Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Paringin Selatan |
| Nama Inovasi | MOTOR BALAP (MOtivaTOR peruBAhan periLAku menuju Parsel sehat) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Ismianti Tadjeje, SKM |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 July 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2015 tentang penenggulangan penyakit tidak menular.Bahwa Penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan,kecacatan dan kematian yang tinggi, serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu dilakukan penanggulangan melalui pencegahan, pengendalian dan penanganan yang komprehensif, effisien, effektif dan berkelanjutan. Bedasarkan Inpres N0 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup sehat dan PERGUB Kalsel N0.0123 tahun 2017 tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Pola Hidup Sehat) Isu strategis Germas tahun 2022 dimana MenteriKoordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyebutkan bahwa pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dua tahu terakhir ini belum optimal karena Pandemi Covid 19. Dikatakan Menko PMK bahwa pembudayaan Germas sangat penting dilakukan disetiap aspek kehidupan. Terlebih dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang begitu kompleks, dari mulai angka kematian Ibu serta bayi yang masih tinggi, Stunting, hingga Penyakit Tidak Menular (PTM). Harapannnya kegiatan kegiatan germas pola hidup sehat dapatdihidupkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat demi tercapainya masyarakat yang sehat, bugar dan produktif. |
| Tujuan Inovasi | Tinnginya angka Jumlah penderita penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, Stroke, Jantung dll, angka kesakitan Penyakit tidak menular menjadi penyebab tertinggi kamatian di Indonesia dikalimantan Selatan PTM atau penyakit tidakmenular juga menempati posisi tertimggi dari jumlah angka kesakitan yang ada dan juga menjadi penyebab kematian tertinggi |
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Perubahan yang dihasilkan/dicapai setelah berjalannya penggunaan Aplikasi E-Kino adalah: 1. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang germas Pola Hidup sehat. 2. Pemerintah desa berpastisiapsi dan merespon dengan melanjutkan kegiatan kegiatan germas yang sudah dilaksanakan di desa. 3. Menurunnya angka kesakitan Penyakit Tidak Menular (PTM).
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari MOTOR BALAP adalah mudah dilaksanakan di desa dan disukai masyarakat karena sebagian desa belum pernah melaksanakan dan manarik minat masyarakat untuk melakukannya. MOTOR BALAP bertujuan untuk memotivasi masyarakat juga pemerintah desa untuk melakukan GERMAS Pola Hidup Sehat untuk mencegah Penyakit Tidak Menular. Dengan melakukan Germas Pola Hipdup sehat Masyarakat diharapkan terhindar dari Penyakit Tidak Menular yang dimana sekarang ini menjadi penyakit tertinggi penyebab kematian baik di dunia, Indonesia maupun masyarakat Kalimantan Selatan
TAHAPAN INOVASI Tahapan inovasi pada MOTOR BALAP adalah sebagai berikut: 1. Menyurat ke Desa 2. Menjadwalkan Kegiatan Kegiatan Motor Balap sesuai keadaan yang ada di desa 3. Melaksanakan Kegiatan sesuai Jadwal. 4. Mengevaluasi Kegiatan yg sudah dilaksanakan. |
| Hasil Inovasi | Tujuan dari Inovasi MOTOR BALAP adalah : 1. Mencegah Penyakit Tidak Menular; 2. Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang kesehatan terutama tentang Penyakit Tidak Menular 3. Memotivasi Pemerintah desa dan masyarakat untuk melaksanakan Germas Pola Hidup sehat. MANFAAT INOVASI Memotivasi Pemerintah desa dan masyarakat untuk melaksanakan Germas Pola Hidup sehat untuk mencegah peningkatan angka kesakitan karena Penyakit Tidak Menular. HASIL INOVASI Adanya kegiatan kegiatan didesa yang berhubungan dengan GERMAS Pola Hidup Sehat dengan menggunakan Dana Desa yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan karena Penyakit Tidak Menular. |