Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah |
| Nama Inovasi | Kompor Panggul (Komoditas Porang Pangan Panggul) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Dian Nugrahini |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2020 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Balangan merupakan satu dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan dengan penduduk tahun 2020 sebanyak 130.355 jiwa, sedangkan 80% bermata pencaharian sebagai petani. Tutupan lahan yang mendominasi di Kabupaten Balangan adalah lahan pertanian yang terdiri dari perkebunan karet 90.701,69 Ha (49,60%), dan sawah 14.100,19 Ha (7,71 %).
Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Balangan didominasi oleh sektor pertambangan yakni sebesar 60,69%, diposisi kedua adalah sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 11,97%. Kontribusi sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yakni sebesar 3,54% per tahun. Mengingat dampak kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan dan bencana yang cukup besar, guna menjaga kelestarian lingkungan Balangan, sudah seharusnya mulai mengurangi ketergantungannya di sektor pertambangan dan beralih ke sektor pertanian.
Sebagai komoditas tanaman pangan yang sedang populer di kembangkan di Kabupaten Balangan 3 tahun terakhir, jumlah petani porang yang tercatat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan adalah sebanyak 526 orang petani dan luas lahan pertanian porang adalah seluas 210,96 Ha tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Balangan dan angka ini terus mengalami peningkatan seiring waktu. Umbi porang atau oleh masyarakat Balangan disebut umbi maya (Amorphophallus muelleri) mulai dikembangkan karena besar dan banyak manfaatnya, yakni sebagai produk pangan, farmasi dan kosmetik setelah mengalami pengolahan tingkat lanjut. Di Kabupaten Balangan pengembangan umbi porang belum optimal karena penggunaan/ pemakaian membutuhkan perlakuan khusus (menghilangkan kalsium oksalat, perlu pemurnian glukomanan), dan pengolahan menjadi bahan pangan memerlukan teknik dan teknologi. Harapannya dengan pengembangan umbi porang, Kabupaten Balangan menjadi sentra penghasil umbi porang di Kalimantan Selatan. Hasil survey menyebutkan bahwa Kabupaten Balangan menyumbang pengiriman umbi porang sebesar 10 ton/ minggu atau sebesar 50% dari total pengiriman Kalsel yang sebesar 20 ton/minggu. Inovasi KOMPOR PANGGUL meliputi identifikasi kandungan gizi/ pengujian proksimat umbi porang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat kasar yang menujukkan bahwa umbi porang memiliki kandungan gizi, sedangkan hasil uji SNI tepung singkong SNI 01-2997-1996 menyatakan bahwa tepung porang dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan. Teknik pemurnian yang paling signifikan mengurangi kandungan kalsium oksalat pada porang adalah dengan perendaman larutan garam (NaOH) murni 6% selama 30 menit dan pengeringan umbi porang secara alami (penurunan kalsium oksalat 68%) dan melalui pengeringan buatan (dry cabinet) suhu 450C selama 5 jam (penurunan kalsium oksalat 65%). Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya yang telah dilakukan adalah pembuatan bakso dengan perbandingan daging sapi dan tepung (1:1) dan penambahan tepung glukomanan sebesar 3% dari total bahan. Bakso kemudian diuji analisis sifat tekstur dan uji standar sesuai SNI 3818-2014. Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan isolasi metode kering dan isolasi metode basah. Semakin sering dilakukan pengulangan maka semakin tinggi kadar glukomanan. Mesin/ alat hasil inovasi KOMPOR PANGGUL yang dikembangkan adalah a) alat pemotong umbi porang, b) Pilot project alat pengering umbi porang dan pilot project alat penepung umbi porang. Mesin/ alat tersebut telah melalui proses ujicoba dan penyempurnaan hingga menghasilkan sebuat prototype yang bisa dipergunakan. Kapasitas mesin pemotong umbi porang adalah 737,77 kg/jam. Pilot project alat pengering umbi porang dilengkapi dengan pemanas berupa kompor gas dengan model dua tungku api. Kapasitas mesin/ oven pengering tersebut adalah 50 kg sekali pengeringan. Pilot project alat penepung umbi porang memiliki kapasitas 50 kg sekali giling. Inovasi KOMPOR PANGGUL mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yakni penghapus kemiskinan dan mengakhiri kelaparan. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Balangan tahun 2020 terdapat 29 desa dari 156 desa dan kelurahan (18,58%) yang termasuk desa rentan pangan (pada prioritas 1 – 3) dengan rincian; 5 desa dalam prioritas 1 (rentan tinggi), 11 desa prioritas 2 (rentan sedang) dan 13 desa prioritas 3 (rentan rendah). Permasalahan pangan tersebut salah satunya disebabkan karena kurang optimalnya diversifikasi pangan dan terbatasnya ketersediaan teknologi pangan olahan. Sehubungan dengan hal tersebut, produk olahan pangan berbasis porang bisa menjadi salah satu alternatif bentuk diversifikasi pangan dan sangat memungkinkan diterapkan untuk mengatasi permasalahan pangan mengingat berlimpahnya ketersediaan bahan bakunya. Selain itu juga indeks glikemik tepung glukomannan dari porang yang rendah menjadikannya alternatif bahan pangan yang sehat. Tingkat kemiskinan di tahun 2021 Kabupaten Balangan yakni 6,07%, diatas rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan (4,83%). Jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan menjadi 8.062 orang dibandingkan tahun 2020 sebanyak 7.064 orang disebabkan karena dampak Pandemi Covid 19. Dengan menanam porang satu – dua musim serta menjualnya dalam bentuk umbi basah dapat menambah penghasilan petani porang, terlebih lagi apabila petani porang bisa mengolahnya menjadi bentuk chips kering dan tepung glukomannan. Sehingga INOVASI KOMPOR PANGGUL sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat petani porang di Balangan. |
| Tujuan Inovasi |
|
| Manfaat Inovasi | Inovasi KOMPOR PANGGUL meliputi identifikasi kandungan gizi/ pengujian proksimat umbi porang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat kasar yang menujukkan bahwa umbi porang memiliki kandungan gizi, sedangkan hasil uji SNI tepung singkong SNI 01-2997-1996 menyatakan bahwa tepung porang dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan. Teknik pemurnian yang paling signifikan mengurangi kandungan kalsium oksalat pada porang adalah dengan perendaman larutan garam (NaOH) murni 6% selama 30 menit dan pengeringan umbi porang secara alami (penurunan kalsium oksalat 68%) dan melalui pengeringan buatan (dry cabinet) suhu 450C selama 5 jam (penurunan kalsium oksalat 65%). Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya yang telah dilakukan adalah pembuatan bakso dengan perbandingan daging sapi dan tepung (1:1) dan penambahan tepung glukomanan sebesar 3% dari total bahan. Bahan tambahan yakni bawang putih, bawang merah (optionall), merica dan garam. Setelah tercampur merata dibulatkan dan dimasak dengan air mendidih sampai mengapung dan matang. Bakso kemudian diuji analisis sifat tekstur dan uji standar sesuai SNI 3818-2014. Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan dapat dilakukan dengan isolasi metode kering dan isolasi metode basah. Semakin sering dilakukan pengulangan maka semakin tinggi kadar glukomanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tepung glukomannan masih memenuhi baku mutu tepung terigu kecuali parameter kadar protein. Namun ini tidak berpengaruh besar mengingat penekanan kadar protein pada tepung terigu lebih karena penggunaannya sebagai tepung serbaguna untuk membuat kue dan mie (memerlukan kadar protein tinggi untuk membentuk sifat mengembang dan elastisitas). Pilot project alat pemotong umbi porang memiliki spesifikasi teknis Rangka pemotong besi siku 5 x 5 cm panjang 51 cm, lebar 52 cm, Pilot project alat pengering umbi porang memiliki spesifikasi teknis Ukuran rangka pengeringan 100 x 100 x 140 cm; Sisi-sisi bagian pengeringan dilapisi lis aluminium siku 1,0 x 1,0 cm; Dinding lapisan dari pelat bahan aluminium dengan ketebalan 0,9 Pilot project alat penepung umbi porang memiliki spesifikasi teknis alat penggiling daya putar 3.000 watt, kecepatan putar 5.800 rpm, saringan terhalus 94 mesh, bagian masuk bahan berbentuk corong segiempat kapasitas 5 liter. Motor penggerak daya putar 8 HP=5.965 watt, kecepatan putar 2.600 rpm, tangki solar 4 liter, tangki air pendingin 3 liter. Pondasi alat penepungan balok kayu ulin ukuran (5x8) meter total panjang kayu 12 meter, mur dan baut 12 biji. Kapasitas mesin adalah 50 kg. Kedepannya untuk pengembangan kegiatan ini selain sebagaimana tersebut diatas adalah perlunya pengembangan produk pangan lain yakni berupa beras analog/ shirataki, mie shirataki, konyaku, dan biskuit porang. |
| Hasil Inovasi | Bagi organisasi a. Menyediakan teknologi pengolahan umbi porang berupa pengurangan kadar kalsium oksalat, pemurnian glokomannan, dan pengolahan bahan pangan berbahan baku umbi porang b. Mengembangkan jejaring inovasi/ triplehelix untuk peningkatan dan pengembangan inovasi c. Mendukung program diversifikasi pangan dan terbatasnya ketersediaan teknologi pangan olahan Bagi Masyarakat a. Meningkatkan pengetahuan petani umbi porang terkait teknologi pengolahan umbi porang berupa pengurangan kadar kalsium oksalat, pemurnian glokomannan, dan pengolahan bahan pangan berbahan baku umbi porang. b. Menyediakan pilot project alat pengiris, pengering dan penepung umbi porang untuk dimanfaatkan, direplikasi dan diadopsi teknologinya oleh kelompok masyarakat c. Melalui implementasi hasil teknologi dan Memperoleh keuntungan ekonomi dari selisih harga jual umbi mentah, chips porang, tepung glukomannan dan produk pangan olahan berbahan baku tepung glukomannan d. Manfaat kesehatan mengkonsumsi produk pangan olahan berbahan baku tepung glukomannan Inovasi KOMPOR PANGGUL menghasilkan teknologi : a. Identifikasi kandungan gizi/ proksimat umbi maya b. Pemurnian dan pengurangan kandungan kalsium oksalat c. Pengolahan produk pangan berbahan umbi maya d. Teknologi pemurnian dan isolasi glukomanan e. Pilot project alat pemotong umbi porang f. Pilot project alat pengering umbi porang g. Pilot project alat penepung umbi porang |