Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman |
| Nama Inovasi | TAKSI WARNA (Tangki Septik Berwarna) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | MITRA YURIANA, ST (ASN) |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 05 January 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | DASAR HUKUM Berdasarkan Permen LHK Nomor 68 Tahun 2016 pasal3 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap usaha atau juga kegiatan yang menghasilkan air limbah domestik wajib melakukan pengolahan terhadap air limbah yang dihasilkan. Di tindak lanjuti dengan Peraturan daerah Kabupaten Balangan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik menyatakan bahwa pengelolaan air limbah domestik merupakan urusan Pemerintah Daerah dalam rangka pelayanan umum kepada masyarakat yang harus dilakukan secara bersinergi, berkelanjutan dan professional, guna mengendalikan pembuangan air limbah domestik, melindungi kualitas air tanah dan air permukaan, dan menjaga kelestraian lingkungan hidup sumber daya air. Target Rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020 sampai 2024 : Target Air Minum Layak 100%, Akses Air Minum Aman 15%, Target Sanitasi 100% dan Target Kumuh 0%. Khusus bidang sanitasi target Rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dan aman sebesar 90% (termasuk 15% aman) dan buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Tempat Terbuka sebesar 0%. ISU STRATEGIS Pemerintah terus berupaya keras mewujudkan program 100-0-100, yakni 100 persen akses air minum aman, 0 persen Kumuh, 100 persen sanitasi yang layak dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, target tersebut sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Dalam menjawab target nasional tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan terlibat langsung dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) untuk mempercepat kinerja pembangunan sanitasi di Balangan dengan menyelesaikan Buku Putih Sanitasi (BPS), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dan Memorandom Program Sanitasi (MPS). |
| Tujuan Inovasi | PERMASALAHAN Sanitasi merupakan masalah klasik di setiap daerah, sanitasi atau yang biasa dikenal sebagai prinsip-prinsip untuk meniadakan atau menguasai faktor lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit melalui kegiatan seperti pegendalian sanitasi air, sanitasi makanan, pembuangan kotoran, air buangan dan sampah, sanitasi udara, vektor dan binatang pengerat serta hygiene merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Di Kabupaten Balangan sendiri, sudah tercatat beberapa masalah sanitasi yang terjadi karena kurang memperhatikan kebersihan atau hiegenitas makanan, air maupun komponen sanitasi. Setiap tahunnya selalu ada insiden penyakit yang menyebabkan kematian karena sanitasi yang buruk. Seringkali anak - anak menjadi korban kematian akibat diare setiap tahunnya di Indonesia berdasarkan data yang dicatat oleh Water and Sanitation Program (WSP-EAP, 2008). Hal ini juga disebabkan bahwa 60 persen penduduk pendesaan hidup tanpa akses sanitasi yang layak sehingga berisiko terhadap kesehatan. Sanitasi yang kerap kali diabaikan di wilayah pedesaan antara lain praktik buang air besar sembarangan, baik ke badan air atau langsung ke tanah sehingga berdampak pada aktivitas keseharian lainnya. Salah satu permasalahan sanitasi di Balangan adalah penanganan Air Limbah Domestik yang belum memadai, baik itu gray water ataupun black water. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak. |
| Manfaat Inovasi | METODE PEMBAHARUAN Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi Permasalahan sanitasi disebabkan oleh perilaku masyarakat yang belum mendukung perilaku hidup bersih dan sehat seperti masih banyaknya praktik BABs, masih rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sanitasi, utamanya pada tahap pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sanitasi di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Hal ini belum termasuk pada keterlibatan dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, kontribusi pendanaan atau pun lahan dan lain-lain. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak serta kondisi dan jarak tempuh prasarana sanitasi layak yang masih jauh karena terbatasnya jumlah prasarana sanitasi yang tersedia sehingga penggunanya masih sedikit. Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan adalah dengan membangun Wc Komunal dan tangka Septik Berwarna biasa di desa-desa yang masih banyak melakukan Buang Air Besar sembarangan dan menggunakan air minum yang kurang layak untuk dikonsumsi. Hal ini masih dirasakan masih kurang maksimal karena kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi masih dirasa jorok atau tidak sedap dipandang mata. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan atau kebaharuan dari aplikasi “TAKSI BERWARNA” Septik Tank yang biasanya dianggap jorok menjadi terlihat lebih sedap dipandang mata. TAHAPAN INOVASI Dalam rangka menstimulus perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kab. Balangan menginisiasi Inovasi Daerah dengan tema " TAKSI WARNA ", yaitu Tangki Septik Berwarna. Dalam pelaksanaan inovda tersebut, tahapan yang akan dilaksanakan antara lain : 1. Memberilkan arahan, kebijakan umum dan pelaksanaan Inovasi " TAKSI WARNA ". 2. Melakukan sosialisasi tentang " TAKSI WARNA " 3. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala pelaksanaan Inovasi “ TAKSI WARNA “. |
| Hasil Inovasi | TUJUAN INOVASI Tujuan dari pelaksanaan Inovasi “TAKSI WARNA “ adalah : 1. Optimalisasi Penyadaran Publik terhadap Sanitasi yang layak dan aman sesuai standar. 2. Meningkatkan peran masyarakat dalam menyukseskan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Kabupaten Balangan MANFAAT INOVASI Terciptanya kesadaran masyarakat dalam meningkatkan gaya hidup bersanitasi bersih dan sehat terciptanya pandangan baru di masyarakat bahwa hal-hal yang berhubungan dengan perawatan dan pengelolaan di bidang sanitasi tidak harus terlihat jorok atau tidak sedap dipandang mata. HASIL/DAMPAK INOVASI Meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan tangki septik yang layak dan standar serta meningkatkan kesadaran publik terhadap akses sanitasi yang layak dalam rangka menyukseskan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Balangan. |