.31.14 AM.jpeg

Tentang   :  Makalah Pelaksanaan Makan Apel
Dokumen  :  INOVASI Makan Apel DOc.docx

17 Kemanfaatan Inovasi Inovasi daerah yang dihasilkan bermanfaat dan tidak menimbulkan pembenanan daerah Hasil manfaatnya dirasakan diatas 201 orang keatas

Bukti Pendukung

Tentang   :  SK agar semua Bidan desa Mamakai metode alarm persalinan baik menggunakan jam alarm atau smart phone PX
Dokumen  :  SK kadinkes.jpeg

18 Tingkat Kepuasan Penggunaan Inovasi Daerah Ketersediaan tingkat kepuasan inovasi daerah dapat dirasakan sesuai dengan yang diharapkan pengguna Hasil pengukuran kepuasan pengguna dari "testimoni pengguna"

Bukti Pendukung

Tentang   :  SK kadinkes Untuk Memakai Inovasi Jam Alarm untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian balita
Dokumen  :  SK kadinkes.jpeg

Tentang   :  KOTAK SARAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INOVASI
Dokumen  :  kotak saran desa marajai.jpg

19 Sosialisasi Kebijakan Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah dari pemerintahan daerah kepada pengguna inovasi daerah (pengguna dapat Pegawai ASN atau Masyarakat) dengan mengunggah foto kegiatan inovasi daerah dan/atau pelaksanaan inovasi dimaksud. Ada Foto

Bukti Pendukung

Tentang   :  peminjaman alarm persalian untuk ibu hamil desa marajai
Dokumen  :  peminjaman alarm persalinan.jpg

Tentang   :  brosur Inovasi makan apel
Dokumen  :  brosur makan Apel.jpg

Tentang   :  Photo Penjelasan Pengunaan Jam Alarm Persalinan
Dokumen  :  penjelasan jam alarm persalinan.jpg

Tentang   :  MEDIA SOSIAL
Dokumen  :  LAYANAN INFORMASI MEDIA SOSIAL.jpeg

20 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi Daerah dapat dibuktikan dengan video inovasi daerah (file MP4, Mov atau Avi) Ada Video

Bukti Pendukung

Tentang   :  INOVASI PELAYANAN KESEHATAN MAKAN APEL DESA MARAJAI DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS UREN
Dokumen  :  Image2.jpg