Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman |
| Nama Inovasi | SI LANGKAR (Sistem Informasi peLAporan meNGenai Kerusakan bAngunan iRigasi) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | LINI ANGRAINI, S.T. |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 13 March 2023 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM a. Undang-undang (UU) No 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air b. Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air c. Peraturan Pemerintah No 20 Tahun 2006 tentang Irigasi d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 06/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Perairan f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 08/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi g. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 10/PRT/M/2015 tentang Rencana Teknis Tata Pengatur Air dan Tata Pengairan h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 33/PRT/M/2007 Pedoman Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A j. Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/167/Kum Tahun 2023 Tentang Komisi Irigasi Kabupaten Balangan
ISU STRAREGIS Kebijakan dan strategi sektor sumber daya air pada Peraturan Menteri PUPR nomor 23 tahun 2020 tentang Renstra Kementerian PUPR 2020-2024 diarahkan selaras dengan kebijakan dan strategi pada Prioritas Nasional ke-5, khususnya pada Program Prioritas Penyediaan Infrastruktur Pelayanan Dasar. Kebijakan dan strategi sektor sumber daya air tersebut yaitu: a. Strategi untuk peningkatan kinerja bendungan dan penurunan risiko b. Strategi untuk peningkatan efsiensi dan kinerja sistem irigasi dengan c. Strategi untuk penyediaan air untuk komoditas pertanian bernilai tinggi antara lain: (1) Pembangunan tampungan air dan sistem irigasi untuk komoditas perkebunan, peternakan, hortikultura dan perikanan; (2) Pembangunan jaringan irigasi untuk tambak rakyat; (3) Pengembangan mikro irigasi terutama untuk lahan belum termanfaatkan dengan optimal. Strategi tersebut didukung oleh peningkatan peran pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kemitraan dengan badan usaha dalam pengelolaan irigasi. |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN Kabupaten Balangan memiliki daerah pertanian terutama pertanian sawah padi yang luas. Jumlah Daerah Irigasi di Kabupaten Balangan yaitu 23 Daerah Irigasi. Nama Daerah Irigasi di Kabupaten Balangan yaitu DI Banyu Hirang Kaladan, DI Bungin Halaubau Utara, DI Riwa, DI Lok Hamawang Sungai Tajun, DI Pelajau, DIR Lajar, DIR Matang Hanau, DIR Teluk Karya, DI Tundakan, DI Paringin, DI Kandang Jaya, DI Batu Merah, DI Jungkal, DI Mantimin, DI Lingsir, DI Pinuan, DI Mayanau, DI Marias, DI Belahing, DI Baruh Panyambaran, DR Batu Mandi, DR Mundar dan DR Sei. Hanyar. Jaringan irigasi perlu dipelihara atau dilakukan operasi dan pemeliharaan agar jaringan irigasi yang terbangun dapat berfungsi dengan baik. Jaringan irigasi di Kabupaten Balangan terdiri dari jaringan irigasi sederhana dan jaringan irigasi semi teknis. Jumlah penjaga bendung di Kabupaten Balangan berjumlah 5 orang. Luasnya irigasi pertanian dan jaringan irigasi di Kabupaten Balangan belum di iringi dengan jumlah sumber daya manusia yang cukup untuk melaporkan jaringan irigasi yang rusak. Kurangnya sumber daya manusia yang mengelola jaringan irigasi menyebabkan jaringan irigasi yang perlu di lakukan pemeliharaan dan/atau perbaikan lebih lama di perbaiki karena minimnya informasi laporan kerusakan jaringan irigasi. Setiap usulan perbaikan akan dijadikan bahan dasar dalam menyusun anggaran. Syarat dalam menyusun anggaran adalah tersedianya data cukup terkait perencaaan pembangunan khususnya di Bidang Sumber Daya Air. Apabila informasi kerusakan irigasi dilaporkan lebih lama, apalagi melewati tahun perencanaan, maka pemeliharaan dan/atau perbaikan bangunan irigasi baik saluran irigasi, pintu air dan bangunan lainnya akan makin lama direalisasikan. Selain itu, dengan adanya pelaporan kerusakan bangunan irigasi yang cepat kemudian dilakukan tindak lanjut sementara dapat mencegah kerusakan bangunan irigasi lebih buruk. Oleh karena itu, perlu dilakukan sistem informasi pelaporan mengenai kerusakan bangunan irigasi yang telah terbangun secara online agar informasi mengenai kerusakan irigasi dapat dilaporkan secara cepat ke Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Balangan untuk di tindaklanjuti. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya Yang Dilakukan Sebelum Inovasi Laporan kerusakan bangunan irigasi baik berupa jaringan irigasi maupun bangunan irigasi lainnya yang telah terbangun melalui proposal, musrenbang ataupun secara langsung oleh masyarakat Ketika berkunjung ke lapangan. Proposal ditujukan ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Balangan. Sedangkan musrenbang dilakukan pada awal tahun, sehingga hanya di lakukan 1 kali apabila ada usulan masyarakat tentang usulan perbaikan jaringan irigasi.
Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi apabila sistem informasi pelaporan mengenai kerusakan bangunan irigasi melalui si Langkar dilakukan, masyarakat dapat melaporkan secara online kerusakan bangunan irigasi, baik berupa saluran irigasi, pintu air, bendung, cek dam ataupun bangunan air lainnya. Dari informasi yang dilaporkan, akan dibuat daftar data mengenai kerusakan bangunan irigasi untuk di analisis berdasarkan SWOT. Hasil dari analisis ini kemudian disampaikan kepada pimpinan untuk di tindaklanjuti.
|
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Tujuan inovasi si Langkar adalah masyarakat umum, khususnya petani pemakai air (P3A) dapat melaporkan kerusakan jaringan irigasi ditempatnya secara online dengan cepat tanpa harus melaporkan ke instansi atau saat acara tertentu saja.
MANFAAT INOVASI Manfaat inovasi: a. Bagi instansi: terutama Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Balangan yaitu pembaharuan/update tentang kerusakan kerusakan bangunan irigasi, baik berupa saluran irigasi, pintu air, bendung, cek dam ataupun bangunan air lainnya dapat diketahui secara cepat. b. Bagi masyarakat : meningkatkan produktivitas hasil pertanian karena pengelolaan jaringan irigasi dapat berjalan dengan baik
HASIL NOVASI Berupa informasi mengenai data-data kerusakan jaringan irigasi di Kabupaten Balangan. |