Laporan Indeks Inovasi Daerah
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Nama SKPD / Kelompok | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah |
| Nama Inovasi | KOMPOR PANGGUL (KOMODITAS PORANG PANGAN UNGGUL) |
| Tahapan Inovasi |
|
| Inisiator Inovasi Daerah | Kasubid Litbang Sosbud, Pemberdayaan Masy dan Desa |
| Bentuk Inovasi |
|
| Jenis Inovasi | Belum ditentukan |
| Inovasi Dimulai | 01 January 2019 |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | Umbi Maya (Amorphophallus muelleri) atau lebih dikenal dengan nama umbi porang merupakan salah satu tanaman liar hasil hutan yang saat ini mulai dikembangkan secara besar-besaran di wilayah Indonesia. Budidaya umbi ini mulai dikembangkan sejalan dengan potensi ekonominya yang sangat menguntungkan. Umbi tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai produk pangan, farmasi dan kosmetik setelah mengalami pengolahan tingkat lanjut. Di Kabupaten Balangan masih belum optimal dikembangkan karena pemakaiannya memerlukan perlakuan khusus untuk menghilangkan kalsium oksalat. Dari segi pengelolaan masih mengalami kendala memenuhi kualitas pasar karena produk porang yang laku dipasaran adalah yang memiliki kadar glukomanan tinggi. Pada tahun 2019, pasar komersial online menyebutkan harga tepung glukomannan murni adalah sebesar 250 US$/kg. Bandingkan dengan harga umbi yang sebesar Rp. 3000 - 3500/kg, atau dalam bentuk chips sebesar Rp. 50.000,- - 80.000,- dan tepung umbi maya sebesar Rp. 125.000 – 150.000,-/ kg. Sehingga teknologi isolasi dan pemurnian glukomanan sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan umbi maya lokal. Kabupaten Balangan saat ini mengembangkan budidaya umbi maya dan berupaya menjadi sentra penghasil umbi maya di Kalimantan Selatan. Hasil survey menyebutkan bahwa Kabupaten Balangan menyumbang pengiriman umbi maya sebesar 10 ton/ minggu atau sebesar 50% dari total pengiriman Kalsel yang sebesar 20 ton/minggu. Purwadaria et. al., (2002) menyebutkan bahwa Indonesia mengekspor tepung dari Umbi Porang seharga 4,5 US$ per kg. namun mengimpor glukomanan murni seharga 250 US$ per kg. Perbedaan yang besar antara harga ekspor dan impor ini dikarenakan kualitas glukomanan impor jauh lebih baik dilihat dari kandungan, viskositas dan warna tepungnya yang putih. Peningkatan kualitas tepung porang ditingkatkan untuk mendapatkan kadar glukomanan yang tinggi. Peran litbang dalam input penyusunan kebijakan, katalisator pencapaian sasaran pembangunan, dan evaluasi bagi kebijakan/ program pembangunan. Sebagaimana disebutkan di dalam Permendagri 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Kelitbangan di lingkungan Kemendagri & Pemda dan Peratuan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah sehingga perlu bagi Balitbangda melakukan intervensi pengembangan umbi maya/porang Kabupaten Balangan dari aspek kelitbangan/ riset dan inovasi. |
| Tujuan Inovasi | Belum optimainya intervensi riset dan teknologi dalam pengelolaan dan pemanfaatan umbi maya/ porang Kabupaten Balangan untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat petani umo maya/porang Kabupaten Balangan. Metode dan strategi Pemecahan Masalah: Sebagai upaya pengembangan umbi maya/porang mengingat besarnya potensi yang dimiliki Kabupaten Balangan, perlu ditunjang dengan hasil riset dan teknologi terhadap umbi maya. Berikut produk olahan pangan ataupun produk antara bagi industri Rencana engembangan umbi maya/porang tercantum di dalam Road Map Rencana Pengembangan Umbi Maya/Porang Kabupaten Balangan yakni
Bagi Stakeholder Bagi Masyarakat |
| Manfaat Inovasi | Sebagai upaya pengembangan umbi maya/ porang mengingat besarnya potensi yang dimiliki Kabupaten Balangan, perlu ditunjang dengan hasil riset dan teknologi terhadap umbi maya, berikut produk olahan pangan ataupun produk antara bagi industri. Rencana pengembangan umbi maya/ porang tercantum di dalam Road Map Rencana Pengembangan Umbi Maya Porang Kabupaten Balangan yakni 1. "Pemanfaatan dan pengelolaan umbi maya/ porang (Amorpophallus muelemi) sebagai sediaan alternatif di Kabupaten Balangan" 2. "Pemanfaatan dan pengelolaan produk pangan alternatif berbasis umbi maya porang (Amorpophallus mueleri) khas Kalimantan Selatan" 3. "Kajian budidaya umbi maya/ porang (Amorpophallus muelerri) di Kabupaten Balangan" pangan yang telah dilakukan Balitbangda bekerjasama dengan Baristand Banjarbaru bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi/ proksimat umbi maya, teknologi pengurangan kandungan oksalat, penerapan pembuatan produk pangan berbasis umbi maya, penerapan teknologi tepat guna pemurnian dan isolasi glukomanan, pilot project alat pemotong, pengering, dan penepung umbi maya/ porang di Kabupaten Balangan. Kegiatan tersebut masih berjalan sampai saat dan ini ditunjang dengan Kajian Studi Budidaya Umbi maya/ porang di tahun 2021 ini. dan isolasi |
| Hasil Inovasi | Bagi organisasi 1. Dapat menyediakan teknologi pengolahan umbi maya/ porang berupa pengurangan kadar kalsium oksalat, pemurnian glokomannan, dan potensi pemanfaatan umbi maya/ porang sebagai alternatif bahan pangan. 2. Menyediakan pilot project alat pengiris, pengering dan penepung umbi maya/ porang untuk dipinjampakaikan kepada kelompok tani terpilih Bagi Stakeholder 1. Memberikan pertimbangan teknis bagi pimpinan daerah dan para stakeholder sehingga bisa menjadikan pengembangan umbi maya di Kabupaten Balangan sebagai prioritas program pembangunan Bagi Masyarakat 1. Meningkatkan pengetahuan petani umbi maya/ porang mengenai teknologi pengolahan umbi maya/ porang berupa pengurangan glokomannan, dan potensi pemanfaatan umbi maya/ porang sebagai alternatif bahan pangan. 2. Bagi masyarakat petani umbi maya/ porang dapat mereplikasi, mengadopsi teknologi pengolahan umbi maya/ porang untuk meningkatkan nilai tambah, diversifikasi produk dan penganekaragaman pangan. |