Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Batu Mandi |
| Nama Inovasi | KALITA DUA ( Kartu Aktif Balita Datang Ke Posyandu Berhadiah ) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Ani Fahrida, AMG |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 02 January 2021 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Keberadaan Posyandu dengan salah satu kegiatan utama pemantauan pertumbuhan menjadi hal yang penting ada di tengah masyarakat. Upaya untuk menanggulangi masalah gizi kurang dan stunting pada balita antara lain melalui pemantauan pertumbuhan yang ada di Posyandu. Cakupan penimbangan balita di Posyandu dilihat dari indikator D/S yang merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita dan cakupan pelayanan kesehatan dasar. Secara umum cakupan D/S atau D/K di wilayah kerja Puskesmas Batumandi masih belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 85%. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal diantaranya belum optimalnya dukungan para pemangku kepentingan di berbagai tingkat, rendahnya partisipasi keluarga, rendahnya tingkat pengetahuan kader, serta belum optimalnya kualitas pelayanan Posyandu. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya yang ditandai dengan tinggi badan kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin. Penyebab stunting pada balita tidak hanya dari asupan gizi, pola asuh, dan penyakit infeksi pada balita, tetapi dimulai dari kecukupan gizi ibu hamil, bahkan sejak ibu masih remaja. Pentingnya pemenuhan gizi ibu sejak remaja sampai selama kehamilan sangat mempengaruhi kecukupan gizi janin sebagai cikal bakal generasi penerus pembangunan. Salah satu kekurangan gizi yang sering diderita remaja dan ibu hamil adalah kekurangan zat besi sehingga menyebabkan anemia. Anemia pada remaja sampai ibu hamil berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan pendarahan sampai keguguran pada ibu hamil. Salah satu upaya pencegahan stunting pada balita adalah dengan pemenuhan zat gizi dan pencegahan anemia pada remaja dan ibu hamil. Untuk itu perlu pemberian edukasi kepada para remaja terutama calon pengantin dan calon ibu hamil sebagai ujung tombak dan pondasi dari lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka program gizi bekerjasama dengan program terkait di Puskesmas, Bidan Desa, serta lintas sektor terkait seperti Pendamping Masyarakat Desa (PMD), aparat dan Kepala Desa membentuk program inovasi Kartu Aktif Balita dan Galang Panting (Gerakan Penanggulangan dan Pencegahan Stunting). Pada kondisi tanggap darurat pandemi covid-19 sangat penting untuk meningkatkan asupan gizi melalui makanan bergizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit dan tertular virus covid-19. Golongan rawan gizi adalah bayi dan balita, ibu hamil, dan lansia. Melihat hal tersebut maka program gizi bekerjasama dengan lintas program Puskesmas melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan mempertahankan kondisi kesehatan masyarakat. |
| Tujuan Inovasi | Pada Tahun 2019 permasalahan kesehatan yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Batumandi diantaranya adalah : 1. Tingkat partisipasi masyarakat ke Posyandu masih dibawah target (78,69%) 2. Prevalensi bayi dengan BBLR masih tinggi (7,8%) 3. Prevalensi ibu hamil KEK masih tinggi (14,87%) 4. Prevalensi ibu hamil anemia masih tinggi (42,51) 5. Masih rendahnya cakupan bayi mendapat ASI eksklusif (39,7%) 6. Prevalensi balita stunting masih tinggi (31.03%) |
| Manfaat Inovasi | Berdasarkan permasalahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Batumandi, inovasi yang dilaksanakan dalam upaya meningkatkan cakupan program dan menurunkan angka prevalensi adalah dengan Kartu Aktif Balita (KALITA) kegiatan dari inovasi ini adalah berupa pemberian kartu kunjungan balita dengan hadiah apabila balita tersebut hadir ke posyandu 6 (enam) bulan berturut-turut |
| Hasil Inovasi | a. Meningkatkan cakupan penimbangan balita di Posyandu b. Menurunkan prevalensi stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batumandi sampai <20% c. Meningkatkan partisipasi masyarakat. d. Memulihkan status gizi balita stunting dan gizi buruk/kurang. e. Mempertahankan status gizi balita yang sudah pulih f. Mencegah terjadinya kasus-kasus baru stunting dan gizi buruk/kurang |