Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan |
| Nama Inovasi | Sistem Informasi Data UMKM Balangan (SIDUMBA) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Hafizuddin, S.Pd |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 16 February 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Guna meningkatkan peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Balangan , ketersediaan data pelaku UMKM menjadi sangat penting bagi pemerintah daerah dalam mengakselerasi intervensi program agar tepat sasaran berdasarkan karakter, kebutuhan, dan lokasi usaha. Data juga sangat dibutuhkan untuk melihat bagaimana intervensi yang diberikan pemerintah daerah kepada pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas usaha. Data yang akurat, lengkap dan dinamis juga akan membantu pemerintah dalam melakukaan monitoring dan evaluasi program-program pemberdayaan dan pengembangan UMKM serta sebagai dasar perumusan kebijakan. Bercermin dari realita bahwa sistem dan mekanisme pendataan UMKM Balangan selama ini yang menggunakan cara manual/ konvensional dengan berbagai kekurangan dan keterbatasannya, maka dipandang sangat perlu adanya inovasi dan pembenahan sistem informasi dan mekanisme pendataan UMKM. Transformasi sistem pendataan dari manual/konvensional menuju digital menjadi sebuah keniscayaan. Dengan optimalisasi dan digitalisasi sistem data informasi dimaksud, diharapkan dapat mewujudkan basis data dan informasi UMKM Kabupaten Balangan yang akurat, valid, mutakhir, kontinu, komprehensif, dan akuntabel. Oleh karena itu, Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Balangan berinisiatif membuat terobosan berupa aplikasi Sistem Informasi Data UMKM Kab. Balangan (SIDUMBA). |
| Tujuan Inovasi | Beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pendataan UMKM Kab. Balangan sebelum penerapan Inovasi aplikasi SIDUMBA antara lain : 1. Teknik dan sistem pendataan UMKM Balangan selama ini masih manual , offline dan lambat. Pada tahap proses pengolahan data (menginput, mengoreksi, mengelompokkan & tabulasi/rekapitulasi data), analisis data, penyimpanan data dan penyajian data masih dilakukan secara manual dalam program Microsoft Office Excel dan serta belum terkoneksi ke jaringan internet (offline). Selain itu, proses rekapitulasi database UMKM dalam format Excel secara berjenjang dari petugas desa ke koordinator kecamatan dan seterusnya sampai koordinator kabupaten memerlukan waktu yang relatif lebih panjang dan lama sehingga agak lambat diperoleh data final. 2. Data yang dihasilkan belum akurat. Cukup sering ditemui kekeliruan dalam penginputan klaster usaha, kodifikasi register usaha, laba dan omset usaha. 3. Data masih kurang valid. Terdapat pencatatan dan pendataan yang rangkap/tumpang tindih antar desa satu dengan yang lain, sehingga terjadi data ganda (double). 4. Basis data tidak kontinu. Basis data UMKM tidak berkelanjutan dari tahun ke tahun dikarenakan tidak adanya sistem register, standar kodifikasi dan database yang jelas dan kontinu. Tiap tahun selalu berubah-ubah nomor register pendataan baik pelaku UMKM baru ataupun lama. 5. Data kurang komprehensif. Masih terdapat data yang terkumpul kurang lengkap dan menyeluruh serta by name by address. 6. Akses data agak lambat dan terbatas. Karena database UMKM yang tersedia hanya dalam bentuk Excel/ PDF , maka tentu lebih lambat dan terbatas untuk diakses oleh publik. |
| Manfaat Inovasi | Untuk mengatasi beberapa permasalahan dan kendala yang telah diuraikan di atas, maka Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Balangan bidang Koperasi dan Usaha Mikro membuat terobosan dan inovasi berupa aplikasi SIDUMBA (Sistem Informasi dan Data UMKM Balangan). Aplikasi digital ini tercipta berkat kerjasama antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Balangan dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika dan Persandian Kabupaten Balangan. Ide dan konsep inovasi SIDUMBA diprakarsai oleh Inovator dari Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, setelah itu ide dan konsep tersebut dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah aplikasi pendataan UMKM berbasis Web Base dengan bekerjasama dengan Bidang Pengelolaan Aplikasi Informatika Dinas Kominfo, Statistik & Persandian Kab. Balangan. Adapun metode pelaksanaan pendataan UMKM Kabupaten Balangan pasca Inovasi adalah kombinasi metode offline dan online. Metode offline dilakukan dengan cara survey dan pengumpulan data langsung di lapangan (kuisioner data UMKM), sedangkan metode online dilakukan pada tahapan pengolahan data (menginput, mengelompokkan & tabulasi/rekapitulasi data), analisis data, penyimpanan data dan penyajian data ke dalam Aplikasi SIDUMBA. Kegiatan pendataan UMKM tersebut melibatkan petugas pendata UMKM dari aparat desa (sebanyak 156 admin desa/kelurahan) yang berperan dalam pengumpulan dan penginputan data dalam aplikasi SIDUMBA, koordinator kecamatan (sebanyak 8 orang admin dr 8 kecamatan) sebagai verifikator tahap I, koordinator kabupaten (sebanyak 3 orang JF dari Bidang Koperasi & Usaha Mikro) sebagai verifikator tahap II dan super admin (1 orang Staf dari Bidang Koperasi & Usaha Mikro). Dengan penerapan aplikasi SIDUMBA tersebut, pendataan UMKM Kab. Balangan berjalan lebih efektif, efesien akurat, dan berkualitas. |
| Hasil Inovasi | 1.Tersedianya Data UMKM terbaru yang dapat diakses pada tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga kementerian. 2. Dengan digitalisasi teknik dan sistem database UMKM Balangan sehingga diperoleh data yang lebih cepat, akurat, mutakhir (up to date) dan komprehensif (secara detail by name by address). 3.Kemudahan dalam melakukan monitoring terhadap sebaran dan perkembangan UMKM di Kabupaten Balangan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan. |