Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
Nama Inovasi Kompor Panggul (Komoditas Porang Pangan Panggul)
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Dian Nugrahini
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 01 January 2020
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Balangan merupakan satu dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan dengan penduduk tahun 2020 sebanyak 130.355 jiwa, sedangkan 80% bermata pencaharian sebagai petani. Tutupan lahan yang mendominasi di Kabupaten Balangan adalah lahan pertanian yang terdiri dari perkebunan karet 90.701,69 Ha (49,60%), dan sawah 14.100,19 Ha (7,71 %).

 

Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Balangan didominasi oleh sektor pertambangan yakni sebesar 60,69%, diposisi kedua adalah sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 11,97%. Kontribusi sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yakni sebesar 3,54% per tahun. Mengingat dampak kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan dan bencana yang cukup besar, guna menjaga kelestarian lingkungan Balangan, sudah seharusnya mulai mengurangi ketergantungannya di sektor pertambangan dan beralih ke sektor pertanian.

 

Sebagai komoditas tanaman pangan yang sedang populer di kembangkan di Kabupaten Balangan 3 tahun terakhir, jumlah petani porang yang tercatat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan adalah sebanyak 526 orang petani dan luas lahan pertanian porang adalah seluas 210,96 Ha tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Balangan dan angka ini terus mengalami peningkatan seiring waktu.

Umbi porang atau oleh masyarakat Balangan disebut umbi maya (Amorphophallus muelleri) mulai dikembangkan karena besar dan banyak manfaatnya, yakni sebagai produk pangan, farmasi dan kosmetik setelah mengalami pengolahan tingkat lanjut. Di Kabupaten Balangan pengembangan umbi porang belum optimal karena penggunaan/ pemakaian membutuhkan perlakuan khusus (menghilangkan kalsium oksalat, perlu pemurnian glukomanan), dan pengolahan menjadi bahan pangan memerlukan teknik dan teknologi. 

Harapannya dengan pengembangan umbi porang, Kabupaten Balangan menjadi sentra penghasil umbi porang di Kalimantan Selatan. Hasil survey menyebutkan bahwa Kabupaten Balangan menyumbang pengiriman umbi porang sebesar 10 ton/ minggu atau sebesar 50% dari total pengiriman Kalsel yang sebesar 20 ton/minggu.

Inovasi KOMPOR PANGGUL meliputi identifikasi kandungan gizi/ pengujian proksimat umbi porang  dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat kasar yang menujukkan bahwa umbi porang memiliki kandungan gizi, sedangkan hasil uji SNI tepung singkong SNI 01-2997-1996 menyatakan bahwa tepung porang dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan. Teknik pemurnian yang paling signifikan mengurangi kandungan kalsium oksalat pada porang adalah dengan perendaman larutan garam (NaOH) murni 6% selama 30 menit dan pengeringan umbi porang secara alami (penurunan kalsium oksalat 68%) dan melalui pengeringan buatan (dry cabinet) suhu 450C selama 5 jam (penurunan kalsium oksalat 65%). Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya yang telah dilakukan adalah pembuatan bakso dengan perbandingan daging sapi dan tepung (1:1) dan penambahan tepung glukomanan sebesar 3% dari total bahan. Bakso kemudian diuji analisis sifat tekstur dan uji standar sesuai SNI 3818-2014. Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan isolasi metode kering dan isolasi metode basah. Semakin sering dilakukan pengulangan maka semakin tinggi kadar glukomanan.

Mesin/ alat hasil inovasi KOMPOR PANGGUL yang dikembangkan adalah a) alat pemotong umbi porang, b)  Pilot project alat pengering umbi porang dan pilot project alat penepung umbi porang. Mesin/ alat tersebut telah melalui proses ujicoba dan penyempurnaan hingga menghasilkan sebuat prototype yang bisa dipergunakan. Kapasitas mesin pemotong umbi porang adalah 737,77 kg/jam. Pilot project alat pengering umbi porang dilengkapi dengan pemanas berupa kompor gas dengan model dua tungku api. Kapasitas mesin/ oven pengering tersebut adalah 50 kg sekali pengeringan. Pilot project alat penepung umbi porang memiliki kapasitas 50 kg sekali giling.

Inovasi KOMPOR PANGGUL mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yakni penghapus kemiskinan dan mengakhiri kelaparan. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Balangan tahun 2020 terdapat 29 desa dari 156 desa dan kelurahan (18,58%) yang termasuk desa rentan pangan (pada prioritas 1 – 3) dengan rincian; 5 desa dalam prioritas 1 (rentan tinggi), 11 desa prioritas 2 (rentan sedang) dan 13 desa prioritas 3 (rentan rendah). Permasalahan pangan tersebut salah satunya disebabkan karena kurang optimalnya diversifikasi pangan dan terbatasnya ketersediaan teknologi pangan olahan. Sehubungan dengan hal tersebut, produk olahan pangan berbasis porang bisa menjadi salah satu alternatif bentuk diversifikasi pangan dan sangat memungkinkan diterapkan untuk mengatasi permasalahan pangan mengingat berlimpahnya ketersediaan bahan bakunya. Selain itu juga indeks glikemik tepung glukomannan dari porang yang rendah menjadikannya alternatif bahan pangan yang sehat.

Tingkat kemiskinan di tahun 2021 Kabupaten Balangan yakni 6,07%, diatas rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan (4,83%). Jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan menjadi 8.062 orang dibandingkan tahun 2020 sebanyak 7.064 orang disebabkan karena dampak Pandemi Covid 19. Dengan menanam porang satu – dua musim serta menjualnya dalam bentuk umbi basah dapat menambah penghasilan petani porang, terlebih lagi apabila petani porang bisa mengolahnya menjadi bentuk chips kering dan tepung glukomannan.

Sehingga INOVASI KOMPOR PANGGUL sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat petani porang di Balangan.

Tujuan Inovasi
  1. Belum optimalnya intervensi riset dan teknologi dalam pengelolaan dan pemanfaatan porang Kabupaten Balangan dan
  2. Belum optimalnya kegiatan diversifikasi produk porang guna meningkatkan nilai tambah demi peningkatan perekonomian petani porang di Kabupaten Balangan
Manfaat Inovasi

Inovasi KOMPOR PANGGUL meliputi identifikasi kandungan gizi/ pengujian proksimat umbi porang  dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat kasar yang menujukkan bahwa umbi porang memiliki kandungan gizi, sedangkan hasil uji SNI tepung singkong SNI 01-2997-1996 menyatakan bahwa tepung porang dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan.

Teknik pemurnian yang paling signifikan mengurangi kandungan kalsium oksalat pada porang adalah dengan perendaman larutan garam (NaOH) murni 6% selama 30 menit dan pengeringan umbi porang secara alami (penurunan kalsium oksalat 68%) dan melalui pengeringan buatan (dry cabinet) suhu 450C selama 5 jam (penurunan kalsium oksalat 65%).

Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya yang telah dilakukan adalah pembuatan bakso dengan perbandingan daging sapi dan tepung (1:1) dan penambahan tepung glukomanan sebesar 3% dari total bahan. Bahan tambahan yakni bawang putih, bawang merah (optionall), merica dan garam. Setelah tercampur merata dibulatkan dan dimasak dengan air mendidih sampai mengapung dan matang. Bakso kemudian diuji analisis sifat tekstur dan uji standar sesuai SNI 3818-2014.

Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan isolasi metode kering dan isolasi metode basah. Semakin sering dilakukan pengulangan maka semakin tinggi kadar glukomanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tepung glukomannan masih memenuhi baku mutu tepung terigu kecuali parameter kadar protein. Namun ini tidak berpengaruh besar mengingat penekanan kadar protein pada tepung terigu lebih karena penggunaannya sebagai tepung serbaguna untuk membuat kue dan mie (memerlukan kadar protein tinggi untuk membentuk sifat mengembang dan elastisitas).

Pilot project alat pemotong umbi porang memiliki spesifikasi teknis Rangka pemotong besi siku 5 x 5 cm panjang 51 cm, lebar 52 cm,
tinggi 66 cm; Rangka motor penggerak 85 x 52 cm bahan besi siku 5 x 5 cm tebal 4 mm; Bagian poros penggerak dari pipa pejal stainless ? 1 inch dilengkapi dengan motor penggerak 4 tak bensin 6 hp, seperangkat bearing poros, dan dihubungkan dengan piringan vertikal pisau pemotong bahan pelat stainless ? 42 cm ketebalan 4 mm; Dilengkapi pendorong bahan, ketebalan pisau pemotong dapat diatur dari bahan stainless; dan rangka pemotong ditutup dengan pelat stainless ketebalan 0,8 mm. Kapasitas alat tersebut adalah 737,77 kg/jam

Pilot project alat pengering umbi porang memiliki spesifikasi teknis Ukuran rangka pengeringan 100 x 100 x 140 cm; Sisi-sisi bagian pengeringan dilapisi lis aluminium siku 1,0 x 1,0 cm; Dinding lapisan dari pelat bahan aluminium dengan ketebalan 0,9
mm; Rangka konstruksi dari bahan besi galvanis kotak profil kotak ukuran 4 x 4 cm; Rangka bagian dalam sebagai tempat penyangga rak bahan terbuat dari bahan besi galvanis kotak berongga 2 x 1 cm dengan ukuran 94 x 2 x 1 cm; Rangka rak pengering dengan ukuran 94 x 87 dari bahan besi galvanis kotak ukuran 1 x 1 cm dan alas rak pengering dari bahan kassa stainless berlubang ukuran 94 x 87 cm; Alat pengering terdiri dari dua dinding lapisan: lapisan dalam sebagai tempat bahan dan diantara lapisan bahan dari aluminium dengan jarak 2,5 cm sebagai aliran panas dari ruang pemanas; Bagian pintu pengering ukuran 117 x 100 cm, dilengkapi dengan alat temperatur batas maksimal 4000C, dibagian tengah pintu dipasang kaca dengan ketebalan 5 mm ukuran 23 x 110 cm; Rangka ruang tungku pemanas ukuran 94 x 20 cm; Alas rak pemanas ukuran panjang 90 x 94 cm; Bagan pengering dilengkapi dengan 3 buah kipas blower dan 1 buah alat pengatur kecepatan kipas. Kipas blower 2 buah ditempatkan di bagian samping kiri, kanan dan 1 kipas blower ditempatkan bagian atas. Pengaturan kecepatan udara masuk dapat diatur dengan memutar tombol pengaturan; Rangka pengering ditutup dengan pelat aluminium ketebalan 0,9 mm; Ruang pemanas dilengkapi dengan pemanas berupa kompor gas dengan model dua tungku api. Kapasitas mesin pengering tersebut adalah 50 kg sekali pengeringan.

Pilot project alat penepung umbi porang memiliki spesifikasi teknis alat penggiling daya putar 3.000 watt, kecepatan putar 5.800 rpm, saringan terhalus 94 mesh, bagian masuk bahan berbentuk corong segiempat kapasitas 5 liter. Motor penggerak daya putar 8 HP=5.965 watt, kecepatan putar 2.600 rpm, tangki solar 4 liter, tangki air pendingin 3 liter. Pondasi alat penepungan balok kayu ulin ukuran (5x8) meter total panjang kayu 12 meter, mur dan baut 12 biji. Kapasitas mesin adalah 50 kg.

Kedepannya untuk pengembangan kegiatan ini selain sebagaimana tersebut diatas adalah perlunya pengembangan produk pangan lain yakni berupa beras analog/ shirataki, mie shirataki, konyaku, dan biskuit porang.

Hasil Inovasi

Bagi organisasi

a.    Menyediakan teknologi pengolahan umbi porang berupa pengurangan kadar kalsium oksalat, pemurnian glokomannan, dan pengolahan bahan pangan berbahan baku umbi porang

b.    Mengembangkan jejaring inovasi/ triplehelix untuk peningkatan dan pengembangan inovasi

c.     Mendukung program diversifikasi pangan dan terbatasnya ketersediaan teknologi pangan olahan

Bagi Masyarakat

a.    Meningkatkan pengetahuan petani umbi porang terkait teknologi pengolahan umbi porang berupa pengurangan kadar kalsium oksalat, pemurnian glokomannan, dan pengolahan bahan pangan berbahan baku umbi porang.

b.    Menyediakan pilot project alat pengiris, pengering dan penepung umbi porang untuk dimanfaatkan, direplikasi dan diadopsi teknologinya oleh kelompok masyarakat

c.     Melalui implementasi hasil teknologi dan Memperoleh keuntungan ekonomi dari selisih harga jual umbi mentah, chips porang, tepung glukomannan dan produk pangan olahan berbahan baku tepung glukomannan

d.    Manfaat kesehatan mengkonsumsi produk pangan olahan berbahan baku tepung glukomannan

Inovasi KOMPOR PANGGUL menghasilkan teknologi :

a.    Identifikasi kandungan gizi/ proksimat umbi maya

b.    Pemurnian dan pengurangan kandungan kalsium oksalat

c.     Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya

d.    Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan

e.    Pilot project alat pemotong umbi porang

f.     Pilot project alat pengering umbi porang

g.    Pilot project alat penepung umbi porang

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah SK Kepala Daerah atau Keputusan yang Ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah a.n Kepala Daerah

Bukti Pendukung

No Surat  :  078/093/Bappedalitba
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Komodita Porang Pangan Unggul (Kompor Panggul) di Kabupaten Balangan
Dokumen  :  SK Kepala Bappedalitbang Kompor Panggul -kompres kecil.pdf

2 Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) 11-30 SDM

Bukti Pendukung

No Surat  :  078/093/Bappedalitba
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Kompor Panggul Kabupaten Balangan
Dokumen  :  2. SDM.pdf

No Surat  :  1-078/093/Bappedalit
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Kompor Panggul Kabupaten Balangan
Dokumen  :  1. Regulasi Kompor Panggul.pdf

3 Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project), perekayasaan, laboraturium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi di T-0, T-1 dan T-2

Bukti Pendukung

No Surat  :  20.5
Tanggal Surat    :  1/1/2020
Tentang   :  RKA SKPD 2020
Dokumen  :  20.5 perekayasaa.pdf

4 Alat Kerja Alat kerja yang digunakan dalam pelaksanaan inovasi yang mudah diakses oleh pengguna misalnya pemanfaatan platform digital untuk media sosialisasi, pemberian layanan inovasi, dan peroleh data/informasi dan lain-lain Pelaksanaan kerja sudah didukung sistem

Bukti Pendukung

Tentang   :  Grup WA
Dokumen  :  4. Penggunaan IT.jpeg

5 Program Dan Kegiatan inovasi Perangkat Daerah dalam RKPD Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah Pemerintah daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RKPD T-1, T-2 dan T-0

Bukti Pendukung

No Surat  :  -
Tanggal Surat    :  4/1/2021
Tentang   :  RPJMD Kab. Balangan 2021-2026
Dokumen  :  RPJMD VI-17 dan VII-16kecil.pdf

No Surat  :  -
Tanggal Surat    :  4/1/2021
Tentang   :  RKPD
Dokumen  :  RKPD 2021 5-5kecil.pdf

No Surat  :  -
Tanggal Surat    :  4/1/2021
Tentang   :  RKPD 2020-2021
Dokumen  :  RKPD 2020 V-17kecil.pdf

No Surat  :  31 Tahun 2019
Tanggal Surat    :  31/12/2019
Tentang   :  RKPD 2020
Dokumen  :  RKPD kompor panggul 2020.pdf

No Surat  :  52 Tahun 2020
Tanggal Surat    :  31/12/2020
Tentang   :  RKPD 2021
Dokumen  :  RKPD kompor panggul 2021.pdf

6 Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2) Inovasi melibatkan lebih dari 5 aktor

Bukti Pendukung

No Surat  :  078/093/Bappedalitba
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Komoditas Porang Pangan Unggul (Kompor Panggul) di Kabupaten Balangan
Dokumen  :  SK Kepala Bappedalitbang Kompor Panggul -kompres kecil.pdf

7 Pelaksana inovasi daerah Penetapan tim pelaksana inovasi daerah Ada pelaksana dan ditetapkan dengan surat penugasan atau surat perintah kepala SKPD atau yang setara

Bukti Pendukung

No Surat  :  078/093/Bappedalitba
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Komoditas Porang Pangan Unggul (Kompor Panggul) di Kabupaten Balangan
Dokumen  :  SK Kepala Bappedalitbang Kompor Panggul -kompres kecil.pdf

8 Jejaring Inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) Inovasi melibatkan 5 Perangkat Daerah atau Lebih

Bukti Pendukung

No Surat  :  078/093/Bappedalitba
Tanggal Surat    :  1/9/2021
Tentang   :  Penetapan Inovasi Komoditas Porang Pangan Unggul (Kompor Panggul) di Kabupaten Balangan
Dokumen  :  SK Kepala Bappedalitbang Kompor Panggul -kompres kecil.pdf

9 Sosialisasi Inovasi Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Media Berita

Bukti Pendukung

Tentang   :  FOTO SOSIALISASI DAN SERAH TERIMA PINJAM PAKAI ALAT PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN PRODUK PANGAN ALTERNATIF BERBASIS UMBI MAYA (Amorphophallus muelleri) KHAS KALIMANTAN SELATAN
Dokumen  :  10. Sosialisasi Inovasi.pdf

Tentang   :  Media Berita Umbi Porang
Dokumen  :  10. Sosialisasi Inovasi Media Berita-dikompresi.pdf

10 Pedoman Teknis Ketentuan dasar penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book Telah terdapat Pedoman Teknis berupa buku dalam bentuk elektronik

Bukti Pendukung

Tentang   :  Pedoman Teknis Kompor Panggul
Dokumen  :  Pedoman Teknis Inovasi Kompor Panggul_compressed.pdf

11 Kemudahan informasi Layanan Kemudahan mendapatkan Informasi layanan melalui metode sebagai berikut: 1. Manual, seperti : tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi 2. Hotline, seperti : layanan email/telp 3. Media Sosial, seperti : instagram/facebook/whatsapp. dsb 4. Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios) Informasi Layanan Diperoleh Melalui 2 dari 4 Metode

Bukti Pendukung

Tentang   :  Website balitbangda(.)balangankab(.)go(.)id
Dokumen  :  12. Kemudahan Informasi Layanan.jpg

12 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 6 hari keatas

Bukti Pendukung

Tentang   :  SK SOP Kmpor Panggul
Dokumen  :  11. Pedoman Teknis.pdf

13 Penyelesaian layanan pengaduan Rasio penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir >= 91%

Bukti Pendukung

Tentang   :  Dokumentasi Penyelesaian Masalah Pengaduan
Dokumen  :  DOKUMENTASI PENYELESAIAN MASALAH PENGADUAN_compressed.pdf

14 Layanan Terintegrasi Inovasi dibangun secara terpadu dengan mengedepankan prinsip integrasi dan interoperabilitas layanan. Prinsip integrasi bermaksud menggabungkan beberapa layanan terpisah kedalam satu platform atau dalam satu siklus berkelanjutan, sedangkan interoperabilitas bermakna menghubungkan data antar layanan Ada dukungan melalui informasi digital yang berjalan terpisah (Digital)

Bukti Pendukung

Tentang   :  Grup WA Porang Balangan
Dokumen  :  15. Online Sistem.jpeg

15 Kecepatan Inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah yang kompleks Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  Kecepatn Inovasi
Dokumen  :  17. Proposal kompor panggul ada tahapan.pdf

Tentang   :  Proposal Kompor Panggul
Dokumen  :  Proposal kompor panggul ada tahapan_edit1.pdf

16 Kemanfaatan Inovasi Kemanfaatan inovasi yang diukur berdasarkan satuan ukur yang sesuai target inovasi yang dipilih : satuan orang (pegawai, peserta didik, pasien, dsb), satuan unit (OPD/UPTD/Desa/RT/RW/Kampung/KK/Organisasi, dsb), satuan biaya (Rupiah), satuan pendapatan (rupiah), satuan hasil produk/satuan penjualan Jumlah Pengguna 201-500 orang / Unit sebesar 20,01%-50% / Efisiensi Belanja 10,01% - 20%

Bukti Pendukung

Tentang   :  SK Kepala Perangkat Daerah tentang Penunjuan dan Penetapan Besarnya Honorarium Tenaga Operasional Pilot Project Alat Pembuatan Asap Cair dan Pengolahan Umbi Maya sebagai Alternatif Pangan di Kabupaten Balangan
Dokumen  :  18. Kemanfaatan Inovasi.pdf

Tentang   :  SS grup Porang
Dokumen  :  WhatsApp Image 2022-08-03 at 09.00.45.jpeg

17 Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Hasil laporan monev internal PD

Bukti Pendukung

Tentang   :  Hasil Wawancara Tingkat Kepuasan Inovasi Daerah
Dokumen  :  Tingkat Kepuasan.docx

18 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Memenuhi 5 unsur substansi

Bukti Pendukung

Tentang   :  Cover video inovasi kompor panggul
Dokumen  :  Cover_Video_KP.jpg

Tentang   :  Cover KP
Dokumen  :  logo KP.jpg