Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | UPT Puskesmas Tebing Tinggi |
| Nama Inovasi | PENGAMIN OPEN TB (Pengawasan Minum Obat Pada Penderita TB) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Rusma Wahyudi, SKM., M.HNorliyana, AMK |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 July 2022 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan kuman yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat menyerang seluruh bagian tubuh, walaupun lebih sering ditemukan menyerang saluran pernapasan manusia, terutama paru. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian akibat infeksi tertinggi di dunia, di samping malaria. Berdasarkan PMK Nomor 67 Tahun 2016, Pengawas Minum Obat (PMO) Tuberkulosis adalah seseorang yang dipercaya untuk memantau penderita TB paru untuk minum obat secara teratur. Tujuannya adalah untuk memastikan penderita TB minum obat secara lengkap dan teratur serta melakukan pemeriksaan dahak ulang sesuai jadwal, mencegah penderita TB mangkir atau putus berobat dan mengenali dengan cepat terjadinya efek samping OAT pada penderita. Pengawas Minum Obat (PMO) dapat dilakukan oleh perawat, dokter, bidan desa, atau tenaga kesehatan lainnya, anggota keluarga dan kader kesehatan. Adapun peranan seorang PMO dalam melakukan pemantauan 1) Mengawasi penderita TB paru minum obat secara teratur sampai selesai 2) Memberikan motivasi untuk minum obat secara teratur 3) Mengingatkan penderita untuk periksa ulang dahak 4) Melakukan edukasi kepada keluarga penderita terkait tanda gejala dan pencegahan TB Paru. Untuk menjamin keteraturan dan kepatuhan dalam penggunaan obat maka diperlukan seorang PMO. Kepatuhan atau ketaatan merupakan tingkat penderita melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter. Penderita Tuberkolusis yang patuh berobat adalah yang menyelesaikan pengobatan secara teratur dan lengkap tanpa terputus selama minimal 6 bulan sampai dengan 9 bulan. Dari penjelasan tersebut diatas, pengawas minum obat (PMO) memiliki peranan penting dalam membantu menyelesaikan pengobatan bagi penderita Tuberkulosis agar selesai pengobatannya sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga hal ini penting untuk dilaksanakan Puskesmas dengan bekerjasama memberdayakan anggota keluarga penderita TB yang membantu petugas kesehatan untuk ikut membantu pengawasan minum obat setiap hari agar program pemberantasan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis dapat diputus mata rantai penularannya. Dari Capaian tahun 2021 pada Program P2 TB sesuai Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan seharusnya dapat terealisasi 100% sesuai target yang ditetapkan namun pada implementasinya hanya dapat tercapai 88%. Hal ini mempengaruhi kinerja Puskesmas secara signifikan sehingga dari hasil evaluasi tersebut perlu dibuat terobosan atau kegiatan yang dapat menunjang keberhasilan pengobatan Tuberkulosis dalam rangka mengeleminasi penderita TB di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tebing Tinggi |
| Tujuan Inovasi | MAKRO TB merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Di tahun 2017, TB menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian (rentang, 1,2-1,4 juta) di antara orang dengan HIV negatif dan terdapat sekitar 300.000 kematian karena TB (rentang, 266.000-335.000) di antara orang dengan HIV positif. Diperkirakan terdapat 10 juta kasus TB baru (rentang, 9-11 juta) setara dengan 133 kasus (rentang, 120-148) per 100.000 penduduk. Secara global, insiden TB per 100.000 penduduk turun sekitar 2% per tahun.Regional yang paling cepat mengalami penurunan di tahun 2013- 2017 adalah regional WHO Eropa (5% per tahun) dan regional WHO Afrika (4% per tahun). Di tahun tersebut, penurunan yang cukup signifikan (4-8% per tahun) terjadi di Afrika Selatan misalnya Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan, Zambia, Zimbabwe), dan perluasan pencegahan dan perawatan TB dan HIV, dan di Rusia (5% per tahun) melalui upaya intensif untuk mengurangi beban TB. MIKRO Berdasarkan data capaian layanan kesehatan pada penderita tuberculosis tahun desember 2021 dari 25 penderita TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tebing Tinggi, sebanyak 3 orang tidak tuntas pengobatan selama 6 bulan. Hal ini terkendala karena : 1. Kurangnya pengawasan minum obat dari keluarga setiap hari kepada penderita; 2. Adanya efek samping dari pengobatan selama 6 bulan; 3. Kurangnya motivasi kesadaran dari penderita tuberculosis untuk sembuh.
|
| Manfaat Inovasi | Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi
Datang kerumah pasien dan memberikan obat serta meng edukasi pengobatan rutin
Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi 1. Mengedukasi penderita TB tentang bahaya yang ditimbulkan terhadap penyakit tersebut 2. Mengajak pasien untuk rutin datang kepuskesmas untuk control 3. Memberikan arahan pengobatan hingga tuntas
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN Keunggulan dan Kebaharuan 1. Dengan adanya Pengamin Open TB, pengawasan minum obat penderita Tuberkulosis dengan memberdayakan anggota keluarga untuk pengawasan minum obat secara rutin teratur dapat membantu petugas kesehatan dalam mengawasi penderita Tuberkulosis di wilayah kerja 2. Hasil capaian pengobatan penderita Tuberkulosis dapat 100% dicapai sesuai standar yang ditetapkan dalam standar pelayanan minimal (SPM) yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Balangan |
| Hasil Inovasi | 1. Dengan adanya Pengamin Open TB, pengawasan minum obat penderita Tuberkulosis dengan memberdayakan anggota keluarga untuk pengawasan minum obat secara rutin teratur dapat membantu petugas kesehatan dalam mengawasi penderita Tuberkulosis di wilayah kerja 2. Hasil capaian pengobatan penderita Tuberkulosis dapat 100% dicapai sesuai standar yang ditetapkan dalam standar pelayanan minimal (SPM) yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Balangan 3. Mempermudah petugas dalam pendekatan kepada keluarga penderita Tuberkulosis di wilayah kerja. |