Laporan Indeks Inovasi Daerah
Preview

Rincian Keterangan
Nama SKPD / Kelompok UPT Puskesmas Lampihong
Nama Inovasi Optimalisasi Pemantuan Pertumbuhan Balita dalam Bentuk Catatan Gizi Balita
Tahapan Inovasi
Inisiator Inovasi Daerah Raudatujanah, A.Md.Gz
Bentuk Inovasi
Jenis Inovasi Belum ditentukan
Inovasi Dimulai 01 April 2022
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan

Data Global Nutrition Report menunjukkan Indonesia menjadi 1 dari 117 negara berkembang yang memiliki lebih dari dua masalah gizi, yaitu stunting, wasting dan overweight. Saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah gizi yang cukup tinggi. Masalah gizi pada balita dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan yang mengakibatkan balita menjadi malas melakukan aktivitas terkait dengan produksi tenaga, terganggunya sistem imunitas balita sehingga mudah terserangnya penyakit infeksi, terhambatnya pertumbuhan otak yang optimal, serta perubahan perilaku yang ditunjukkan balita seperti tidak tenang, mudah menangis dan dampak berkelanjutan adalah perilaku apatis.

Tujuan Inovasi

Pemantauan pertumbuhan adalah proses memantau garis pertumbuhan anak yang dibandingkan dengan standar secara berkala. Pemantauan pertumbuhan ditujukan untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan untuk mencegah munculnya tanda-tanda kekurangan gizi pada anak, selain itu untuk mengidentifikasi perlambatan pertumbuhan atau kegagalan pertumbuhan pada tingkat individu, yang membantu memperbaiki masalah dengan tepat.

Pemantauan pertumbuhan berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur, yang selanjutnya hasil pengukuran tersebut di-plot ke garis pertumbuhan. Jika hasil plot menunjukkan pertumbuhan tidak normal maka petugas kesehatan dan keluarga akan bertindak agar terjadi perbaikan status gizi dan kesehatan anak. Terkadang pemantauan pertumbuhan digunakan sebagai bagian dari promosi kesehatan, untuk membahas pemberian makan, kebersihan, dan aspek lain. Pemantauan pertumbuhan ini berperan sebagai isyarat dini terhadap gangguan pertumbuhan anak, agar tidak sampai terjadi gizi buruk dan mengurangi tingkat kematian bayi.

Pemantauan pertumbuhan ditingkat masyarakat yang sering dilakukan di Posyandu adalah pengukuran berat badan per umur (BB/U) saja, padahal indikator panjang badan menurut umur (PB/U), berat badan menurut panjang badan (BB/PB), intake makanan dan penyakit penyerta  juga penting untuk dipantau. Namun, karena adanya keterbatasan berbagai faktor pendukung, maka kegiatan tersebut belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih kurang prasarana sebagai alat memantau pertumbuhan balita.

Manfaat Inovasi

1.    Melakukan konsultasi dengan Mentor tentang kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan.

2.    Mendata dan menginventarisasi bahan/referensi balita

3.    Menyusun konsep awal buku catatan pemantauan balita

4.    Membuat buku catatan pemantauan pertumbuhan balita

5.    Membuat manual book pemantauan pertumbuhan balita

6.    Melakukan sosialisasi penggunaan buku catatan pemantauan pertumbuhan balita

7.    Pengaplikasian buku catatan pemantauan pertumbuhan balita

8.    Melakukan evaluasi seluruh proses kegiatan

Hasil Inovasi

1.     Mengatasi permasalahan gangguan pertumbuhan untuk mencegah munculnya tanda-tanda kekurangan gizi pada anak.

2.     Mengidentifikasi perlambatan pertumbuhan atau kegagalan pada anak.

3.     Mengurangi kesalahan dalam pengukuran dan perhitungan tinggi badan anak.

No. Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung
1 Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah Peraturan Daerah

Bukti Pendukung

No Surat  :  Nomor 96 Tahun 2022
Tanggal Surat    :  10/11/2022
Tentang   :  Penerapan Inovasi Daerah
Dokumen  :  Perbup TENTANG penerapan INOVASI DAERAH Raudahpdf.pdf

2 Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) Lebih dari 30

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/234/Dinkes,PPKB-
Tanggal Surat    :  11/5/2022
Tentang   :  SK SDM INOVASI
Dokumen  :  SK SDM RAUDAH_11zon.pdf

3 Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project), perekayasaan, laboraturium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Anggaran dialokasikan pada kegiatan penerapan inovasi di T-0, T-1 dan T-2

Bukti Pendukung

No Surat  :  0
Tanggal Surat    :  27/12/2021
Tentang   :  RAB DAK 2022
Dokumen  :  RAB RAUDAH GIZI 2022.pdf

No Surat  :  0
Tanggal Surat    :  28/12/2020
Tentang   :  RAB DAK 2021
Dokumen  :  RAB RAUDAH GIZI 2021.pdf

No Surat  :  0
Tanggal Surat    :  26/12/2022
Tentang   :  RAB DAK 2023
Dokumen  :  RAB RAUDAH GIZI 2023.pdf

4 Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2) Inovasi melibatkan lebih dari 5 aktor

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/234/Dinkes,PPKB-
Tanggal Surat    :  11/5/2022
Tentang   :  SK AKTOR INOVASI
Dokumen  :  SK SDM RAUDAH_11zon.pdf

5 Pelaksana inovasi daerah Penetapan tim pelaksana inovasi daerah Ada pelaksana dan ditetapkan dengan surat penugasan atau surat perintah kepala SKPD atau yang setara

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/234/Dinkes,PPKB-
Tanggal Surat    :  11/5/2022
Tentang   :  SK PELAKSANA INOVASI
Dokumen  :  SK SDM RAUDAH_11zon.pdf

6 Jejaring Inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) Inovasi melibatkan 5 Perangkat Daerah atau Lebih

Bukti Pendukung

No Surat  :  445/234/Dinkes,PPKB-
Tanggal Surat    :  11/5/2022
Tentang   :  SK JEJARING INOVASI
Dokumen  :  SK SDM RAUDAH_11zon.pdf

7 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 1 hari

Bukti Pendukung

Tentang   :  SOP INOVASI
Dokumen  :  SOP RAUDAH.pdf

8 Kecepatan Inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah yang kompleks Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan

Bukti Pendukung

Tentang   :  RANCANG BANGUN INOVASI
Dokumen  :  PROFIL INOVASI RAUDAH.pdf

9 Kualitas Inovasi Daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Memenuhi 5 unsur substansi

Bukti Pendukung

Tentang   :  thumbnail Gizi Balita
Dokumen  :  Gizi balita.jpg