Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Pirsus |
| Nama Inovasi | OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Tiara Putri Buana, S.Kep.,Ns |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 05 June 2023 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) menjelaskan bahwa, fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitative yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan/ atau masyarakat. Upaya pembangunan kesehatan yang dilaksanakan di puskesmas dapat berjalan dengan baik jika dilakukan proses manajemen yang baik, proses manajemen yang baik dapat tercipta salah satunya dengan menaati tugas pokok dari puskesmas itu sendiri yaitu salah satunya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) diantaranya Diabetes Melitus (DM). Menurut Permenkes No 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular, Penyakit kronis adalah penyakit jangka panjang yang memiliki masa tunggu tanda dan gejala penyakit, berkembang karena berbagai alasan, dan belum ada pengobatan yang pasti. Penyakit kronis membutuhkan perhatian medis yang teratur dan membatasi aktivitas kehidupan sehari-hari seseorang sehingga penanganannya pun berbeda dengan penyakit lain. Dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. |
| Tujuan Inovasi | Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit endokrin yang paling banyak diderita penduduk diseluruh dunia. Hasil pengkajian yang didapatkan, ada beberapa permasalahan mengenai kurangnya kesadaran penderita diabetes melitus untuk berobat teratur. Setelah dikaji, didapati 3 (tiga) masalah yang perlu dicarikan jalan keluar pemecahannya di Puskesmas Pirsus II Juai, antara lain : 1. Kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus terkait juga mengenai komplikasi dari penyakitnya. 2. Pasien hanya berobat kalau ada keluhan 3. Pasien berobat tidak teratur dikarenakan sibuk dengan aktivitas atau pekerjaanya. Dari tiga masalah tersebut, setelah memperhatikan dan mengamati tentang masalah apa yang paling mendesak, paling serius juga harus segera dibahas, dan memiliki kemungkinan buruk yang muncul apabila tidak segera diselesaikan maka dibentuklah inovasi OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) |
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi 1. Memastikan OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) terlaksanakan dengan optimal 2. Mengevaluasi seluruh kegiatan inovasi dengan memeriksa rekam medis dan resep obat dengan diagnosa DM dan menghitung jumlah kunjungan pasien DM baik di Puskesmas maupun di luar Puskesmas (Posbindu PTM dan atau Posyandu Lansia) KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan Inovasi OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) : 1. Informatif : meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakit DM 2. Sadar : meningkatkan kesadaran pasien untuk berobat teratur 3. Pantau : terpantaunya status kesehatan pasien Dm
TAHAPAN INOVASI Dalam inovasi OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) ada beberapa kegiatan yang dilakukan: 1. Persiapan a. Menyusun inovasi OPTIMIS MELEA (Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan Diabetes Melitus Menggunakan Media Leaflet) b. Membuat leaflet tentang penyakit DM 2. Pelaksanaan a. Berkoordinasi dengan pengelola program PTM b. Melakukan kegiatan penyuluhan c. Membagikan leaflet tentang penyakit DM 3. Evaluasi Kegiatan Inovasi a. Memastikan OPTIMIS MELEA tepat sasaran b. Mengecek rekam medis pasien c. Menghitung jumlah kunjungan pasien DM baik di Puskesmas maupun di luar Puskesmas (Posbindu PTM dan atau Posyandu Lansia) |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Inovasi ini bertujuan untuk : a. Meningkatkan kunjungan pasien DM b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM c. Meningkatkan kesadaran pasien DM untuk berobat teratur
MANFAAT INOVASI Inovasi ini bermanfaat untuk : a. Menurunkan angka komplikasi penyakit b. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
HASIL INOVASI hasil yang didapatkan dari inovasi ini adalah : a. Pasien berobat teratur b. Gula darah pasien terkontrol c. Program pemerintah tercapai |