Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Awayan |
| Nama Inovasi | PENACAPAT ( PENANDAAN CARA TEPAT MINUM OBAT) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Taufikkurahman, A.md.Farm |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2023 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Tujuan Pembangunan Kesehatan menurut UU No. 36 Tahun 2009 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan atau masyarakat. Sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan salah satu aspek penting karena ketidakefektifannya akan memberikan dampak negative terhadap pelayanan Puskesmas khususnya pada Pemberian Informasi Obat. Menurut Permenkes Nomor 74 tahun 2016 Kegiatan Penyerahan (Dispensing) dan Pemberian Informasi Obat merupakan kegiatan pelayanan yang dimulai dari tahap menyiapkan /meracik Obat, memberikan label/ etiket, menyerahan sediaan farmasi dengan informasi yang memadai disertai pendokumentasian. ISU STRATEGIS Cara mengidentifikasi isu serta melakukan analisis menggunakan USG (Urgency, Seriousness, Growth). Berdasarkan hasil observasi penulis dengan mentor sebagai Kepala Puskesmas, menyimpulkan masalah yang terjadi di Apotek Puskesmas Awayan, yaitu : 1. Kurangnya ketersediaan obat di Apotek 2. Pelayanan kefarmasian yang kurang optimal 3. Beberapa stok obat yang expired Berdasarkan identifikasi isu yang telah dijelaskan tersebut, perlu dilakukan proses analisis untuk menentukan mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi. Untuk menentukan isu utama digunakan alat bantu penetapan kriteria Kualitas isu melalui pendekatan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan mempertimbangkan kepentingan, keseriusan dan perkembangan setiap vaiabel dengan rentang skor 1 – 5. Berdasarkan isu yang diuji dengan menggunakan metode USG, maka dapat di peroleh isu prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu, yaitu “Belum optimalnya pelayanan kefarmasian di Puskesmas Awayan kabupaten Balangan”
|
| Tujuan Inovasi | Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Awayan; Tidak digunakannya Etiket / Penandaan cara pakai obat, Orientasi patien oriented yang tidak berjalan, Antusias Masyarakat terhadap pemberian edukasi obat masih rendah dan Sarana pharmaceuticare yang belum tersedia. Sehingga dampak yang terjadi Aturan cara pakai dan indentitas obat menjadi kurang jelas, Kurangnya kepatuhan pasien dalam minum obat dan Tujuan pengobatan tidak tersampaikan kepada pasien |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Pemberian obat dilakukan dengan berdiri sehingga tidak terlaksananya Pemberian Informasi Obat dan konseling bagi obat-obatan tertentu sesuai standar serta obat yang diterima pasien tidak memakai etiket (hanya memakai tulisan spidol saja) Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Perubahan yang dihasilkan/dicapai setelah berjalannya Inovasi Pena Capat adalah : 1. Tersedianya tempat pemberian informasi obat(PIO) dan berkonsultasi sehingga semua informasi obat tersampaikan dengan baik kepada pasien
2. Obat yang diterima pasien sudah memakai Etiket (penandaan cara pakai obat) lengkap guna untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat oleh pasien KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan dari inovasi Pena Capat adalah Tujuan dari pengobatan tersampaikan jelas kepada pasien serta memudahkan pasien dalam mengetahui; · Cara pakai obat · Dosis obat · Indikasi obat · Serta identitas obat itu sendiri
TAHAPAN INOVASI Tahapan inovasi Pena Capat adalah sebagai berikut: 1. Melakukan konsultasi kepada mentor serta kerja sama dengan petugas kesehatan di Puskesmas Awayan 2. Menyediakan etiket lengkap (penandaan cara pakai obat) 3. Membuat leaflet dan poster terkait pentingnya kepatuhan dan ketepatan penggunaan obat 4. Memasang poster dan meletakkan leaflet pada tempatnya 5. Menyediakan tempat pemberian informasi obat (PIO) dan berkonsultasi |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat MANFAAT INOVASI Memudahkan pasien dalam mengetahui cara pakai obat, dosis obat, indikasi obat serta memudahkan petugas dalam pemberian konseling kepada pasien HASIL INOVASI 1. Obat memakai etiket lengkap 2. Tersedianya tempat pemberian informasi obat (PIO) 3. Tersedianya Leaflet tentang cara tepat penggunaan obat 4. Tersedianya Poster tentang cara tepat penggunaan obat TUJUAN INOVASI Meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat MANFAAT INOVASI Memudahkan pasien dalam mengetahui cara pakai obat, dosis obat, indikasi obat serta memudahkan petugas dalam pemberian konseling kepada pasien HASIL INOVASI 1. Obat memakai etiket lengkap 2. Tersedianya tempat pemberian informasi obat (PIO) 3. Tersedianya Leaflet tentang cara tepat penggunaan obat 4. Tersedianya Poster tentang cara tepat penggunaan obat
|