Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan |
| Nama Inovasi | Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Pengalaman Lapangan Anak) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | NOOR SA'ADAH, S.Pd |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 12 July 2021 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan |
DASAR HUKUM Pendidikan Anak Usia Dini merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Selanjutnya pada Pasal 28B Ayat 2 dinyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, sedangkan pada Pasal 28 C Ayat 2 dinyatakan bahwa setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Selanjutnya berdasarkan UU RI Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pada peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2020 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan menyatakan Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 4. Taman Kanak-kanak, yang selanjutnya disingkat TK, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. Dengan dasar hukum tersebut sebagai acuan dasar dalam pengembangan pola pembelajaran melalui inovasi pada pola pembelajaran yang menyenangkan di PAUD Islam Terpadu Permata Hati, program kegiatan inovasi tersebut dikuatkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan tentang Penetapan Program Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Pengalaman Lapangan Anak (Pembela) pada PAUD Islam Terpadu Permata Hati Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan. Perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas PAUD di Indonesia dari tahun ke tahun sudah terjadi peningkatan, baik dalam hal bantuan biaya operasional lembaga PAUD, pelatihan guru PAUD, maupun dari segi kebijakan kebijakan lainnya. Pada bidang pendidikan PAUD, masih rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Balangan sehingga perlunya peningkatan akses pelayanan dan kualitas layanan pendidikan, kompetensi guru dan sarana prasarana. Adapun peningkatan kualitas dilakukan dengan pemenuhan sarana/prasarana kelengkapan belajar mengajar pada tiap satuan pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Hal ini menjadi suatu hal yang penting untuk direspon oleh lembaga PAUD dan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk membuat kualitas layanan pendidikan yang lebih baik. Pada Tahun 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan melalui PAUD Islam Terpadu Permata Hati menginisiasi program pembelajaran menyenangkan untuk perserta didik dengan nama program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Lapangan Anak) untuk membuat layanan pendidikan yang lebih berkualitas pada anak usia dini (PAUD). ISU STRATEGIS Perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas PAUD di Indonesia dari tahun ke tahun sudah terjadi peningkatan, baik dalam hal bantuan biaya operasional lembaga PAUD, pelatihan guru PAUD, maupun dari segi kebijakan kebijakan lainnya. Pada bidang pendidikan PAUD, masih rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Balangan sehingga perlunya peningkatan akses pelayanan dan kualitas layanan pendidikan, kompetensi guru dan sarana prasarana. Adapun peningkatan kualitas dilakukan dengan pemenuhan sarana/prasarana kelengkapan belajar mengajar pada tiap satuan pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Hal ini menjadi suatu hal yang penting untuk direspon oleh lembaga PAUD dan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk membuat kualitas layanan pendidikan yang lebih baik. Pada Tahun 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan melalui PAUD Islam Terpadu Permata Hati menginisiasi program pembelajaran menyenangkan untuk perserta didik dengan nama program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Lapangan Anak) untuk membuat layanan pendidikan yang lebih berkualitas pada anak usia dini (PAUD). |
| Tujuan Inovasi | Permasalahan pembelajaran dalam Lembaga PAUD masih banyak yang cenderung berorientasi pada guru dan terkesan monoton, sehingga peserta didik cepat bosan atau kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, banyak kegiatan pembelajaran yang hanya terfokus pada beberapa aspek perkembangan saja, tidak mengembangkan seluruh aspek perkembangan yang 6, aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa dan seni. Permasalahan lain juga muncul dari penerapan metode atau strategi pembelajaran. Masih sangat perlu menghidupkan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan kontekstual. Permasalahan yang terjadi pada PAUD Islam Terpadu Permata Hati adalah peserta didik kurang antusias saat pembelajaran di ruang kelas, hal tersebut juga dipengaruhi dari suasana ruang belajar atau kelas yang monoton dan kurang memiliki daya tarik bagi usia peserta didik. Pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung juga dirasa kurang menyenangkan karena peserta didik terbatas dalam mengekplorasi berbagai macam media yang membuat pengalaman peserta didik terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia secara global berada dibawah Filipina (81%) dan Etiopia (79%). Sebuah penelitian mengatakan pada urutan pertama ditempati oleh Inggris (87%) dan Australia (83%). Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satu diantarnya adalah factor kualitas atau kompetensi guru pengajar. Di Indonesia kualitas atau kompetesi guru masih rendah, berdasarkan hasil uji kompetensi guru pada tahun 2016 menunjukan nilai dibawah standar. Berdaasarkan hal tersebut maka Direktorat PAUD 2020-2024 mengarahkan beberapa kebijakan dan strategi, salah satu kebijakan dan strategi yang berkaitan melalui penguatan kebijakan PAUD yang berpusat kepada anak dengan mengembangkan standar capaian belajar yang menitik beratkan pada kreativitas anak. Sebelum adanya program inovasi Pembela ini proses pembelajaran hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja terutama di dalam ruang kelas. Metode pembaharuan pada inovasi pada program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Pengalaman Lapangan Anak), pendidik mengajak peserta didik belajar ke suatu tempat untuk merasakan pengalaman langsung agar lebih mudah dipahami dan tentunya merasa senang dengan tempat tersebut. Mengadakan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berjalan selama 2 tahun terakhir, kemudian menyusun program ke depan agar kegiatan pembelajaran lebih baik lagi. Oleh karena itu, PAUD Islam Terpadu Permata Hati kemudian menyusun program agar lebih menarik dan menyenangkan supaya peserta didik ingin mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan. Melalui program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Pengalaman Lapangan Anak) diharapkan dapat menambah minat anak dalam belajar, sehingga kompetensi anak bisa dikembangkan lebih maksimal. Kegiatan pada program menjadi pilihan terbaik untuk membuat peserta didik ikut serta dalam kegiatan pembelajaran. Pada program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Pengalaman Lapangan Anak), pendidik mengajak peserta didik belajar ke suatu tempat untuk merasakan pengalaman langsung agar lebih mudah dipahami dan tentunya merasa senang dengan tempat tersebut. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Penerapan pembelajaran pada PAUD Islam Terpadu Permata Hati masih berfokus di dalam ruangan/ kelas. Sehingga peserta didik sering merasa bosan dan kurang bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran yang monoton tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan oleh para pendidik juga masih belum bervariasi, lebih dominan kepada rangsangan pada kemampuan kognitif anak. Sangat jarang mengajak peserta didik untuk merasakan secara langsung untuk melihat lokasi atau hal yang dipelajari. Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Perubahan yang dihasilkan/dicapai setelah berjalannya program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Lapangan Anak) adalah: 1. Peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dilaksanakan 2. Tempat kegiatan pembelajaran yang berbeda membuat peserta didik merasa senang 3. Pendidik dapat memberikan pengalaman baru kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan 4. Capaian perkembangan peserta didik dapat dicapai sesuai harapan KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Lapangan Anak) adalah pendidik dapat memberikan pembelajaran yang lebih menyenangkan terhadap peserta didik. Keunggulan atau kebaharuan lain adalah peserta didik juga mendapatkan pengalaman baru yang lebih bermakna dalam proses pembelajaran yang berlansung, sehingga dapat lebih melekat dalam ingatannya. TAHAPAN INOVASI Tahapan inovasi program Pembela adalah sebagai berikut: 1. Para pendidik merancang kegiatan pembelajaran (tema) untuk peserta didik 2. Mengatur panitia pelaksana kegiatan program Pembela di PAUD untuk memudahkan rincian kegiatan yang akan dilaksanakan 3. Menentukan kegiatan, waktu dan lokasi dari pembelajaran lapangan untuk peserta didik 4. Berkoordinasi dengan pihak tempat yang akan diadakan kegiatan 5. Mengatur keperluan untuk kegiatan seperti perlengkapan acara, akomodasi untuk transportasi peserta didik dan hal lainnya untuk menunjang kelancaran kegiatan 6. Menyampaikan informasi kegiatan kepada peserta didik dan orang tua 7. Pendidik mendampingi peserta didik menuju tempat kegiatan 8. Melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di tempat sesuai dengan yang telah direncanakan 9. Setelah kegiatan selesai, peserta didik dibawa kembali ke sekolah didampingi oleh para pendidik 10. Pendidik menanyakan perasaan peserta didik setelah kegiatan |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Tujuan program Pembela (Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Lapangan Anak) adalah untuk menciptakan program pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi untuk membuat peserta didik kembali aktif dalam kegiatan pembelajaran dan juga selalu merasa senang. MANFAAT INOVASI Kegiatan pembelajaran peserta didik menjadi lebih menarik dan menyenangkan dan membuat peserta didik kembali aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan serta merasa senang dengan pengalaman yang telah dirasakannya setelah kegiatan tersebut. HASIL INOVASI Adanya program pembelajaran yang baru dan dapat membuat kegiatan peserta didik lebih menyenangkan. Aspek perkembangan peserta didik dapat dikembangkan lebih maksimal dengan pengalaman lapangan yang didapatkan. |