Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Lok Batu |
| Nama Inovasi | IBU CAMAT (Informasi Bersama Untuk Cara Minum Obat) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | apt. Abdi Maulana, S. Farm. |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 November 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemerintah Daerah dapat melakukan inovasi untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inovasi daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan penilaian terhadap penerapan hasil inovasi daerah untuk memberikan penghargaan dan/atau insentif kepada Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah ini membuka kesempatan bagi daerah untuk berkreasi dan menciptakan terobosan baru (inovasi). Penilaian inovasi daerah ini merupakan proses penilaian terhadap semua bentuk inovasi daerah menggunakan indikator indeks inovasi daerah. Lebih lanjut tentang penilaian dan pemberian penghargaan dan/atau insentif inovasi daerah dijelaskan di Permendagri Nomor 104 Tahun 2018.
ISU STRATEGIS Dewasa ini konsumsi obat meningkat secara signifikan, baik obat yang diperoleh melalui fasilitas kesehatan maupun obat yang diperoleh secara mandiri/swamedikasi, terutama pasca covid. Hal tersebut menuntut tenaga farmasi untuk lebih memperluas jangkauan pelayanan kefarmasian terutama dalam aspek cara minum obat. Pemberian informasi cara minum obat yang mudah diakses kapanpun dan dimanapun, akan menjadi jawaban untuk meningkatkan pemakaian obat yang baik dan benar untuk memperoleh efek terapi yang optimal dan menghindari efek yang tidak diinginkan. |
| Tujuan Inovasi | MAKRO Obat-obat yang umum telah dikenal masyarakat, biasanya diminum dengan cara ‘biasa’ yaitu setelah makan atau saat gejala terasa (sakit, pusing atau demam). Pada kenyataannya di lapangan saat ini, dengan berkembangnya teknologi formulasi pembuatan obat, serta keilmuan tentang efisiensi pemakaian obat, banyak obat-obat yang memerlukan cara minum khusus untuk memperoleh efek terapi yang optimal. Tidak sedikit pula terjadi kasus efek yang tidak diinginkan akibat kesalahan cara minum obat. MIKRO Kendala-kendala yang dihadapi dalam memberikan informasi cara minum obat kepada pasien adalah: a. Kurangnya perhatian pasien saat dijelaskan tentang cara minum obat diwaktu penyerahan obat di Puskesmas. b. Pasien sering kali lupa atas penjelasan yang telah diberikan di Puskesmas. c. Jumlah obat yang cukup banyak (biasanya lebih dari tiga jenis obat) dengan cara minum obat yang kadang beragam, ada yang sebelum makan, saat makan, maupun setelah makan. d. Kurangnya penyuluhan yang komprehensif kepada pasien untuk meningkatkan pemahaman tentang cara minum obat yang baik dan benar. e. Belum tersedia layanan konsultasi cara minum obat yang siaga 24 jam untuk melayani pasien yang lupa cara minum obat ketika pasien di rumah. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, maka dibuatlah inovasi untuk memberikan informasi yang komprehensif untuk meningkatkan pemahaman cara minum obat yang baik dan benar disertai layanan pemberian informasi obat yang siaga kapanpun dan dimanapun. |
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Pasien masih kesulitan memperoleh informasi cara minum obat yang baik dan benar, terutama untuk obat yang diperolehnya di UPTD Puskesmas Lok Batu. Pasien sering kali menceritakan bahwa untuk beberapa jenis obat yang diperolehnya, diminum secara bersamaan, padahal tidak semua obat memiliki cara minum obat yang sama. Pasien pernah mengeluhkan efek yang tidak diinginkan setelah meminum obat, yaitu mual dan pusing, setelah ditelusuri ternyata ada kesalahan pada cara pasien meminum obat tersebut. Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi IBU CAMAT dikembangkan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang masih kurang mengetahui cara minum obat yang baik dan benar, terutama untuk obat-obat yang diperoleh pasien di UPTD Puskesmas Lok Batu. IBU CAMAT diharapkan dapat memfasilitasi pasien yang ingin meninjau kembali cara minum obat yang diperolehnya, terutama yang diperoleh di UPTD Puskesmas Lok Batu. IBU CAMAT juga terbuka untuk masyarakat secara luas, sehingga menjadi bentuk pengabdian tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang paripurna.
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari IBU CAMAT adalah selain pemberian informasi searah kepada pasien, juga didukung interaksi dua arah baik pada saat penyuluhan maupun secara daring melalui aplikasi whatsapp dari pengelola inovasi. Selain itu, pasien maupun masyarakat luas memiliki wadah sebagai sarana konsultasi apabila mendapat kendala dalam mengkonsumsi obat yang diperolehnya baik dari UPTD Puskesmas Lok Batu, maupun secawa swamedikasi. Dengan dukungan pelayanan dan sumber daya manusia yang ada juga adanya fasilitas penunjang yang cukup memadai, IBU CAMAT diharapkan dapat melakukan pelayanan kefarmasian dengan baik. Dengan upaya pelayanan ini diharapkan dapat menuju masyarakat yang sadar dan patuh atas penggunaan obat yang baik dan benar (rasional).
TAHAPAN INOVASI Tahapan dari IBU CAMAT adalah: 1. Persiapan. Tahapan pertama dari IBU CAMAT adalah Pembentukan Pokja pada 2 Januari Tahun 2023 yang kemudian dari hasil evaluasi muncul keputusan bahwa diperlukan pembentukan Tim IBU CAMAT agar dapat melaksanakan inovasi Informasi Bersama Untuk Cara Minum Obat. 2. Penetapan Pada 2 Februari Tahun 2023 ditetapkan Tim Inovasi IBU CAMAT yang akan diusulkan untuk dimuat dalam Surat Keputusan Bupati Balangan. 3. Pelaksanaan Pelaksanaan Tim IBU CAMAT bertujuan untuk melaksanakan penyuluhan yang disertai pengelolaan jaringan informasi obat 24 jam secara daring, yaitu: a. Membangun jejaring dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal b. Membangun komunikasi dan koordinasi kepada stakeholder c. Menyusun materi penyuluhan yang disertai pembagian leaflet informasi cara minum obat beserta QR code untuk bergabung ke grup WA IBU CAMAT. d. Bimbingan teknis Bimbingan teknis dilaksanakan terhadap admin dan innovator inovasi, baik mengenai materi penyuluhan maupun mengenai respon untuk setiap pertanyaan yang diajukan pasien digrup WA. e. Penyuluhan ke tiap desa melalui Posyandu Lansia dan PTM, serta ke Sekolah Menengah Pertama di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lok Batu. f. Pelaksanaan evaluasi dan survey kepuasan masyarakat. |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Inovasi ini bertujuan: a. Sebagai bentuk pelayanan masyarakat dari tenaga kefarmasian. b. Meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat terhadap cara penggunaan obat yang baik dan benar (rasional). c. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat penggunaan obat yang rasional.
MANFAAT INOVASI 1. Bertambahnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional. 2. Meningkatnya kualitas hidup masyarakat berkat penggunaan obat yang rasional. 3. Interaksi dua arah antara tenaga kefarmasian dengan masyarakat. |