Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lok Batu |
| Nama Inovasi | BUMIL CERDASS DIAN |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Dian Veranita Indiati, SST |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 21 January 2021 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025, menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 menetapkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) sebagai paradigma pemikiran dasar pengelolaan administrasi pembangunan kesehatan yang harus diperkuat oleh kepemimpinan pada setiap level pemerintahan yang mampu menciptakan berbagai terobosan dan inovasi menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, regional dan global. Program pembangunan kesehatan Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak,terutama pada kelompok yang rentan kesehatan yaitu Ibu hamil,bersalin dan bayi pada masa perinatal. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang selanjutnya disebut SPM Kesehatan merupakan ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal. Jenis pelayanan dasar pada SPM Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota diantaranya yaitu Pelayanan kesehatan ibu hamil, Pelayanan kesehatan ibu bersalin, Pelayanan kesehatan bayi baru lahir dan Pelayanan kesehatan balita. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ). Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indicator derajat kesehatan di suatu wilayah.Angka ini menunjukkan bahwa AKI dan AKB sangat penting untuk diperhatikan.Dalam hal ini bidan merupakan Tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat khususnya perempuan dan bayi.Bidan juga sering disebut sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer. Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu ,secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab Langsung Kematian ibu adalah factor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti perdarahan pre eklamsia /eklamsia, infeksipersalinan macet dan abortus. Penyeban tidak langsung kematian ibu adalah faktor – faktor yang memperberat keadaan Ibu Hamil seperti Empat Terlalu (terlalu muda,terlau tua,terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran).
ISU STRATEGIS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 02 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 04 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada SPM Bidang Kesehatan, terdapat 12 indikator jenis pelayanan dasar bidang kesehatan yang harus dipenuhi oleh kabupaten/kota. Setiap ibu hamil di Kabupaten Balangan mendapatkan pelayanan antenatal care sesuai standar. Pelayanan ibu hamil sesuai standar adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan dengan jadwal 1 kali pada trimester pertama dan kedua dan dua kali pada trimester ketiga yang dilakukan oleh bidan dan atau dokter dan atau dokter spesialis kebidanan baik yang bekerja di fasalitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang memiliki Surat Tanda Register (STR). Pelayanan yang dilakukan pada ibu hamil dengan memenuhi kriteria 10 T. Target untuk pelayanan kesehatan ibu hamil tahun 2020 di Kabupaten Balangan sesuai SPM adalah 100% pencapaian tahun 2020 capaian cakupannya 73,2%. Berbagai faktor mempengaruhi rendahnya capaian pelayanan kesehatan ibu hamil antara lain kurangnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga akan pentingnya pemeriksaan kehamilan sesuai standar, masih ada desa yang tidak memiliki poskesdes padahal poskesdes merupakan akses terdekat bagi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya terutama desa yang jauh dari puskesmas, masih ada desa yang tidak memiliki bidan. Berdasarkan data rekapitulasi PWS-KIA di Puskesmas Lokbatu tahun 2020 Kecamatan Batumandi, didapatkan jumlah kematian ibu 1 orang penyebabnya Eklampsia, jumlah kematian bayi 1 orang disebabkan BBLR/Asfiksia dan IUFD 5 orang, jumlah cakupan K1 murni yaitu 98 orang (86,73%) dari sasaran 113 orang (100%), K1 akses 104 orang (92%) sedangkan K4 92 orang (81%) dengan sasaran 113 orang (100%) ibu hamil. Cakupan Deteksi resiko tinggi oleh Nakes 20 orang (86,95%) dan Cakupan resiko tinggi oleh masyarakat 25 orang (108,69%) dari sasaran 23 orang. Cakupan Persalinan Normal sebanyak 108 orang (95,3%), persalinan di rumah sakit sebanyak 24 orang (23%), persalinan di rumah sakit swasta, klinik sebanyak 2 orang (1.85%) dan persalinan di puskesmas, Pustu, polindes sebanyak 75 orang (73%) dengan sasaran 108 ibu bersalin. Cakupan penanganan komplikasi obstretri 30 orang (130,4%) dari sasaran 23 orang. Pelayanan nifas sebanyak 101 orang (94%) dengan sasaran 108 orang. KN lengkap sebanyak 93 bayi (90,2%) dari sasaran 103 bayi. |
| Tujuan Inovasi | MAKRO Di Kabupaten Balangan memiliki permasalahan yang berbeda dan bervariasi di bidang kesehatan, khususnya program KIA-KB. Hal ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat. MIKRO Berdasarkan pemaparan hasil pelaksanaan program KIA-KB tahun 2021 tersebut diatas, serta analisa data yang kami lakukan setiap triwulan, maka secara umum dapat kami sampaikan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan program KIA-KB di Puskesmas Lok Batu adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Kesehatan Ibu dan Anak 2. Kurangnya Peran Lintas Sektor dalam mendukung Kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak ( Deteksi Dini Risti Ibu Hamil ) 3. Belum optimalnya peran masyarakat dalam Deteksi Dini Resiko Kehamilan. |
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Pelayanan kesehatan ibu hamil diberikan melalui Pusat kesehatan masyarakat/puskesmas dan polindes serta pelayana ibu hamil di posyandu masih bergabung dengan pelayanan posyandu balita, belum adanya keterlibatan masyarakat mengenai kesehatan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Lok Batu.
Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Perubahan yang dihasilkan/dicapai setelah berjalannya BUMIL CERDASS DIAN ( Ibu Hamil Cegah Resiko dengan ANC Sesuai Standar Menghadapi Persalinan Aman ) adalah: 1. Adanya koordinasi dan kerja sama lintas program dan lintas sector (terselenggaranya kelas ibu hamil dan posyandu khusus ibu hamil serta, melaksanakan refresing kader dengan pengenalan risiko tinggi pada ibu hamil dan tanda bahaya pada neonatus). 2. Ibu hamil dengan resiko tinggi cepat terdeteksi dan ditangani. 3. Peningkatan persalinan di fasilitas kesehatan. 4. Adanya replikasi kegiatan yang sudah di ikuti beberapa desa lain
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan dari BUMIL CERDASS DIAN ( Ibu Hamil Cegah Resiko dengan ANC Sesuai Standar Menghadapi Persalinan Aman ) adalah ANC sesuai standar, terpantaunya resiko pada ibu hamil dan persalinan di fasilitas kesehatan.
TAHAPAN INOVASI Tahapan inovasi pada BUMIL CERDASS DIAN adalah sebagai berikut: 1. Koordinasi Tingkat Puskesmas a. Koordinasi Kepala Puskesmas b. Koordinasi dengan Lintas Program 2. Koordinasi dan kerja sama Lintas Sektor 3. Sosialisasi ke Masyarakat 4. Pelaksanaan Posyandu Khusus Ibu Hamil a. Pemeriksaan ANC sesuai standar b. Perawatan payudara c. Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil d. Senam Hamil e. Bersalin di Fasilitas Kesehatan |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Inovasi BUMIL CERDASS DIAN bertujuan untuk menurunkan agka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB), meningkatkan cakupan program KIA, meningkatkan deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil dengan melibatkan masyarakat sehingga kejadian komplikasi kehamilan dapat di deteksi dapat ditangani sedini mungkin.
MANFAAT INOVASI Manfaat yang diperoleh dengan adanya inovasi BUMIL CERDASS DIAN adalah : 1. Manfaat bagi Puskesmas a. Meningkatkan cakupan KIA b. Meningkatkan kinerja Bidan di wilayah kerja Puskesmas Lokbatu 2. Manfaat bagi Pemerintah Daerah a. Lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. b. Akses pelayanan di desa c. Lebih mudah berkoordinasi dengan kader atau masyarakat untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan resiko pada kehamilan yang terjadi pada ibu hamil. 3. Manfaat bagi Masyarakat a. Lebih mudah menerima pelayanan Kesehatan pada ibu hamil b. Lebih mudah mendapatkan informasi tentang Kesehatan dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
HASIL INOVASI BUMIL CERDASS DIAN yang merupakan kegiatan pelayanan Kesehatan Ibu Hamil yang dilaksanakan di posyandu khusus ibu hamil, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah desa setempat dan telah dilaksanakan mulai awal Tahun 2021 telah dilaksanakan di Desa Karuh, kemudian berlanjut di Desa Munjung, dan Desa Gunung Manau Tahun 2022. Inovasi ini di lanjutkan untuk 3 desa yang masih belum melaksanakan. Untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) pada tanun 2020 sebanyak 1 ibu dan 1 bayi sedangkan 2022 AKI dan AKB 0 (0%), meningkatkan cakupan program KIA dari 2020 yaitu jumlah cakupan K1 murni yaitu 98 orang (86,73%) dari sasaran 113 orang (100%), sedangkan K4 92 orang (81%) dengan sasaran 113 orang (100%) ibu hamil. Cakupan Deteksi resiko tinggi oleh Nakes 20 orang (86,95%) dan Cakupan resiko tinggi oleh masyarakat 25 orang (108,69%) dari sasaran 23 orang. Cakupan program KIA Tahum 2022 jumlah cakupan K1 murni yaitu 81 orang (88 %) dari sasaran 92 orang (100%), sedangkan K4 68 orang (73,1 % ) dengan sasaran 92 orang (100%) ibu hamil. Cakupan Deteksi resiko tinggi oleh Nakes 14 orang (76%) dan Cakupan resiko tinggi oleh masyarakat 19 orang (103 %) . |